PROFIL Angel, Demonstran Viral yang Tewas Ditembak Aparat di Kepala saat Aksi Tolak Kudeta Myanmar

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sosok Angel yang ditembak mati aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta di Myanmar

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut adalah profil Angel, demonstran yang tewas tertembak di kepala saat aksi damai menenatang kudeta Myanmar.

Angel merupakan seorang gadis berumur 19 tahun.

Gadis pemberani ini mempunyai nama asli Kyal Sin.

Angel juga mempunyai nama China Deng Jia Xi

Saat aksi tersebut, Angel turun dengan kaos hitamnya yang bertuliskan  "Segalanya Akan Baik-Baik Saja".

Gadis 19 tahun ini merupakan seorang penari dan juara taekwondo.

Dia adalah seorang ahli dalam seni bela diri serta penari di Mandalay's DA-Star Dance Club.

Sosok Angel yang ditembak mati aparat saat turun dalam aksi damai di Myanmar (Kolase Tribunnewswiki/Instagram/Kompas)

Hal ini diungkapkan oleh Myat Thu, yang tak lain adalah teman Angel.

Tulisan di kaus Angel menjadi viral di media sosial dan menjadi simbol perlawanan terhadap aparat keamanan yang membunuh puluhan pengunjuk rasa tak bersenjata.

Dukungan mengalir deras kepada Angel yang pernah dengan bangga mengunggah foto dirinya seusai mengikuti pemilu pertamanya, 8 November tahun lalu itu.

”Ini pemilu pertama saya dan saya memilih dari lubuk hati yang terdalam. Saya sudah memenuhi kewajiban saya kepada negara saya,” tulis Angel di Facebook.

Baca: Gadis 19 Tahun Jadi Korban Keganasan Demonstrasi Myanmar, Aparat Tembak Korban di Kepala

Baca: Junta Militer Coba Tarik Dana Rp 14,3 Triliun Milik Bank Sentral Myanmar, Joe Biden Ambil Tindakan

Myat Thu pertama kali mengenal Angel ketika kursus taekwondo.

Angel dikenal sebagai ahli bela diri, pelatih taekwondo, dan penari di Klub Tari DA-Star di Mandalay.

Teman Angel yang lain, Kyaw Zin Hein, menyebarkan isi pesan Angel kepadanya di media sosial: ”Ini mungkin untuk terakhir kalinya saya mengatakan ini padamu. Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah lupa itu”.

Jenazah Kyal Sin, dikenal juga dengan nama Angel atau Deng Jia Xi, dibaringkan di Kuil China Yunnan setelah dia ditembak mati di bagian kepala saat menghadiri demonstrasi menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, pada 3 Maret 2021 (AP PHOTO/-)

”Angel itu orang yang bahagia, mencintai keluarganya, dan ayahnya sangat mencintainya. Kami ini tidak sedang berperang. Jadi, tidak ada alasan menembak orang dengan peluru sungguhan. Kalau mereka itu manusia, mereka tidak akan melakukannya,” kata Myat Thu.

Puluhan pengunjuk rasa mengenang Angel dengan menyanyikan lagu revolusi yang terkenal di Myanmar ”We Won’t Forget Until the End of the World” sambil memberikan karangan bunga putih di atas peti jenazahnya.

Teman sekolah Angel, Linlae Waddy (19), mengingat Angel suka menyanyi dan menari.

”Sangat menyedihkan kehilangan teman seperti dia. Saya ingat dia sangat marah dengan yang terjadi di negara ini. Itu kenapa dia selalu ikut protes,” ujar Linlae Waddy.

Dukungan pun membanjir secara daring. Banyak yang menganggapnya sebagai martir. Sai Tun (32) yang ikut hadir di pemakaman Angel marah dengan aparat keamanan yang tidak manusiawi.

Baca: Jutaan Rakyat Myanmar Memulai Pemogokan Umum Hadapi Ancaman Represif Penguasa Militer

Baca: Gadis Muda yang Ditembak Kepalanya saat Demo Antikudeta Myanmar Meninggal: Jadi Martir Pertama

”Istirahat dalam damai, temanku. Kita tidak akan menyerah. Kita akan terus melawan hingga titik darah penghabisan,” ujarnya.

Diketahui Angel alias Kyal Sin juga berbagi kebanggaannya mengikuti pemilu untuk pertama kalinya pada 8 November lalu - memposting foto dirinya mencium jarinya, yang bernoda ungu untuk menunjukkan dia telah memilih.

Angel ikut bergabung dengan demonstran anti-kudeta di Myanmar pada Rabu (4/3/2021).

Dia dibunuh militer di jalanan Mandalay pada Rabu 3 Maret 2021.

Angel tewas setelah aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke kepalanya.

Sosok Angel yang ditembak mati aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta di Myanmar (Tribunnews)

Foto Angel sata demonstrasi tersebut viral dan membakar semangat perlawanan demonstaran kepada militer Myanmar.

Myat Thu, demonstran yang saat itu Angel, menceritakan, gadis muda itu punya keberanian luar biasa.

Dia juga sempat menolong beberapa teman demonstran.

Angel menendang pipa air agar para demonstran bisa cuci muka akibat serangat gas air mata militer.

Angel yang punya nama China Deng Jia Xi itu sempat juga mengingatkan Myat Tu agar hati-hati.

Itu terjadi ketika polisi menembaki demonstran.

"Ketika polisi melepaskan tembakan dia mengatakan kepada saya 'Tiarap! Tiarap! Peluru akan mengenaimu," kata Myat Thu (23) menirukan.

"Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai kawan sendiri."

Sebelum polisi menyerang, Angel sembat berteriak tak akan mundur.

Myat Thu mengatakan dia dan Angel adalah di antara ratusan yang berkumpul dengan damai di kota kedua Myanmar untuk mengecam kudeta dan menyerukan pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi.

Sebelum polisi melakukan penyerangan dan menembaki demonstran, Angel terdengar berteriak, "Kami tidak akan berlari" dan "tidak boleh ada pertumppahan darah.”

“Pertama, polisi memembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi, “kata Myat Thu.

Kemudian peluru tajam datang.

Foto-foto yang diambil sebelum dia terkena peluru dan tewas, menunjukkan Angel berbaring untuk berlindung di samping spanduk protes, dengan kepalanya sedikit terangkat.

“Semua orang berpencar,” kata Myat Thu.

Baru kemudian dia mendapat pesan: Satu gadis meninggal.

"Saya tidak tahu bahwa itu adalah dia," kata Myat Thu.

Sosok Angel yang ditembak mati aparat saat turun dalam aksi damai di Myanmar (Kolase Tribunnewswiki/Instagram/Kompas)

Ia kemudian melihat foto yang segera beredar di Facebook yang memperlihatkan wajah Angel terbaring tak bernyawa di samping korban lain.

Myat Tu pun kaget setelah tahu kalau Angel menjadi korban kebrutalan aparat.

Seorang juru bicara junta militer tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari insiden pembunuhan itu.

Dalam demonstrasi berdarah tersebut ada 38 orang aktivis yang meningal dunia.

Sebagai informasi, junta militer Myanmar sejak awal menegaskan akan bertindak keras terhadap siapa saja pengunjuk rasa yang berbuat kerusuhan.

Namun, mereka lebih memperlihatkan tindakan brutal.

Baca: Mereka Bukan Tentara atau Polisi, Mereka Teroris: Seorang Wanita Pendemo Myanmar Ditembak Mati

Baca: Anarki di Jalanan Myanmar saat Massa Pendukung Junta Militer Menyerang Demonstran Antikudeta

Berbagai kalangan mengecam keras tindakan aparat Myanmar terhadap pengunjuk rasa.

”Aparat keamanan Myanmar kini terlihat sengaja ingin mematahkan gerakan antikudeta dengan kekerasan serampangan dan kebrutalan,” ujar Richard Weir, peneliti pada lembaga Human Rights Watch.

Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet mendesak aparat keamanan Myanmar ”menghentikan tindakan kejam” terhadap para pengunjuk rasa damai.

”Militer Myanmar harus menghentikan pembunuhan dan pemenjaraan para pengunjuk rasa,”ujar Bachelet dalam keterangan tertulis.

”Benar-benar mengerikan, aparat keamanan itu menembakkan amunisi tajam terhadap para pengunjuk rasa di berbagai penjuru negeri (Myanmar),” kata Bachelet.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, TRIBUNNEWS)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunews dengan judul Kisah di Balik Perjuangan Kyal Sin, Gadis 19 Tahun Ditembak Kepalanya Saat Demonstrasi di Myanmar



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer