Menjelang Ramadhan, Simak 4 Tips Makan Sahur Berikut Agar Tubuh Tetap Bugar Selama Berpuasa

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi sahur. Ada beberapa tip yang bisa dicoba agar badan tetap bugar selama menjalani ibadah puasa Ramadan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ibadah puasa Ramadhan mengubah pola makan orang yang menjalankannya.

Mereka yang berpuasa harus menyesuaikan diri dengan pola makan baru selama sebulan.

Meski demikian, ada sejumlah tip yang bisa dicoba agar tubuh tetap bugar seharian saat berpuasa dan perut terasa kenyang lebih lama.

Berikut empat tip memilih menu sahur yang sehat menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Metropolitan Medical Center, Raissa Edwina Djuanda.

1. Usahakan mengandung gizi lengkap

Sejumlah orang memilih menu sahur yang praktis dan mudah disajikan karena durasi makan sahur terbatas.

Pada akhirnya, makanan yang dikonsumsi pun minim nutrisi, misalnya hanya mengonsumsi mi instan.

Usahakan, menu makan sahurmu mengandung gizi yang lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat.

Ilustrasi sahur (freepik.com)

Baca: Menjelang Ramadhan, Simak Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Sahur dan Berbuka Puasa

Misalnya, kamu bisa mengisi sepertiga piring dengan karbohidrat seperti nasi atau kentang, seperenam piring dengan lauk pauk seperti ikan, ayam, tahu atau tempe, serta setengah piring sisanya diisi dengan sayur-sayuran dan/atau buah-buahan.

2. Pilih karbohidrat kompleks

Banyak dari kita yang makan nasi putih dalam jumlah banyak ketika sahur.

Padahal, nasi putih termasuk kelompok karbohidrat sederhana.

Usahakan memilih karbohidrat kompleks yang mengandung serat tinggi, sehingga kita bisa kenyang lebih lama.

Selain itu, konsumsi karbohidrat kompleks juga memiliki banyak manfaat lainnya, termasuk salah satunya memperlancar pencernaan.

"Dibanding nasi putih bisa memilih nasi merah, kentang atau kalau karbohidrat dalam bentuk roti, boleh roti gandum," kata Raissa.

Baca: 5 Makanan Ini Bikin Kenyang Lebih Lama, Bisa Jadi Rekomendasi Sahur Jelang Ramadhan 2021

3. Menu untuk penderita GERD

Penderita Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD perlu lebih memerhatikan konsumsi makanannya pada bulan puasa.

Raissa menyarankan untuk menghindari makanan-makanan yang merangsang lambung, seperti makanan yang terlalu asam, terlalu pedas atau memiliki bumbu yang terlalu tajam.

Beberapa sayur juga mudah merangsang lambung, salah satunya adalah kol, sehingga akan membuat lambung terasa 'begah'.

"Untuk orang yang sakit lambung juga sebaiknya hindari buah-buahan yang dikeringkan atau yang sifatnya manisan atau asinan buah, karena sifatnya juga mudah merangsang lambung," ungkapnya.

4. Hindari kopi

Bukan berarti kita dilarang minum kopi sepanjang bulan puasa. Kopi memiliki sifat diuretik dan menyebabkan orang yang meminumnya lebih sering buang air kecil.

Ketika kita sering buang air kecil, maka tubuh akan kekurangan cairan secara cepat. Padahal, ketika berpuasa kita tidak bisa langsung menggantikan cairan tubuh yang hilang tersebut.

Ilustrasi kopi (Tribunjualbeli.com)

Untuk itu, jika ingin minum kopi lebih baik mengonsumsinya usai waktu buka setelah menyantap sajian berbuka. "Minuman kopi lebih baik diminum saat orang sudah berbuka," papar Raissa.

Menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga

Selain pola makan yang baik, cara lain untuk menjaga kebugaran saat Ramadhan adalah dengan berolahraga.

Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik pada bulan Ramadhan?

Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

1. Waktu olahraga

Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu melakukan olahraga.

Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di saat waktu puasa.

Olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena saat puasa perut dalam keadaan kosong.

Waktu yang disarankan untuk olahraga di bulan Ramadhan adalah pada saat setelah berbuka karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menjelang berbuka puasa.

Ilustrasi olahraga (Tribunnews.com)

Menurut dokter Saptawati Bardosono, olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.

Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu.

Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak, tergantung dari kebiasaan orang tersebut.

Yang terpenting adalah setelah melakukan olahraga, kamu tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan.

Makan dari itu, kenali tubuhmu sendiri.

2. Jenis olahraga yang baik dilakukan

Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah jenis olahraga.

Lakukan jenis olahraga yang biasa kamu lakukan.

Namun, sebaiknya lakukan dengan intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda.

Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa kamu lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Nabilla Tashandra)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tips Makan Sahur Sehat Selama Bulan Puasa"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer