Gadis 19 Tahun Jadi Korban Keganasan Demonstrasi Myanmar, Aparat Tembak Korban di Kepala

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sosok Angel yang ditembak mati aparat saat turun dalam aksi damai di Myanmar

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral gadis demonstran Myanmar ditembak aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta Myamar.

Gadis tersebut adalah Angel alias Kyal Sin.

Angel jadi korban keganasan aparat saat aksi melawan kudeta Myanmar.

Foto Angel saat demonstrasi tersebut viral dan membakar semangat perlawanan demonstaran kepada militer Myanmar.

Kerusuhan berdarah tersebut menambah kepiluan masyarakat Myanmar atas kudeta sejak 1 Februari lalu.

Pemimpin politik ditahan militer, antara lain Aung San Kyi.

Myat Thu, demonstran yang saat itu bersama Angel, menceritakan, gadis muda itu punya keberanian luar biasa.

Sosok Angel yang ditembak mati aparat di kepala saat aksi damai lawan kudeta di Myanmar (Tribunnews)

Dia juga sempat menolong beberapa teman demonstran.

Angel menendang pipa air agar para demonstran bisa cuci muka akibat serangat gas air mata militer.

Angel yang punya nama China Deng Jia Xi itu sempat juga mengingatkan Myat Tu agar hati-hati.

Itu terjadi ketika polisi menembaki demonstran.

"Ketika polisi melepaskan tembakan dia mengatakan kepada saya 'Tiarap! Tiarap! Peluru akan mengenaimu," kata Myat Thu (23) menirukan.

"Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai kawan sendiri."

Sebelum polisi menyerang, Angel sembat berteriak tak akan mundur.

Baca: Junta Militer Coba Tarik Dana Rp 14,3 Triliun Milik Bank Sentral Myanmar, Joe Biden Ambil Tindakan

Baca: KRONOLOGI LENGKAP Demo Myanmar sejak Kudeta Militer 1 Februari hingga Penembakan Brutal 38 Orang

Myat Thu mengatakan dia dan Angel adalah di antara ratusan yang berkumpul dengan damai di kota kedua Myanmar untuk mengecam kudeta dan menyerukan pembebasan pemimpin yang ditahan Aung San Suu Kyi.

Sebelum polisi melakukan penyerangan dan menembaki demonstran, Angel terdengar berteriak, "Kami tidak akan berlari" dan "tidak boleh ada pertumppahan darah.”

“Pertama, polisi memembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi, “kata Myat Thu.

Kemudian peluru tajam datang.

Sosok Angel, gadis demonstran Myanmar yang ditembak aparat di kepala hingga tewas (Instagram)

Foto-foto yang diambil sebelum dia terkena peluru dan tewas, menunjukkan Angel berbaring untuk berlindung di samping spanduk protes, dengan kepalanya sedikit terangkat.

“Semua orang berpencar,” kata Myat Thu.

Baru kemudian dia mendapat pesan: Satu gadis meninggal.

"Saya tidak tahu bahwa itu adalah dia," kata Myat Thu.

Ia kemudian melihat foto yang segera beredar di Facebook yang memperlihatkan wajah Angel terbaring tak bernyawa di samping korban lain.

Myat Tu pun kaget setelah tahu kalau Angel menjadi korban kebrutalan aparat.

”Ini mungkin untuk terakhir kalinya saya mengatakan ini padamu. Aku sangat mencintaimu. Jangan pernah lupa itu”.

Baca: 18 Pengunjuk Rasa Myanmar Tewas selama Demo Antikudeta, Dunia Kutuk Tindakan Keras Junta Militer

Baca: Mereka Bukan Tentara atau Polisi, Mereka Teroris: Seorang Wanita Pendemo Myanmar Ditembak Mati

”Angel itu orang yang bahagia, mencintai keluarganya, dan ayahnya sangat mencintainya. Kami ini tidak sedang berperang. Jadi, tidak ada alasan menembak orang dengan peluru sungguhan. Kalau mereka itu manusia, mereka tidak akan melakukannya,” kata Myat Thu, seperti dikutip dari Reuters/AFP.

Puluhan pengunjuk rasa mengenang Angel dengan menyanyikan lagu revolusi yang terkenal di Myanmar ”We Won’t Forget Until the End of the World” sambil memberikan karangan bunga putih di atas peti jenazahnya.

Teman sekolah Angel, Linlae Waddy (19), mengingat Angel suka menyanyi dan menari. ”Sangat menyedihkan kehilangan teman seperti dia. Saya ingat dia sangat marah dengan yang terjadi di negara ini. Itu kenapa dia selalu ikut protes,” ujar Linlae Waddy.

Jenazah Kyal Sin, dikenal juga dengan nama Angel atau Deng Jia Xi, dibaringkan di Kuil China Yunnan setelah dia ditembak mati di bagian kepala saat menghadiri demonstrasi menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, pada 3 Maret 2021 (AP PHOTO/-)

Dukungan pun membanjir secara daring. Banyak yang menganggapnya sebagai martir. Sai Tun (32) yang ikut hadir di pemakaman Angel marah dengan aparat keamanan yang tidak manusiawi.

”Istirahat dalam damai, temanku. Kita tidak akan menyerah. Kita akan terus melawan hingga titik darah penghabisan,” ujarnya.

Seorang juru bicara junta militer tidak menanggapi permintaan untuk mengomentari insiden pembunuhan itu.

Dalam demonstrasi berdarah tersebut ada 38 orang aktivis yang meningal dunia.

Sebagai informasi Angel, demonstran yang tewas tertembak di kepala saat aksi damai menenatang kudeta Myanmar.

Angel merupakan seorang gadis berumur 19 tahun.

Gadis pemberani ini mempunyai nama asli Kyal Sin.

Angel juga mempunyai nama China Deng Jia Xi.

Baca: Jutaan Rakyat Myanmar Memulai Pemogokan Umum Hadapi Ancaman Represif Penguasa Militer

Baca: Gadis Muda yang Ditembak Kepalanya saat Demo Antikudeta Myanmar Meninggal: Jadi Martir Pertama

Saat aksi tersebut, Angel turun dengan kaos hitamnya yang bertuliskan  "Segalanya Akan Baik-Baik Saja".

Gadis 19 tahun ini merupakan seorang penari dan juara taekwondo.

Dia adalah seorang ahli dalam seni bela diri serta penari di Mandalay's DA-Star Dance Club.

Hal ini diungkapkan oleh Myat Thu, yang tak lain adalah teman Angel.

Dia juga berbagi kebanggaannya mengikuti pemilu untuk pertama kalinya pada 8 November lalu - memposting foto dirinya mencium jarinya, yang bernoda ungu untuk menunjukkan dia telah memilih.

Angel ikut bergabung dengan demonstran anti-kudeta di Myanmar pada Rabu (4/3/2021).

Dia dibunuh militer di jalanan Mandalay pada Rabu 3 Maret 2021.

Angel tewas setelah aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke kepalanya.

Gambar seorang wanita berusia 19 tahun, salah satu dari dua korban tewas yang ditembak mati di Mandalay, menunjukkan dia mengenakan kaos bertuliskan "Semuanya akan baik-baik saja".

Polisi di Yangon memerintahkan tiga petugas medis keluar dari ambulans, menembaki kaca depan dan kemudian menendang serta memukuli para pekerja dengan senjata dan tongkat, demikian video yang disiarkan oleh Radio Free Asia yang didanai AS menunjukkan.

Reuters tidak dapat memverifikasi video secara independen.

Aktivis demokrasi Esther Ze Naw mengatakan kepada Reuters, pengorbanan mereka yang meninggal tidak akan sia-sia.

"Kami akan melanjutkan perjuangan ini dan menang. Kami akan mengatasi ini dan menang," tegasnya.

Pada hari Selasa, Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) gagal membuat terobosan dalam pertemuan virtual para menteri luar negeri membahas tentang Myanmar.

Sementara bersatu dalam seruan untuk menahan diri, hanya empat anggota - Indonesia, Malaysia, Filipina dan Singapura - menyerukan pembebasan Suu Kyi dan tahanan lainnya.

"Kami menyatakan kesiapan ASEAN untuk membantu Myanmar dengan cara yang positif, damai dan konstruktif," kata ketua ASEAN, Brunei, dalam sebuah pernyataan.

Media pemerintah Myanmar melaporkan menteri luar negeri yang ditunjuk junta militer menghadiri pertemuan ASEAN yang "bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan internasional", tetapi tidak menyebutkan fokus pada masalah Myanmar.

Sebelumnya diberitakan, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar, Christine Schraner Burgener  melaporkan setidaknya 38 orang tewas di Myanmar Rabu (3/3/2021) ketika aparat keamanan menemnaki para demonstran untuk membubarkan massa aksi protes terhadap pemerintahan militer pada Rabu (3/3/2021).

Dia menyebut setidaknya 50 orang sudah tewas dan masih banyak warga sipil menjadi korban luka-luka sejak kudeta yang menggulingkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis di bawah Aung San Suu Kyi.

Sosok Angel, gadis demonstran Myanmar yang ditembak aparat di kepala hingga tewas (Instagram)

Kudeta militer dan penahanan Aung San Kyi terjadi 1 Februari yang menyulut aksi protes warga di Myanmar dan kecaman dari dunia.

Pasukan keamanan Myanmar menembaki demonstran aksi protes menentang pemerintahan militer pada hari Rabu, sehari setelah negara-negara tetangga di Asia Tenggara menyerukan untuk menagan diri dan menawarkan diri membantu Myanmar menyelesaikan krisis.

Insiden berdarah ini terjadi sehari setelah negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN menyerukan agar menahan diri dan menawarkan untuk membantu Myanmar menyelesaikan krisis.

Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021) dari laporan saksi dan media setempat.

Sebelumnya dilaporkan sembilan orang tewas dalam insiden penembakan oleh aparat keamanan.

Aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke massa demonstrasi di beberapa kota, kata para saksi.

"Ini mengerikan, ini pembantaian. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan situasi dan perasaan kami," kata aktivis pemuda Thinzar Shunlei Yi kepada Reuters melalui aplikasi pesan.

“Pasukan keamanan menembakkan peluru tajam di beberapa kota,” kata para saksi, seperti dilansir Reuters, Rabu (3/3/2021).

"Mereka berbaris ke arah kami dan menembakkan gas air mata, berbaris lagi dan menggunakan granat kejut," kata Si Thu Maung, seorang pemimpin aksi protes di kota pusat Myingyan, kepada Reuters.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, TRIBUNNEWS)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunews dengan judul Kisah di Balik Perjuangan Kyal Sin, Gadis 19 Tahun Ditembak Kepalanya Saat Demonstrasi di Myanmar



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer