Terkait kabar ini, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta Kemendikbud dan Pemda untuk mengkaji lebih dulu kebijakan tersebut.
Pasalnya, Covid-19 di Indonesia belum mengindikasikan perbaikan yang signifikan.
Meski pelaksanaan vaksinasi guru telah berjalan, Kemendikbud dan pemda harus lebih mematangkan dan mempersiapkan Standard Operating Procedure (SOP) dalam pelaksanaan sekolah tatap muka.
"Sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di kalangan para siswa dan guru, serta munculnya klaster baru," kata Azis kepada wartawan, Rabu (3/3/2021), dikutip Tribunnews.com.
Baca: Sekolah Bakal Dibuka Juli 2021, Nadiem Sebut Guru SD, PAUD, dan SLB Bakal Lebih Dulu Divaksin
Baca: Guru yang Unggah Gaji Rp 700 Ribu Tak Jadi Dipecat, Kepala Sekolah SDN 169 Sadar Minta Maaf
Menurutnya, sekolah masih harus mengantisipasi apa bila ada orangtua yang menolak anaknya ikut sekolah tatap muka.
"Pastinya akan terjadi pro kontra antara pihak sekolah dengan wali murid, pro kontra ini harus dapat dicarikan solusi terhadap kedua belah pihak," ucapnya.
Yang tak kalah penting, pihak sekolah harus bekerja sama dengan fasilitas kesehatan di daerah setempat.
Hal itu penting untuk dilakukan demi mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.
"Jalin kerjasama dengan puskesmas terdekat agar dapat mudah menginformasikan atau melakukan tes rutin terhadap para guru dan siswa," pungkasnya.
Pembukaan Sekolah Dilakukan Secara Bertahap Pasca Vaksinasi Guru, Maksimal 50 Persen Siswa
Baca: SKB 3 Menteri: Mendikbud Luncurkan Hotline Khusus Pengaduan Tindakan Intoleransi di Sekolah
Baca: Anak Jokowi Minta Solo Jadi Kota Prioritas Vaksinasi Covid-19, Gibran: Solo Ini Menopang Daerah Lain
Pemerintah berencana melakukan pembukaan sekolah atau penerapan pembelajaran tatap muka pada semua jenjang secara bertahap.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan pembukaan sekolah ini dilakukan setelah para guru mendapatkan vaksin Covid-19.
"Pasca vaksinasi guru secara gradually (bertahap) sekolah diharapkan buka," ujar Jumeri kepada Tribunnews.com, Kamis (25/2/2021).
Pembukaan sekolah, menurut Jumeri, bakal dilakukan hanya untuk 50 persen siswa dalam satu kelas.
Jumeri mengatakan sistem pembelajaran akan menggunakan kombinasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Meskipun baru maksimal 50 persen, seminggu dua hari belajar, kombinasi PJJ," ungkap Jumeri.
Baca: Setahun Indonesia Dilanda Pandemi, Angka Kematian Covid-19 di DKI Jakarta Semakin Tinggi
Pihak sekolah juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.
"Serta menerapkan protokol kesehatan pada semua jenjang pada daerah yang sudah memungkinkan," pungkas Jumeri.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi untuk guru akan rampung pada Juni 2021. Vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan telah dimulai pada Rabu (24/2/2021).