Akhirnya polisi menjadwalkan pemanggilan pengendara tersebut untuk datang menjalani pemeriksaan pada Senin (1/3/2021).
"Iya kami sudah layangkan undangan hari Sabtu. Dan dia sanggupi datang (Senin ini)," kata Kepala Sub Direktorat Penindakan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, Senin (1/3/2021).
Namun, Fahri belum mengetahui jadwal pemeriksaan pengendara sepeda motor itu.
Pemeriksaan tersebut untuk mengklarifikasi peristiwa penerobosan oleh rombongan sepeda motor tersebut di ring 1 Istana Kepresidenan.
"Pokoknya dia datang hari ini. Saya tidak tahu datang jam berapa, kami tunggu saja. Pemanggilan ya untuk klarifikasi saja." ucap Fahri.
Diberitakan sebelumnya, lokasi kejadian itu masuk dalam area Ring 1, di mana area tersebut mendapat pengamanan yang ketat karena terdapat gedung-gedung penting, seperti Istana Negara, Sekretariat Negara, dan Kantor Wakil Presiden RI.
Petugas yang melihat kejadian itu langsung mengejar dan meminta para pemotor berhenti.
Baca: Viral Pengendara Moge Ditendang Paspampres di Ring 1, Kini Klarifikasi Minta Maaf di Instagram
Baca: Bertambah, Tersangka Pengeroyokan TNI oleh Anggota Klub Moge Jadi 5 Orang
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden ( Paspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa Paspampres berhak melumpuhkan kendaraan yang menerobos kawasan ring 1 yang tengah ditutup petugas.
"Hal ini tertuang dalam Buku Petunjuk Teknis Pam Instalasi VVIP yang disahkan oleh Keputusan Panglima TNI tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pam VVIP," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat pekan lalu.
Hal ini disampaikan Agus menanggapi adanya sejumlah anggota Paspampres yang melumpuhkan pengendara motor. Agus menjelaskan, saat kejadian itu, anggota Paspampres sedang melaksanakan tugas pengamanan instalasi di Kantor Wapres.
Oleh karena itu, Jalan Veteran III yang biasanya dibuka untuk umum saat itu ditutup untuk sementara. Petugas sudah memasang cone pembatas jalan sebagai penanda jalanan tersebut ditutup.
Namun, tiba-tiba saja para pengendara motor itu melintas dengan kecepatan tinggi dan suara knalpot yang berisik. Petugas Paspampres pun bergerak cepat menghadang hingga melumpuhkan para pengendara motor tersebut.
" Pengendara motor tersebut terpaksa harus dilumpuhkan oleh anggota Paspampres karena penerobosan tersebut merupakan tindakan pelanggaran batas ring 1 dengan menggunakan alat berupa sepeda motor," ujar Agus.
Baca: Rombongan Moge Langgar Jalur Mobil Jembatan Suramadu, Mengaku Tak Tahu Aturan karena Baru Pindah
Baca: Diminta Klarifikasi, Pengendara Moge yang Ditendang Paspampres di Ring 1 Dipanggil Polisi Besok
Sebuah video yang menunjukkan satu dari rombongan pengendara motor gede (moge) ditendang paspampres viral di media sosial.
Pemotor moge tersebut diketahui menerobos jalan Ring 1 di Istana yang tengah ditutup.
Mengetahui hal tersebut, paspampres yang tengah bertugas pun langsung menendang sang pemotor.
Video tersebut kemudian viral setelah diunggah oleh akun Instagram @bodatnation.
Dalam video yang beredar, sejumlah motor dengan suara knalpot bising melaju di sekitar Jalan Veteran III, Gambir, Pakarta Pusat.
Tampak petugas Paspampres menyetop rombongan pengendara motor yang tengah melakukan sunmori di belakang istana.
Hal yang menjadi sorotan, terlihat salah satu petugas dengan menggenggam pistol menendang salah satu pengendara motor hingga terjatuh.
Kejadian ini diketahui dari video viral yang direkam dari action cam helm pengendara moge lalu diunggah ke akun YouTube milik mereka dan kembali diunggah akun @bodatnation.
Setelah videonya viral dan mendapat tanggapan dari paspampres, seorang pengendara moge melalui akun Instagram @jetliwandana2, memberikan klarifikasi.
Ia mengaku sudah melakukan koordinasi untuk melakukan mediasi.
"Gaess untuk kejadian kemarin di lingkungan istana negara, gw udah koordinasi dan beritikad baik untuk mediasi dengan pihak paspampres dan sudah disambut baik," tulisnya, Sabtu (27/2/2021).
Dirinya kemudian mengatakan, akan membuat klarifikasi video permintaan maaf di hadapan media nasional pada Senin (1/3/2021).
"Gw dan teman-teman akan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf di depan media nasional senin nanti. Doakan semuanya lancar mohon dukungan temen-temen semua," tulisnya.
Tak hanya itu, seorang pengendara moge bernama Junniar William juga meminta maaf.
"Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada instansi2 terkait atas kejadian di Jl Veteran 3, saya menyesal dan untuk kedepanya tidak akan mengulangi hal tersebut. Semua video yang berhubungan dengan kejadian tersebut telah saya takedown untuk maksud yang baik. sekali lagi saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," jelasnya.
Meskipun unggahan milik akun @jetliwandana2 itu kemudian dibatasi komentarnya.
Namun ada juga ucapan semangat dari teman media sosial untuk mengendara moge itu.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Periksa Pengendara Motor yang Terobos Penjagaan Paspampres Hari Ini".