Joe Biden Ketar-ketir Lihat Kuatnya Senjata China dan Rusia, Pepet PM Kanada untuk Perkuat NORAD

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden AS Joe Biden mengambil sumpah presiden selama upacara virtual di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC, setelah dilantik di US Capitol pada 20 Januari 2021.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru-baru ini menemui Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Biden meminta sekutunya tersebut untuk memperkuat militer dengan meningkatkan pengeluaran pertahanan Kanada, sebagaimana diberitakan Intisari dari Express.co.uk, Minggu (28/2/2021).

Menurut Biden, langkah itu penting melihat canggihnya senjata yang dimiliki China dan Rusia.

Menurut Wall Street Journal (WSJ), sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan bahwa Biden meminta Trudeau untuk meningkatkan Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD).

NORAD adalah organisasi gabungan antara AS dan Kanada yang memberikan perlindungan kedirgantaraan untuk Amerika Utara.

Itu adalah bagian penting dari strategi pencegahan Perang Dingin kedua negara melawan Uni Soviet.

Sistem ini dirancang untuk memperingatkan sekutu militer tentang setiap serangan yang mendekat dari utara.

Baca: CIA Yakin Putra Mahkota Arab Saudi Dalangi Pembunuhan, Joe Biden Sebut Anak Raja Salman Memalukan

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau (Instagram.com/@justinpjtrudeau)

Tapi sistem pertahanan yang dulu berjaya kini menjadi kuno.

Menurut WSJ, rudal baru yang dikerahkan oleh Rusia dan China dapat bergerak lebih dari lima kali kecepatan suara dan terbang lebih jauh dari model sebelumnya.

Michael Dawson, yang menjabat sebagai penasihat politik Kanada, mengatakan jaringan pengawasan yang ada akan kewalahan oleh senjata baru Rusia dan China, lapor WSJ.

Selain itu, lapisan es kutub yang mencair di Samudra Arktik menyebabkan rute yang dulunya tidak bisa dilewati menjadi mudah diterobos.

Pakar militer telah memperingatkan bahwa masalah lingkungan ini membuat AS dan Kanada rentan.

Pensiunan Jenderal Angkatan Udara Terrence J. O'Shaughnessy memperingatkan subkomite Senat Angkatan Bersenjata tahun lalu tentang bahaya yang akan dihadapi Amerika Utara.

Baca: Joe Biden Hening Cipta: AS Lampaui 500.000 Kematian Covid, Kasus Positif Capai Hampir 29 Juta Jiwa

Baca: Tak Lagi Dilindungi Donald Trump, Putra Mahkota Arab Ketar-ketir Ketahuan Bunuh Jurnalis Khashoggi

Joe Biden mengheningkan cipta untuk menoakan Korban Covid-19 di AS dalam pidato pertamanya, Lincoln Memorial, Washington DC, Rabu (21/1/2021). (CHIP SOMODEVILLA/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/GETTY IMAGES VIA AFP)

Dia berkata: “Ancaman yang dihadapi Amerika Serikat dan Kanada adalah nyata dan signifikan.

“Arktik tidak lagi menjadi tembok benteng dan lautan kita tidak lagi menjadi parit pelindung; mereka sekarang menjadi jalan pendekatan untuk senjata konvensional canggih."

Biden dan Trudeau setuju untuk meningkatkan sistem dalam kesepakatan bilateral pertamanya dengan seorang pemimpin asing.

Sebuah pernyataan Gedung Putih yang dirilis pada hari Selasa berbunyi: “Kami juga setuju untuk memodernisasi Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara - NORAD - yang masih satu-satunya komando militer bi-nasional dari jenisnya.

"Dan kami akan meluncurkan dialog Arktik AS-Kanada yang diperluas untuk mencakup masalah yang terkait dengan keamanan kontinental, pembangunan ekonomi dan sosial, dan pemerintahan Arktik."

Pejabat Kanada telah mengakui pentingnya meningkatkan sistem.

Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan mengatakan dalam sebuah wawancara bulan lalu: "Sekaranglah waktunya untuk benar-benar mempercepat."

Halaman
12


Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer