Video itu diketahui diunggah pertama kali oleh salah satu warga setempat yaitu Tain, Minggu (14/2/2021).
Kondisi warga yang berbondong-bondong memborong mobil, lantas menimbulkan kesedihan dan keprihatinan di hati Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, Kadek Ambara Jaya.
Dilansir Kompas.com, Kadek menilai, pembayaran ganti untung itu digunakan secara kurang tepat.
Ia berujar, jika warga akhirnya jatuh miskin karena tak mampu mengelola keuangan, Kadek pun merasa ikut bersalah.
"Kalau ini (terancam miskin) terjadi, saya yang salah karena tidak mengawal dan mendampingi mereka," paparnya.
PT Pertamina Rosneft akan melakukan langkah selanjutnya, yakni melakukan pemetaan kondisi warga desa tersebut.
Hal itu dilakukan dengan menggandeng tim khusus.
Baca: Apa Itu Virus Nipah, Ilmuwan Khawatir Bisa Jadi Pandemi: Mengerikan dengan Rasio Kematian 75%
Baca: Jokowi: Bulan Puasa, Vaksinasi Covid-19 Dilakukan di Malam Hari, Siang Hari untuk Daerah Non-Muslim
"Kita akan gandeng tim riset dari Lembaga Antropologi Untuk Riset dan Analisa dalam rangka membangun cetak biru CSR (corporate social responsibility) perusahaan berbasis kearifan lokal," ungkap dia.
Disebutkan, perusahaan juga akan memberikan pembinaan hingga warga memiliki keterampilan yang baik.
Kemudian, warga khususnya para penggarap lahan, akan diajak bergabung dalam pekerjaan padat karya.
"Kalau punya lahan kan punya duit banyak nih, namun penggarapnya kan kasihan," ujar dia.
Baca: Ada Potongan Rp8.000 hingga Diskon 60% : PROMO Giant dan Hypermart Hanya Sampai Besok 22 Februari
Baca: Sinar UV Diklaim Mampu Bunuh Virus Covid-19, Begini Syaratnya
Anggota TNI-Polri ikut terjun mengamankan wilayah, uasi warga menerima uang pembebasan tanah dengan nilai miliaran.
Hal itu dilakukan guna mengantisipasi gangguan kamtibmas di desa tersebut.
"Mungkin aja kan mereka yang membeli mobil itu enggak punya garasi. Mereka kita kasih imbauan agar memastikan keamanan dirinya dan hartanya," kata Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono.
Sementara itu, Babinsa Desa Sumurgeneng Serka Heri Purnomo memastikan, dirinya dan sejumlah personel berpatroli hampir setiap hari.
"Sejak ada pembebasan lahan pembangunan kilang minyak, saya hampir setiap hari standby di desa," tuturnya.
Warga desa di Kabupaten Tuban, mendadak menjadi miliarder lantaran menerima uang atas pembebasan lahan proyek kilang minyak.
Awalnya, diketahui warga menolak proyek itu pada 2019.
Namun, setelah menemui kecocokan, desa itu kini dapat memborong ratusan mobil dalam waktu bersamaan.
Kilang minyak di Kecamatan Jenu, Tuban itu merupakan proyek gabungan antara Pertamina dan Rosneft, perusahaan minyak dan gas asal Rusia.
Perusahaan gabungan itu dinamai PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia.
Berdasarkan kepemilikannya, Pertamina memiliki saham mayoritas dengan 55 persen, sisanya ialah saham Rosneft.
Proyek New Grass Root Refinery (NGRR) itu memiliki kapasitas 300.000 barrel per hari sehingga digadang-gadang bisa memperkuat kemandirian energi.
Baca: Resmi, Segini Biaya Tambah Daya Listrik Terbaru dari PLN
Baca: BMKG : Puncak Musim Hujan hingga Maret 2021, Masyarakat Jakarta dan Sekitarnya Diimbau Waspada
Usai menerima uang pembayaran tanah, fenomena menarik muncul di desa tersebut.
Warga satu desa di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kompak membeli mobil secara bersamaan.
Sebanyak 176 mobil dibeli oleh warga desa.
Tidak hanya itu, bahkan satu orang mampu membeli dua hingga tiga unit mobil.
Kepala Desa Sumbergeneng Gihanto membenarkan hal tersebut.
Ia mengaku, warga selain membeli mobil juga membeli tanah lagi.
"Ya memang kondisinya begitu, dapat uang lalu beli mobil, ada juga yang dibelikan tanah lagi maupun bangunan rumah juga," kata dia.
Baca: Angel Lelga Sindir Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarani yang Batal Nikah : Mau Aja Dibodohi Skenario
Baca: Berat Badan di Timbangan Suka Naik Tiba-tiba? Ini Dia Penyebabnya
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Kondisi Terbaru Kampung Miliarder Tuban, Bikin Sedih Presdir Pertamina Rosneft dan Kini Dijaga Aparat"