Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Chino adalah sebutan untuk pakaian dari kain jenis twill, yang awalnya terbuat dari katun 100%.
Jenis pakaian yang paling umum terbuat dari bahan tersebut adalah celana panjang, yang kemudian disebut chinos.
Bahkan sekarang ada juga yang terbuat dari campuran katun-sintetis.
Sesuai dengan namanya, celana ini memang mempunyai kaitan dengan negeri tirai bambu, yakni China.
Kata Chino memang mirip dengan kata China atau orang china, memang benar chino artinya adalah China atau orang china dalam bahasa Spanyol.
Bisa seperti itu, lantaran pada zaman dahulu bahan celana chino yang dasarnya dari katun ini diimpor dari China, sehingga nama chino diambil dari bahan celana ini berasal.
Istilah chino sering disamakan dengan sebutan “khakis” saat digunakan untuk mendeskripsikan sebuah celana.
Kata “khakis” saat itu lebih dikenal dibanding chino, istilah khakis ini salanya dari bahasa Hindi yang mempunyai arti debu, karena pada saat itu celana chino berwarna coklat mudah yang mirip seperti debu.
Saat ini celana chino sudah banyak diapakai dari kaum pria maupun wanita, dari kaum muda hingga tua.
Celana chino kerap menjadi andalan bagi banyak pria dalam berpenampilan sehari-hari.
Entah itu untuk bekerja ke kantor, hangout santai bersama para sahabat, pergi kuliah, ataupun menghadiri acara pesta yang bersifat semi-formal. [1] [4]
Baca: Bitcoin (BTC)
Sejarah
Sebelum digunakan oleh seragam Amerika, Celana Chino pertama kali dipakai oleh seragam tentara Inggris.
Karena celana ini digunakan untuk para militer perang maka rancangan dan design celana chino ini sangat sederhana, tanpa lipatan dan mempunyai design yang mengerucut serta lurus pada bagian pinggang.
Bahan dari chino itu sendiri juga awet dan tahan lama, ringan, nyaman dan sangat baik dipakai pada kondisi yang hangat, maka dari itu celana ini sangat nyaman di medan perang.
Warna khakis mempunyai masa keemasannya pada abad ke 19 di negara Inggris, Khakis mulanya dibuat agar menyatu dengan lanskap India pada zaman kependudukan Inggris di negara tersebut.
Sementara militer Amerika Serikat baru mengenakan khakis untuk seragam mereka pada akhir abad ke 19.
Saat Amerika menduduki Filipina setelah perang antara Spanyol-Amerika, Istilah chino baru mulai populer di masa itu.
Hal tersebut dikarenakan penduduk Filipina yang kebanyakan menggunakan bahasa Spanyol, sehingga banyak sekali istilah-istilah yang diserap ke dalam Bahasa Inggris dari bahasa Spanyol.
Bentuk dan model Chino tentara Amerika juga mempunyau design yang lurus dan sangat sederhana tanpa adanya lipatan, ditambah resletting plus sebuah kancing pada bagian depannya.
Masyarakat Amerika mulai menggunakan celana ini pada awal abad ke 20, biasanya mereka memakai pada acara semi informal.
Bahkan anak sekolah dan kuliah pada saat itu juga memakai celana chino ini pada kegiatan belajar mereka.
Puncak keemasan celana chino terjadi pada tahun 1950 an karena saat itu celana jeans tidak pantas untuk dipakai saat kesekolah atau kuliah.
Seiring perkembangan zaman, celana chino terus berkembang dari berbagai design dan modelnya.
Perubahan design celana chino ini menimbulkan banyaknya jenis-jenis celana chino dan variasi pada setiap celana tersebut, mulai dari adanya kantong yang memiliki kapasitas besar dan kecil, lipatan pada bagian depan, sampai pada hal-hal detail lainnya.
Saat ini banyak juga terdapat celana chino yang dikhususkan untuk kaum wanita. [2]
Baca: Ukulele
Bahan Cotton Twill
Cotton twill sendiri merupakan bahan yang digunakan untuk membuat celana chino karena bahannya yang fleksibel, ringan, dan mudah dibuat dengan pola diagonal.
Untuk saat ini, chino pants sudah dirancang dengan model yang lebih keren dan modern dengan gaya slim-fit atau skinny.
Selain dengan warna yang maskulin, chino juga hadir dengan warna yang cerah dan detil yang lebih menarik, dinamis, dan style yang lebih kekinian.
Chino pants juga bisa digunakan untuk acara formal maupun casual.
Baca: Flanel