Selalu Bergaya Hidup Sehat, Inilah Gejala Kanker Prostat yang Dialami Kak Seto Serta Pencegahannya

Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Semakin bertambahnya usia, laki-laki semakin rentan untuk terserang kanker prostat.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Psikolog anak Seto Mulyadi, atau yang kerap disapa Kak Seto, baru saja mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis terkena kanker prostat.

Namun, Kak Seto mengaku menghadapinya dengan penuh rasa syukur, ikhlas dan tabah, meskipun diakui ia dan keluarga cukup terkejut dengan keadaan ini.

Belajar dari situasi ini, kita perlu mengetahahui beberapa fakta tentang kanker prostat dan gejala yang perlu diwaspadai.

Melansir pemberitaan Kompas.com, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP menjelaskan dalam sebuah acara diskusi media di Yayasan Kanker Indonesia, September 2019 lalu, bahwa kanker prostat terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan berkembang di luar kendali.

Prostat sendiri merupakan bagian dari sistem reproduksi pria yang berada di bawah kandung kemih.

Pada umumnya, penyakit ini jarang terjadi pada pria di bawah 50 tahun.

Namun, kanker prostat meningkat tajam pada usia 60 tahun dan pada kelompok usia 70 tahun ke atas, terdeteksi pada satu di antara 11 pria.

Beberapa faktor risiko kanker prostat antara lain usia, ras kulit hitam, ada riwayat kanker prostat dalam keluarga, polimorfisme atau variasi struktur genetik, obesitas, pola makan yang berlemak tinggi dan berserat rendah, gaya hidup tidak sehat, merokok, hingga kekurangan vitamin D.

Psikolog anak Kak Seto alias Seto Mulyadi mengungkapkan dirinya menderita kanker prostat. (instagram.com/kaksetosahabatanak)

Baca: Kanker Prostat

Gejala Kanker Prostat

Sayangnya, banyak yang tidak menyadari gejala kanker prostat karena perjalanan penyakit ini memang lambat.

Beberapa gejala kanker prostat yang perlu diwaspadai yakni buang air kecil lebih sering dari biasanya dan aliran urin melemah atau terganggu.

Bisa juga adanya rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, rasa sakit terus menerus pada punggung bawah, sulit ereksi, rasa sakit di dua area tubuh, dan lainnya.

Setelah tumor menyebabkan kelenjar prostat membengkak, atau sekali kanker menyebar di luar prostat, maka penderita berpotensi mengalami beberapa gejala lain.

Gejala yang tersebut termasuk kesulitan buang air kecil berdiri, merasakan sakit atau terbakar ketika buang air kecil, sakit atau terbakar ketika ejakulasi, dan kurang cairan ketika ejakulasi.

Lalu, terdapat darah di kencing atau air mani, tekanan atau rasa sakit pada rektum, penurunan jumlah cairan saat ejakulasi, hingga rasa sakit atau kekakuan pada tulang rusuk dan panggul.

Seseorang yang mengalami pertumbuhan kanker prostat pada awalnya tidak bisa merasakan pertumbuhan tumor terhadap apa pun, sehingga tidak ada rasa sakit yang terjadi.

Hal itu membuat seseorang yang mengalaminya bisa tidak tahu tentang adanya perkembangan penyakit dalam dirinya pada beberapa tahun awal.

Tetapi, tidak semua laki-laki yang menderita kanker prostat mengalami sakit di area yang sama dan memiliki tingkat rasa sakit yang sama.

Rasa sakit lebih umum terjadi pada laki-laki dengan kanker yang menjalar hingga ke tulang.

Menurut Cancer Network, sekitar 70-85 persen pasien dengan kanker prostat tingkat lanjut mengatakan metastasis tulang tampak secara klinis.

Lalu, 20-25 persen lainnya memiliki metastasis hati, yakni kanker yang telah menyebar ke hati dari kanker yang dimulai di tempat lain dalam tubuh.

Baca: Kak Seto Ungkap Derita Kanker Prostat, Unggahan di Instagram Dibanjiri Komentar Doa Netizen

Ketika sudah bermetastasis, kanker prostat bisa menyebar ke kelenjar getah bening, serta tulang dan menyebabkan penderitaan hebat di area pinggul, punggung dan dada.

"Banyak pasien yang datang karena nyeri tulang, tetapi pas diperiksa ternyata dari prostat yang menyebar," ujar Aru.

Kanker prostat rawan diderita oleh pria berusia di atas 65 tahun. (dreamstime.com)

Pentingnya deteksi sejak dini

Kanker yang sering kali dialami oleh pria ini sebenarnya bisa diobati dengan deteksi dini.

Di Amerika Serikat, misalnya, sekitar satu dari sembilan pria terdiagnosis mengalami penyakit ini.

Namun, deteksi dini membantu efektivitas pengobatannya dan membuat angka kematian akibat kanker prostat di negara itu hanya satu dari 41 kasus.

Deteksi dini membantu menekan penyebaran sel kanker ke seluruh organ tubuh sehingga pengobatan akan membuahkan hasil yang efektif.

Untungnya, deteksi dini kanker prostat tidak sulit dan tergolong murah.

Lalu, perkembangannya sangat lama, membutuhkan waktu 20 tahun untuk memunculkan gejala dan 3 hingga 15 tahun untuk menjadi kanker laten.

Aru merekomendasikan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi dini kanker prostat.

Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh semua pria yang berusia 55 tahun ke atas, dan mulai dari usia 50 tahun bila memiliki faktor risiko kanker prostat.

Selain colok dubur, kanker prostat juga bisa dideteksi melalui tes PSA.

Namun, tes PSA tidak dianjurkan untuk dilakukan tanpa colok dubur karena tingginya PSA tidak selalu dikarenakan oleh kanker prostat dan interpretasi yang tidak tepat oleh orang yang bukan ahli bisa menimbulkan kepanikan.

Jika diduga mengalami kanker prostat, dokter bisa menyarankan diagnosis lebih lanjut melalui ultrasonografi, biopsi prostat dan tes PCA3 yang merupakan penanda genetik lain terkait kanker prostat.

Pencegahan

Terdapat faktor-faktor risiko tertentu untuk kanker prostat, seperti usia, yang tidak dapat kita kendalikan.

Tetapi, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker prostat datang, yaitu menghindari merokok, berusaha diet dan rutin berolahraga.

Baca: Viral Foto Rambut Ikonik Miliknya, Kak Seto Sebut Gaya Rambut Berponinya untuk Tutupi Luka di Dahi

(Tribunnewswiki/Septiarani, Kompas/Nabilla)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belajar dari Kak Seto, Ini Gejala Kanker Prostat yang Perlu Diwaspadai"



Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer