Mengenal Sosok Din Syamsuddin, Mantan Ketum PP Muhammadiyah yang Dituding Radikal

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin memberikan sambutan saat Sidang Tanwir Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulsel, Sabtu (1/8). Sidang Tanwir membahas pemantapan materi yang akan dibahas dalam sidang Muktamar yang diikuti pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah dan Utusan Wilayah serta memilih 39 calon sebagai pimpinan Muhammadiyah periode 2015-2020 yang akan diajukan dalam Sidang Muktamar Muhammadiyah pada 3-7 Agustus 2015.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dilaporkan oleh Gerakan Anti Radikalisme ITB (GAR ITB) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena dituduh radikal.

Karena kabar tersebut, nama Din Syamsudin mendadak menjadi perbincangan publik.

Berbagai tokoh langsung angkat bicara, mulai dari Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti hingga Menko Polhukam Mahfud MD.

Lalu siapakah sosok Din Syamsudin?

Prof Dr KH Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau yang lebih dikenal sebagai Din Syamsuddin adalah seorang tokoh Muhammadiyah.

Din Syamsuddin lahir di Sumbawa, NTB pada 31 Agustus 1958.

Din Syamsuddin menempuh pendidikan dasar dan menengah di Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Nahdhatul Ulama (NU) Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah itu, Din Syamsuddin melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur.

Lulus dari pondok pada 1975, Din Syamsuddin kemudian melanjutkan ke IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah di Falkultas Ushuluddin, Jurusan Perbandingan Agama dan lulus pada 1982.

Din Syamsuddin juga meneruskan pendidikan master dan doktornya di luar negeri di University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, Interdepartmental Programme in Islamic Studies.

Baca: Pandji Pragiwaksono Trending Topik karena Video Sebut NU dan Muhammadiyah Jauh dari Masyarakat

Tribunnews/Herudin Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Koalisi yang digagas oleh Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh itu sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera. (Tribunnews/Herudin)

Katika masih menjadi pelajra, Din Syamsuddin diketahui aktif di berorganisasi.

Din Syamsuddin pernah menjadi Ketua Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Cabang Sumbawa.

Sedangkan saat kuliah, Din Syamsuddin aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), berlanjut ke Pemuda Muhammadiyah, bahkan sampai ke organisasi induknya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Rekam jejak

Din Syamsuddin.(KOMPAS/RADITYA HELABUMI) (Kompas.com)

Baca: Soal Hadirnya Dubes Palestina di Acara KAMI, Din Syamsuddin: Hal Biasa dan Sering Terjadi

Pada 1993, Din Syamsuddin pernah bersinggungan dengan dunia politik praktis dengan mengomandani litbang Golkar.

Din Syamsuddin juga pernah menjadi anggota MPR dari Fraksi Golkar dan sempat ditunjuk menjadi Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Depnaker RI.

Mulai pada 2000, Din Syamsuddin menguundrukan diri dari dunia politik dan mulai aktif di dunia akademisi dan organisasi keagamaan social.

Din Syamsuddin menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi, seperti UMJ, UHAMKA, UI, dan UIN.

Din Syamsuddin merupakan ketua umum PP Muhammadiyah selam 10 tahun sejak 8 Juli 2005 – 6 Agustus 2015.

Pada 2010, Din Syamsuddin mulai menajabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia hingga 2014.

Kemudian pada 2014, Din Syamsuddin diangkat menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Din Syamsuddin juga aktif di dunia internasional, seperti di Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), World Islamic People's Leadership (WIPL), World Council of World Islamic Call Society (WCWICS), Asian Committee on Religions for Peace (ACRP), World Peace Forum (WPF).

Baru Melangsungkan Pernikahan

Pernikahan Din Syamsuddin dan cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, KH Imam Zarkasyi, yaitu Rashda Diana, Minggu (3/1/2021). (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Baca: Walau Sebut Jokowi Orang Baik, Din Syamsuddin: Presiden Tak Kuasa Atasi Orang Buruk di Sekitarnya

Din Syamsuddin baru melepas status duda, dengan menikahi Rashda Diana.

Dia merupakan cucu dari pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur.

Pernikahan mereka digelar secara tertutup pada Minggu (3/1/2021).

Din Syamsuddin memberi maskawin sesuai dengan tanggal pernikahan yaitu berupa uang tunai Rp 3.012.021 dan emas seberat 4,8 gram.

Jumlah maskawin uang yang dijadikan mahar itu sesuai dengan tanggal pernikahan, yakni 3 Januari 2021.

Kepala KUA Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Muhammad Auliyaussofi membenarkan jumlah maskawin yang diberikan Din Syamsuddin kepada Rashda Diana.

“Maskawinnya tadi diserahkan di depan saya saat prosesi akad nikah berlangsung.

Baca: Presiden Jokowi Teken Perpres Penolak Vaksinasi Bisa Didenda hingga Bansos Dihentikan

Maskawinnya berupa uang tunai Rp 3.012.021 dan emas seberat 4,8 gram,” kata pria yang akrab disapa Sofi itu seperti dikutip dari Kompas.com.

Akan tetapi Sofi tidak mengetahui makna dan arti maskawin tersebut.

Sofi mengatakan, jumlah uang tunai dan emas yang diberikan sebagai maskawin menjadi hak privasi kedua mempelai.

Pernikahan Din Syamsudin dan cucu pendiri Pondok Gontor, Rasdha Diana berlangsung di rumah pimpinan Pondok Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (3/1/2021) pagi.

Dalam akad nikah itu, kakak kandung mempelai perempuan, KH Fairuz Subakir Ahmad selaku wali nikah Rashda Diana.

Sementara saksi Din Syamsudin adalah Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.

Acara akad nikah itu berlangsung tertutup dan hanya dihadiri keluarga inti kedua mempelai.

Akad nikah berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 10.30 WIB.

(TribunnewsWiki.com/Sara/Amy/Nur)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer