Gempa tersebut mengakibatkan 80 orang mengalami cedera parah.
Dampak lain yang terjadi pasca gempa yakni jalan tol di jalur Joban Tohoku ditutup satu jalur.
"Pengumpulan data sementara korban cedera 80 orang, pembangkit nuklir aman di Tohoku, dan jalanan tol Joban di Tohoku terpaksa ditutup satu jalur," papar Sekretaris Kabinet, Katsunobu Kato dalam jumpa pers, Minggu (14/2/2021) pagi.
Pihak badan meteorologi Jepang menaikkan angka kekuatan gempa menjadi magnitude 7,3 yang semula hanya 7,1.
"Gempa susulan akan muncul dan monitor masih terus dilakukan. Diharapkan orang yang berada di lokasi berbahaya segera mengungsi," ungkap pejabat tinggi Badan Meteorologi Jepang, Minggu (14/2/2021).
Di Kota Soma, longsoran dan pohon tumbang menutupi jalan tol Joban Tohoku.
Hal itu menyebabkan jalan tol tersebut ditutup satu jalur.
Semua mobil yang tertimbun longsoran tersebut telah berhasil dievakuasi oleh pihak kepolisian setempat.
Untungnya, para penumpang selamat.
Baca: Sering Terjadi Bencana Alam Gempa Bumi, Berikut Cara Antisipasi Gempa Menurut BMKG
Baca: Potensi Gempa Bumi Tinggi, BMKG: Banyak Sesar Aktif di Jawa Barat
Shinkansen Tohoku dan Yamagata telah pulih, bergerak kembali setelah sekitar 40 menit terhenti beroperasi akibat listrik padam dan gempa yang besar.
Gempa besar yang terjadi kali ini adalah yang kedua setelah 11 Maret 2011 lampau.
Daerah yang paling parah terpukul gempa di Kota Soma dan sekitarnya serupa dengan gempa 10 tahun lalu.
Perpustakaan buku berantakan, konbini yang menjual makanan berjatuhan ke lantai.
Demikian pula barang di dalam rumah-rumah berjatuhan ke lantai serta dinding bangunan banyak yang retak.
Gempa di kedalaman 60 km di bawah laut, yang letaknya sekitar 40 km dari pembangkit nuklir Fukushima.
"Tidak ada kekhawatiran tentang tsunami akibat gempa yang terjadi kemarin. Selain itu, belum ada laporan kelainan terkait tenaga nuklir, dan semuanya normal. Korban cedera telah dikonfirmasi," ungkap PM Jepang Yoshihide Suga.
PM Suga akan mengadakan pertemuan menteri terkait mulai pukul 09.00 waktu Jepang hari ini.
"Kami mengimbau warga di daerah yang guncangannya kuat, tolong jangan keluar dan bersiaplah untuk gempa susulan," pesan Suga.
Menurut Departemen Pemadam Kebakaran setempat, gempa tersebut melukai sedikitnya 80 orang di Prefektur Miyagi dan Fukushima.
Baca: Sejumlah Rumah Warga dan Ubin RSUD di Talaud Rusak Akibat Gempa, Ini Sumber Pemicunya
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 23 Januari 1556: Gempa Bumi Dahsyat di China Tewaskan 830 Ribu Penduduk
Di Kota Koriyama, seorang wanita berusia 60-an jatuh dari tangga rumahnya dan menderita cedera serius, patah tulang pada pangkal kakinya.
Di Kota Shirakawa, seorang wanita berusia 80 tahun terluka akibat laci yang terjatuh, dan seorang wanita berusia 59 tahun terluka oleh bola lampu yang jatuh mengenai kepalanya.
Di Yabuki-cho, sebuah altar Buddha yang jatuh menghantam kepala seorang wanita berusia 68 tahun, dan di Shinchi-cho, sepotong kaca mengenai wajah seorang wanita berusia 67 tahun dan terluka.
Dari jumlah tersebut, setidaknya 18 orang berusia belasan hingga 100 tahun terluka di Kota Sendai karena jatuh atau menginjak pecahan kaca.
Di Kota Ishinomaki, seorang pria berusia 80-an jatuh di rumah dan mengeluarkan darah dari kepalanya.
Di Kota Higashi Matsushima, seorang wanita berusia 80-an jatuh dari tempat tidurnya dan melukai bahunya.
Di Sanbongi, Kota Osaki, seorang pria berusia 40-an menabrak kotak yang jatuh, dan di Kota Misato, seorang pria berusia 20-an memukul lemari berlaci.
Di Kota Yamamoto, seorang pria berusia 70-an dan seorang wanita berusia 80-an jatuh dan terluka.
Selain itu, menurut Markas Besar Layanan Sipil Wilayah Sennan, yang memiliki yurisdiksi atas Kota Ogawara dan Kota Shiroishi, lima orang terluka.
"Mereka menginjak kaca yang pecah akibat gempa bumi," ujarnya.
Pada pukul 02.30 pagi, tiga orang terluka di Prefektur Tochigi.
Menurut Dinas Pemadam Kebakaran Kota Utsunomiya, dua wanita berusia 30-an dan 80-an jatuh dan terluka ringan dan diangkut secara darurat.
Selain itu di Kota Nasu, satu orang diberitahu ke kantor pemerintah bahwa kakinya terluka akibat gempa.
Cuaca Fukushima saat gempa minus 2 derajat celcius dan tidak ada keributan saat gempa.
Namun mati lampu sempat terjadi sekitar 2 jam di daerah Tohoku dan Kanto khususnya Kawasaki.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 80 Orang Cedera, Pembangkit Nuklir Fukushima Jepang Aman, Jalan Tol Joban Tohoku Ditutup Satu Jalur