Patah Tulang (Fraktur)

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Patah tulang tangan memerlukan penanganan secara medis


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Patah tulang atau fraktur adalah kondisi yang terjadi ketika tulang patah, retak, atau pecah.

Kondisi ini dapat terjadi saat tulang menerima gaya atau tekanan secara berlebihan daripada yang dapat diterimanya.

Ada beberapa tipe patah tulang berdasarkan bentuknya, yakni patah tulang melintang, memanjang, patah di beberapa tempat, atau patah menjadi beberapa bagian.

Berbagai kondisi patah tulang tersebut dapat ditandai dengan rasa nyeri pada area yang mengalaminya ketika disentuh, membengkak, dan sulit digerakkan.

Patah tulang dapat menimpa berbagai kelompok usia, tetapi individu dengan tulang rapuh atau kepadatan tulang yang rendah, lebih berisiko mengalaminya.

Patah tulang bisa ditangani dengan pertolongan pertama, tindakan medis seperti pemasangan gips, hingga pembedahan bagi kasus yang lebih parah.

Tulang berfungsi untuk menerima tekanan saat jatuh atau kecelakaan, tapi tetap mempunyai batas kemampuan untuk menerima tekanan.

Ketika tekanan yang terjadi lebih besar daripada kemampuan tulang untuk menahannya, maka akan terjadi patah atau retak pada tulang.

Kekuatan atau tekanan yang menyebabkan patah tulang biasanya terjadi secara mendadak atau sangat kuat.

Kekuatan dari tekanan yang terjadi akan menentukan beratnya patah tulang yang diderita. [1]

Baca: Kanker Tulang

  • Jenis-jenis


Berdasarkan karakteristiknya, patah tulang dibagi menjadi beberapa jenis berikut ini.

1. Fraktur tertutup dan fraktur terbuka

Fraktur tertutup disebut juga dengan fraktur sederhana (simple fracture).

Pada fraktur ini, tidak ada robekan pada kulit sehingga tidak ada tulang yang mencuat keluar.Fraktur terbuka disebut juga dengan compound fracture.

Pada fraktur terbuka ini, ujung dari patahan tulang akan merobek kulit.Ketika tulang serta organ dalam tubuh lainnya terbuka, maka risiko untuk terkena infeksi akan lebih tinggi.

2. Fraktur lengkap dan fraktur tidak lengkap

Pada fraktur tidak lengkap, tulang tidak patah sepenuhnya atau hanya mengalami keretakan.

Fraktur tidak lengkap lebih umum terjadi pada anak-anak karena tulang mereka lebih lunak dibandingkan dengan tulang orang dewasa, sehingga tulang tersebut lebih mudah untuk bengkok dibandingkan patah.

Fraktur yang termasuk di dalam jenis ini, antara lain:

• Hairline fracture: tulang mengalami keretakan tipis

• Greenstick fracture: tulang patah pada satu sisi, dan hanya bengkok di sisi lain.

• Buckle atau torus fracture: paling sering terjadi pada anak-anak, saat patah tulang terjadi akibat tekanan berlebih

Pada fraktur lengkap, tulang tersebut benar-benar patah. Tulang dapat patah atau hancur menjadi dua kepingan tulang, bahkan lebih.

Fraktur yang termasuk dalam jenis ini adalah:

• Single fracture (fraktur tunggal): tulang patah pada satu tulang dan menjadi dua bagian

• Comminuted fracture: tulang remuk atau hancur menjadi tiga bagian atau lebih

• Compression atau crush fracture (fraktur kompresi): tulang hancur atau remuk karena tekanan

• Non-displaced fracture: tulang patah atau hancur menjadi berkeping-keping, tetapi tetap berada pada tempatnya.

• Displaced fracture: tulang yang hancur menjadi berkeping-keping keluar dari tempatnya.

• Segmental fracture: tulang patah menjadi dua bagian dengan cara tertentu, yang menyebabkan setidaknya satu bagian tulang mengambang dan tidak menempel pada tulang lainnya.

Selain itu, ada pula beberapa jenis fraktur lainnya, seperti:

• Fraktur avulsi: otot atau ligamen menarik tulang hingga menyebabkannya patah

• Fraktur patologis: patah tulang terjadi karena adanya penyakit yang menyebabkan tulang menjadi rapuh.

• Fraktur spiral: fraktur pada setidaknya satu bagian tulang yang terpilin

• Fraktur stres: tulang patah karena tekanan dan beban berulang (biasanya dialami oleh atlet) [1]

Baca: Batu Ginjal

  • Tanda dan Gejala


Sebagian besar patah tulang disertai dengan rasa sakit yang intens pada waktu cedera terjadi.

Rasa sakit akan memburuk apabila penderitanya bergerak atau menyentuh area yang cedera.

Pingsan, merasa pusing atau dingin mungkin terjadi karena rasa sakit dan syok yang dialami.

Adapun tanda dan gejala pada kondisi ini berupa:

• Nyeri parah, terutama jika area patah tulang disentuh

• Bergesernya beberapa bagian tubuh, sehingga tidak sesuai dengan anatomi (deformitas)

• Pembengkakan, kemerahan, dan memar

• Mati rasa dan kesemutan

• Kesulitan untuk menggerakkan anggota tubuh

• Pada beberapa kasus, Anda dapat melihat tulang yang patah mencuat keluar dari kulit. [1]

Baca: Kanker Prostat

  • Penyebab


Penyebab patah tulang bisa karena benturan atau penyakit yang mengakibatkan penurunan kepadatan tulang (osteopenia).

Osteopenia dapat memicu patah tulang meskipun tidak terjadi benturan.

Penyebab lainnya adalah adanya penyakit kronis, seperti tumor tulang dan osteoporosis. [2]

Baca: Kanker Serviks

  • Pengobatan


Pengobatan patah tulang meliputi obat penghilang rasa nyeri, pembidaian, pemasangan gips, penarikan tulang, dan fiksasi internal (operasi).

Pengobatan patah tulang dengan mengembalikan fungsi tulang seperti semula, juga dibutuhkan fisioterapi setelah operasi selesai. Fisioterapi sangat penting karena otot yang dibiarkan tidak beraktivitas lama- kelamaan akan mengecil, sehingga menghambat pergerakan seseorang. [2]

Baca: Sindrom Asperger

(TribunnewsWiki.com/Rakli)



Nama Patah Tulang


Nama Medis Fraktur


Sumber :


1. www.sehatq.com/penyakit/patah-tulang
2. www.klikdokter.com/penyakit/patah-tulang#Pengobatan


Penulis: Rakli Almughni
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer