Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolres Muba, AKBP Erlintang Jaya, Selasa (9/2/2021) malam.
“Iya benar, tapi sekarang sudah padam,” ujar Erlintang.
Polisi menemukan jika mobil tersebut memiliki tangki tambahan yang dimodifikasi.
"Mobil ini juga ternyata memiliki tangki tambahan yang dimodifikasi, ini juga masih akan didalami," sambung dia.
Kejadian tersebut terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) di Dusun 6 Talang Duku, Desa Teluk Kijing III, Kecamatan Lais, Kabupaten Muba, Selasa (9/02/2021).
Kebakaran yang tepatnya terjadi di SPBU Simpang Gardu Betung ini diduga akibat adanya percikan radiasi Handphone (Hp) dari dalam mobil yang sedang mengisi bahan bakar.
“Kalau merokok tidak ada, indikasi dugaan awal karena maen ponsel di dalam mobil." kata Erlintag.
"Mungkin karena faktor sinyal juga bisa menjadi pemicu percikan api."
"Makanya saat pengisian BBM dilarang mainin handphone, pokoknya dalam mobil itulah diduga karena maenin Hp,” papar dia.
Peristiwa tersebut menyebabkan 3 orang mendapatkan luka bakar.
Baca: Video Viral Detik-detik Mobil Meledak di SPBU, Tubuh Petugas Terkena Semburan Api dan Terbakar
Baca: Kronologi Ledakan di Sekitar SPBU Margomulyo Surabaya
Satu orang petugas SPBU Irfan Soni (22), serta dua penumpang mobil tersebut yakni Alip (14) dan Adit (13).
Saat ini para korban luka akibat kebakaran dilarikan ke rumah sakit.
Irfan petugas SPBU mengalami luka bakar 45 persen di bagian pinggang sampai kaki, Alip 20 persen di bagian wajah, dan Adit mengalami luka bakar ringan.
“Ketiga korban telah dievakuasi ke RS Betung, lalu dirujuk ke RS RK Charitas Palembang,” ujarnya.
Usai kejadian itu, SPBU tersebut ditutup sementara oleh pengelola untuk dilakukan olah TKP.
Sementara mobil yang terbakar diamankan sebagai barang bukti.
"Di SPBU juga sudah dipasang police line," jelasnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih jauh terkait peristiwa tersebut
Kejadian mobil meledak saat isi BBM ini bermula saat Nasution (42), warga Talang Jaya, Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, mengisi BBM jenis Premium di SPBU itu.
Kemudian kabin belakang mobil Suzuki Carry yang dikendarai Nasution tiba-tiba ada semburan api.
Api dengan cepat menyambar dispenser SPBU.
Kemudian api tersebut akhirnya membesar.
Kejadian tersebut membuat Irfan terkena sulutan api.
Sedangkan dua anak Nasution yang juga tersulut api berhasil turun menyelamatkan diri.
Mobil terbakar dan meledak di SPBU, ternyata pengemudi ngecas HP dan main game saat isi bensin.
Mobil Daihatsu Sigra warna putih BN 1505 WE terbakar di depan SPBU Jalan Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (24/1/2020).
Selain terbakar mobil tersebut juga mengeluarkan suara ledakan.
Kejadian tersebut mengakibatkan dua korban terluka.
Dilansir oleh Posbelitung.co, mobil mengalami kerusakan parah akibat terbakar.
Kerusakan tersebut ada di bagian luar mobil maupun di bagian dalam mobil hangus terbakar.
Pegawai SPBU Jalan Pilang, Desa Dukong Junaidi mengatakan, kejadian terjadi sekitar jam 10.45 WIB sesudah mobil mengisi BBM jenis premium sebanyak 40 liter.
Setelah mengisi BBM dan mau keluar dari SPBU mobil tersebut menimbul percikan api.
Saat itu juga langsung terdengar suara dentuman tidak jauh dari stasiun pompa nosel pengisian BBM.
Warga disekitar SPBU langsung menyuruh pengemudi keluar dan langsung mendorong mobil tersebut keluar dari halaman SPBU.
"Ada dua orang di dalam mobil, sopir dan anak kecil. Penyebab terbakarnya diduga konsleting listrik pada mobil karena pada saat mengisi BBM pemilik dalam keadaan mengecas Handphone dan anak kecilnya sedang bermain handphone," kata Junaidi kepada Posbelitung.co, Jumat (24/1/2020) di Kantor SPBU.
Baca: Tak Banyak yang Tahu, Ini Arti Kode Angka yang Tertulis di SPBU Pertamina
Peristiwa kebakaran satu unit mobil minibus jenis Daihatsu Sigra berwarna putih dengan nomor polisi BN 1505 WE terbakar tepat di depan SPBU Jalan Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (24/1/2020) ini sempat menjadi tontonan masyarakat sekitar.
Satu persatu pengemudi yang lewat berhenti sehingga membuat kemacetan di ruas jalan.
Selain itu juga terlihat anggota Satlantas Polres Belitung melaksanakan pengaturan lalu lintas guna mengurangi kemacetan.
Dari peristiwa kebakaran kendaraan tersebut mengakibatkan pengemudi mobil mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Wakil komandan regu II pemadam kebakaran (Damkar) dan logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Hairudin mengatakan, pihaknya menurunkan dua armada mobil damkar dan sembilan personel guna memadamkan mobil tersebut.
"Kami mendapat telpon sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung berangkat, dua mobil stand by," kata Hairudin.
Menurutnya, dugaan sementara penyebab terbakarnya mobil tersebut akibat korsleting listrik dikabel pengapian mobil sehingga menimbulkan percikan api.
"Tidak ada korban jiwa yang meninggal, tapi pengemudi mobil dibawa kerumah sakit akibat luka bakar," ungkap Hairudin.
Dua korban kebakaran mobil di SPBU Jalan Pilang, Jumat (24/1/2020), Ahmad Suntar (21) dan anaknya yang masih balita Askara dilarikan ke rumah sakit yang berbeda.
Ahmad Suntar warga Desa Juru Sebrang, Kecamatan Tanjungpandan, dilarikan ke RSUD Marsidi Judono. Sedangkan anaknya Askara dibawa ke RS Utama.
Kakak ipar korban Ifan (24) mengatakan menurut pengakuan adik iparnya (Ahmad Suntar) mobilnya terbakar dikarenakan korsleting listrik pada pengapian mobil.
Selain itu pada saat mengisi BBM di SPBU anaknya, Askara sedang bermain handphone dengan menonton youtube.
Lanjutnya, sesaat sesudah mengisi BBM dan mau keluar tiba-tiba keluar api dan handphone yang dimainkan anaknya pun panas dan langsung meledak.
"Kami saja terkejut mendapat kabar setelah sholat jumat tadi," kata Ifan (24) kepada Posbelitung.co, Jumat (24/1/2020) sore di RSUD Marsidi Judono.
Ia mengungkapkan, adapun luka bakar yang diderita adik iparnya tersebut di bagian leher, wajah, dan tangan sebelah kanan.
Sedangkan anaknya AP (1) ia tidak tahu pasti sebab disana ada keluarga yang menjaga.
Lebih lanjut, ia mengatakan adik iparnya memang sengaja mengisi BBM untuk jalan-jalan. Adapun mobil tersebut masih terbilang baru dibeli beberapa bulan.
Sementara itu kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Marsidi Judono, dr Gusnur mengatakan, pada saat dibawa ke rumah sakit korban AS (21) sudah mengalami luka dibagian wajah, leher, lengan kanan hampir semuanya, dan lengan kiri sebagian, jadi apabila dihitung secara medis sekitar 19-20 persen luka bakarnya,
"Saat ini pihak rumah sakit sudah melakukan penanganan dan memberikan terapis," kata dr.Gusnur kepada Posbelitung.co, Jumat (24/1/2020).
Ia mengungkapkan, terkait kesembuhan korban pihaknya tidak bisa memprediksi, sebab respon tubuh setiap orang mempunyai perbedaan.
"Diprediksi kemungkinan 2-3 hari, tergantung dokter penanggung jawab pelayanannya, itu juga belum pasti," ungkap d .Gusnur.
Lebih jauh, ia menambahkan adapun obat yang diberikan seperti anti biotik, salep, dan yang terpenting adalah cairan, sebab luka bakar gampang menguap dan menyebabkan dehidrasi pada kulit sehingga mengelupas.
"Jadi apabila tidak diberikan cairan takutnya menimbulkan rasa sakit dan nyeri yang tidak tertahankan," jelas dr Gusnur
Mobil Daihatsu Sigra warna putih BN 1505 WE yang terbakar di depan SPBU Jalan Pilang, Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (24/1/2020) mengakibatkan dua korban terluka.
Sementara mobil mengalami kerusakan parah akibat terbakar. Baik di bagian luar mobil maupun di bagian dalam mobil hangus terbakar.
"Akibat kejadian ini pengemudi dan anaknya mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit," kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Poltak ST Purba.
Untuk mengungkap penyebab kebakaran, Polsek Tanjungpandan sudah memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian.
Kemudian polisi juga mengecek rekaman CCTV yang ada di SPBU.
Baca: Dilaporkan Kecelakaan Lalu Lintas, Karyawan SPBU yang Tewas di Jalan Ternyata Korban Pembunuhan
Baca: Bermodalkan Senjata Mainan, Pria Berjaket Ojol di Bali Nekat Rampok SPBU
"Tim identifikasi dari Polres Belitung sudah melakukan pemeriksaan terhadap mobil tersebut," ujar Kapolsek Tanjungpandan AKP Poltak S.T Purba.
Poltak ST Purba mengatakan kebakaran mobil tersebut diperkirakan disebabkan oleh korsleting listrik pada pengapian mobil.
Selain itu juga diduga disebabkan oleh pancaran radiasi handphone, karena pada saat mengisi BBM sang anak pengemudi sedang bermain handphone.
Sementara itu untuk total kerugian akibat kebakaran belum bisa dipastikan. Pemilik mobil masih trauma dan belum bisa diambil keterangan.
Baca: Video Detik-detik Mobil Terbakar di SPBU saat Isi Bensin, Keberanian Sopir Jadi Sorotan
Baca: Wanita Diduga Gangguan Jiwa Lahirkan Anak di SPBU Tanpa Pertolongan, Kondisi Keduanya Memprihatinkan
Babinsa Desa Dukong Suprianto mengatakan, kejadian kebakaran mobil tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB, lalu masyarakat menelpon babinsa sekitar pukul 11.00 WIB.
"Kami dari pihak babinsa langsung menelpon pemadam kebakaran (Damkar) dan pihak kepolisian," kata Suprianto kepada Posbelitung.co, Jumat (24/1/2020)
Menurutnya, kebakaran mobil tersebut diakibatkan oleh korsleting kabel pada mobil sehingga menimbulkan percikan api lantaran pada saat mengisi BBM jenis premium anak sang pengemudi bermain handphone.
"Setelah mau keluar sesudah mengisi BBM, timbul percikan dan langsung didorong masyarakat ke pinggir jalan keluar dari halaman SPBU," ungkap Suprianto.
Artikel ini telah tayang di Sripoku dengan judul Kronologi 1 Unit Mobil Terbakar di SPBU Teluk Kijing Muba, Diduga Karena Main HP Saat Ngisi BBM