Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ) Muhadjir Effendy menyebut masyarakat dan media menjadi peran penting dalam berjalannya PPKM mikro ini.
"Pendekatan kita dalam PPKM mikro yaitu pentahelix. Artinya selain pemerintah, juga melibatkan masyarakat, media, akademisi, komunitas, dan pengusaha," kata Muhadjir, dikutip Kompas.com dari siaran pers, Selasa (9/2/2021).
Sebab, kata dia, masyarakat adalah orang yang mengetahui seluk-beluk lingkungannya dalam mendeteksi dan mengendalikan penularan Covid-19 di sekitar.
"Yang tahu persis lingkungan itu adalah masyarakat sana, khususnya petugas RT dan RW. Salah satu tugas utama petugas RT dan RW adalah menjadi informan," kata dia.
"Kalau ada kasus, dia nanti yang tahu persis di mana tinggalnya, kontak eratnya siapa saja. Nanti kemudian kasusnya disampaikan kepada tenaga tracer dan epidemiologi," ujar Muhadjir.
Tak hanya itu, disiplin masyarakat juga dinilai berperan dalam pelaksanaan PPKM mikro.
Baca: Pemerintah Terapkan PPKM Mikro, Epidemiolog: Kebijakan Tidak Berbasis Data Terkini
Baca: Apa Itu PPKM Berskala Mikro? Kebijakan Baru Jokowi yang Mulai Berlaku pada 9 Februari 2021
"Sehingga penularan dapat ditekan sekecil mungkin, demikian pula dengan kasus kematian dapat diturunkan," kata dia.
Selain masyarakat, Muhadjir menyebut juga menyoroti peranan media massa yang tak kalah pentingnya dalam penanganan Covid-19.
Media juga merupakan salah satu unsur pentahelix yang digandeng pemerintah untuk menyampaikan informasi yang benar, edukasi dan promosi protokol kesehatan, serta menginformasikan temuan-temuan baru terkait penanganan Covid-19.
"Media juga dapat membantu membangun solidaritas, kekompakan dan keselarasan kerjasama berbagai komponen masyarakat, selain dapat membantu dalam meluruskan informasi salah (hoaks) yang melanda," ucap dia.
Menko PMK, Muhadjir Effendy juga menyebut, PPKM mikro bertujuan untuk mengefektifkan 3T (tracing, testing, dan treatment).
Dengan disiplin, kata dia, maka kegiatan 3T yang dilakukan juga bisa maksimal.
PPKM mikro di Jawa dan Bali akan dilaksanakan pada 9-22 Februari 2021.
"PPKM mikro dilaksanakan untuk mengefektifkan 3T dan untuk menyukseskan kebijakan ini perlu gotong royong dari semua pihak," kata Muhadjir, dikutip Kompas.com dari siaran pers, Selasa (9/2/2021).
Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Pelaksanaan PPKM mikro adalah lanjutan dari penerapan PPKM sebelumnya yang belum memberi dampak signifikan terhadap jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air.
Berbeda dari kebijakan PPKM sebelumnya, pada PPKM mikro ini penerapan Work From Home (WFH) ditambah menjadi 50 persen.
Sementara jam operasional pusat perbelanjaan diperpanjang hingga pukul 21.00.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menko PMK: PPKM Mikro untuk Efektifkan Tracing, Testing, dan Treatment"