Tanzania dikabarkan tidak termasuk dari negara Afrika yang menerima vaksin Covid-19, lapor kantor berita Turki Anadolu, Jumat (5/2/2021).
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) pada Kamis melalui program insiatif COVAX mulai mengirim sekitar 90 juta dosis vaksin Covid-19 ke Afrika pada Februari.
Sekitar 320.000 dosis vaksin Pfizer-BioNTech telah dialokasikan ke empat negara Afrika, yakni Rwanda, Cabo Verde, Afrika Selatan dan Tunisia.
Namun, Tanzania mengindikasikan tidak ada rencana untuk menerima vaksin Covid-19, setelah Presiden John Magufuli menyatakan keberatannya.
Magufuli menegaskan bahwa wabah Covid-19 telah dikalahkan di negaranya di Afrika Timur.
Hal itu karena adanya pertolongan Tuhan, bahkan ketika WHO mendesak kerja sama dari pemerintah.
Sementara itu, tak hanya Tanzania, Burundi juga tidak mendapatkan pasokan Covid-19.
Menteri Kesehatan Burundi mengatakan bahwa negaranya lebih peduli dengan tindakan pencegahan.
“Karena lebih dari 95 persen pasien sembuh, kami perkirakan vaksin belum diperlukan,” lapor media lokal, mengutip pernyataan Menteri Kesehatan Thaddee Ndikumana.
Perbatasan darat dan perairan Burundi pun tetap ditutup.
Daerah tersebut telah mendaftarkan lebih dari 1.600 kasus virus corona yang dikonfirmasi.
Sejak Juni tahun lalu, Presiden Tanzania, John Magufuli menyatakan bahwa negaranya bebas Covid-19.
Dia bersama para pejabat tinggi pemerintah yang lain mencemooh efektivitas masker, meragukan apakah pengujian virus akan berhasil.
Magufuli bahkan memperingatkan bahwa vaksin Covid-19 dapat berbahaya dan mendesak warga Tanzania untuk menghirup obat uap dan herbal sebagai pengganti.
Tidak jelas mengapa Presiden Magufuli begitu skeptis tentang vaksin, tetapi dia baru-baru ini mengatakan bahwa orang Tanzania tidak boleh digunakan sebagai "kelinci percobaan".
"Jika orang kulit putih bisa mendapatkan vaksinasi, mereka seharusnya sudah mendapatkan vaksinasi untuk AIDS, kanker dan TBC saat ini," kata Magufuli, yang sering menyatakan bahwa dirinya menentang imperialisme Barat.
Sekitar 60 persen vaksinasi diperlukan untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity) di 54 negara Afrika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika.
Jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di benua itu mencapai 3,6 juta pada Jumat, sementara jumlah kematian mencapai 93.647, menurut CDC Afrika.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berbekal Klaim Bebas Covid-19 dan Pertolongan Tuhan, Presiden Tanzania Tolak Vaksin"