Ternyata masker yang bentuknya menyerupai paruh bebek dan tidak langsung menyentuh mulut ini hanya bisa dipakai satu kali saja.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto, Minggu (17/1/2021).
"Duckbill satu kali pemakaian saja, karena semua masker pada dasarnya hanya sekali pakai," ujar Tonang seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Bahkan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Prof Budi Haryanto mengatakan kualitas masker duckbill sama dengan masker bedah.
Yakni bisa dipakai untuk mencegah penularan Covid-19.
"Duckbill sebenarnya kualitasnya setara dengan masker bedah yang digunakan standar tenaga kesehatan, jadi relatif masih bisa digunakan untuk mencegah penularan Covid-19 jika dibarengi dengan jaga jarak," ujar Budi, Minggu (17/1/2021).
Budi mengatakan, masker duckbill terdiri dari 3 lapisan bahan yang berarti masker ini mampu melindungi saluran pernapasan dari debu, serbuk sari, bakteri, virus, juga polutan udara.
"Setara dengan kualitas masker tenaga kesehatan," kata Budi.
Tonang pun juga mengungkapkan hal serupa.
Masker yang aman untuk menjamin perlindungan diri dari penularan Covid-19, lanjut Tonang, adalah masker yang minimal punya 3 lapis bahan.
Kemudian juga erat menutup hidung, mulut, dan dagu.
Hal ini dikarenakan jika memakai masker yang efektifitasnya tinggi, namun cara pemakaiannya tidak tepat, maka masker menjadi tidak efektif untuk perlindungan diri dari virus.
Hasil penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan terkait masker bekas pakai.
Penelitian terbaru ini menyebutkan penggunaan masker bekas pakai lebih berbahaya ketimbang tak memakai masker sama sekali, terkait risiko infeksi Covid-19 atau virus corona.
Masker bedah tiga lapis yang baru mempunyai tingkat efisiensi 65 persen dalam menyaring partikel di udara, seperti dilansir dari riset yang dimuat di jurnal Physics of Fluids, Selasa (15/12/2020).
Baca: Kamu Bisa Ikut Voting Online di Kompetisi Desain Masker Kingston X CSD, Ini Caranya
Baca: Cegah Covid-19 Lebih Efektif Pakai 2 Masker, Ini Penjelasannya
Akan tetapi, kualitas penyaringan masker menurun menjadi hanya 25 persen setelah digunakan.
Diketahui masker memperlambat aliran udara dan membuat orang lebih rentan menghirup partikel.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh para peneliti dari University of Massachusetts Lowell dan California Baptist University.
Ini menyebabkan masker wajah bekas tidak bisa menyaring droplet atau tetesan liur dengan ukuran terkecil.
"Wajar jika beranggapan bahwa memakai masker baru atau lama selalu lebih baik daripada tidak memakai masker sama sekali," ujar penulis studi, Jinxiang Xi.
"Namun, hasil studi kami menunjukkan anggapan ini hanya berlaku jika ukuran partikel lebih besar dari lima mikrometer."
"Artinya, dalil itu tidak berlaku untuk partikel halus yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer." lanjut dia.
Pelacakan cara masker memengaruhi aliran udara dan partikel dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan model komputer dari seseorang yang memakai masker bedah tiga lapis.
Para peneliti melihat bagaimana tetesan kecil menempel di wajah, di saluran pernapasan, dan hidung, faring, atau paru-paru dalam.
Adanya riset inilah yang mengungkapkan jika memakai masker bisa memperlambat aliran udara secara signifikan.
Bahkan juga mengurangi efektivitas masker, dan membuat seseorang lebih rentan menghirup aerosol ke dalam hidung.
"Kami menemukan efektivitas pelindung dari masker untuk saluran napas hidung menurun pada laju aliran oksigen masuk yang lebih rendah."
Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, lipatan dari masker juga memengaruhi pola aliran udara dan kemampuan masker untuk melindungi berubah jika dipakai berkali-kali.
"Kami harap otoritas kesehatan masyarakat meningkatkan langkah pencegahan untuk menghambat penularan Covid-19," kata Xi.
"Contohnya memilih masker yang lebih efektif, memakai masker dengan benar untuk memberi perlindungan maksimum, dan menghindari penggunaan masker bedah bekas atau kedaluwarsa," imbuh Xi.
Baca: Begini Cara Bedakan Masker Wajah Asli dan Palsu, Ternyata Bisa Dilihat dari Kemasannya
Baca: Cegah Covid-19 Lebih Efektif Pakai 2 Masker, Ini Penjelasannya
Seperti yang kita ketahui, penggunaaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan yang wajib diterapkan di masa pandemi Covid-19 ini.
Penggunaaan masker berguna untuk mengurangi risiko terpapar virus.
Sebagai catatan, pastikan untuk selalu memakai masker yang baru dan membawa cadangan, bukan masker bekas pakai saat sedang berada di luar rumah.
Berikut adalah rekomendasi untuk membuang masker duckbill yang termasuk masker sekali pakai agar tidak sembarangan.
Menurut rekomendasi WHO, berikut langkah-langkahnya:
1. Sebelum menyentuh masker, bersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau sabun dan air.
2. Lepaskan tali pengikat dari belakang kepala atau telinga, tanpa menyentuh bagian depan masker.
3. Saat Anda melepaskan masker, condongkan tubuh ke depan dan tarik masker dari wajah Anda.
4. Masker medis hanya untuk sekali pakai; segera buang masker, sebaiknya ke tempat sampah tertutup.
5. Bersihkan tangan Anda setelah menyentuh masker.
6. Waspadai kondisi masker; ganti jika kotor atau lembab.
Sebagian artikel ini telah tayng di Kompas.com dengan judul Masker Duckbill, Efektivitasnya Cegah Covid-19 dan Cara Merawat Limbah Masker