Sebab menurut dia, orang-orang yang diduga terlibat dalam kudeta tersebut telah teridentifikasi.
Hal itu diungkapkannya melalui cuitan Twitter pada Kamis (4/2/2021).
“'Kudeta tengsin' sudah ditumpaa kurang dari 24 jam. Pelakunya sudah terifentifikasi jelas,” tulis Andi Arief seperti dikutip Tribunnewswiki melalui Twitter @Andiarief__
Namun dalam cuitannya dia tidak mengatakan siapa pelaku yang dimaksud.
Akan tetapi dia menyinggung Presiden Joko Widodo untuk kelanjutan dugaan makar di Partai Demokrat ini.
Andi Arief mengatakan, jika para pelaku tidak diberhentikan dari jabatan di pemerintahan, maka ditakutkan muncul isu keterlibatan Jokowi dalam dugaan kudeta ini.
“Sekarang tergantung Pak Jokowi, apakah kantor kepresidenan akan terus terbebani sampai 2024 atau tidak.
Jika tidak diberhentikan, saya khawatir masyarakat akan menuduh ada keterlibatan,” lanjut Andi Arief.
Hingga berita ini diturunkan Tweet Andi Arief telah mendapatkan 490 retweets, 91 kali Quote Tweets, dan disukai oleh 2.465 pengguna Twitter.
Sementara itu, pihak istana menegaskan tidak akan merespon soal surat AHY mengenai isu kudeta Partai Demokrat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menegaskan pihaknya tidak akan menjawab surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.
Surat tersebut terkait isu pengambilalihan kepemimpinan AHY yang diduga melibatkan sejumlah pejabat penting dekat Presiden dan menyeret nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
"Jadi kami sudah menerima surat itu, dan kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut," kata Pratikno, melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/2/2021).
Pratikno menjelaskan, surat AHY tak akan dijawab pihaknya karena berisi tentang dinamika internal Partai Demokrat.
"Karena itu adalah perihal dinamika internal partai, itu adalah perihal rumah tanggal internal Partai Demokrat yang semuanya kan sudah diatur di dalam AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga)," ujar dia.
Seperti diketahui, isu kudeta di Partai Demokrat muncul setelah diumumkan oleh AHY.
Kemudian dia mengirimkan surat ke Presiden Jokowi untuk meminta klarifikasi.
Bedasarkan informasi yang diperoleh AHY, gerakan tersebut juga melibatkan pekabat penting yang berada di lingkarang Jokowi.
Meski demikian, AHY mengatakan, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam persoalan ini.
"Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhomat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," kata AHY, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Agus Yudhoyono, Senin.
Kemudian, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menggenapi pernyataan AHY. Herzaky menyebut, orang di lingkungan Istana yang hendak mengambil alih kekuasaan di partainya adalah Moeldoko.
Demokrat beranggapan, gerakan ini dilancarkan untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2024. Namun demikian, tudingan tersebut telah berulang kali dibantah Moeldoko.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istana Tak Akan Jawab Surat AHY soal Isu Kudeta di Partai Demokrat"