Singapura Geger oleh Maling Jemuran Spesialisasi Lingerie: Curi 60 Bra dan 44 Celana Dalam Wanita

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jemuran pakaian dalam. Seorang maling jemuran di Singapura telah ditangkap dan ditahan setelah mengaku sudah mencuri puluhan bra dan celana dalam wanita di apartemen Singapura.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Singapura, negara tetangga yang kecil namun dikenal dengan kesejahteraan warganya, ternyata juga punya warga maling jemuran.

Setidaknya, seorang pria ketahuan mencuri pakaian dalam perempuan penghuni apartemen sehingga harus menjalani pengadilan dan mendapat hukuman penjara. 

Pria yang dikenal maling spesialisasi pakaian dalam wanita sempat menggegerkan Singapura setelah berita tentang dirinya dimuat di media Singapura.

Saat ditangkap, polisi menemukan bukti bahwa ia menyimpan 60 bra dan 44 celana dalam wanita bekas pakai.

Dikutip dari kompas.tv, Selasa (2/1/2021), majelis hakim Singapura menjatuhkan hukuman penjara 7 bulan 1 minggu kepada So Chik Hwee.

Pemuda berusia 39 tahun ini merupakan warga Malaysia yang tinggal di Singapura, seperti dikutip Kompas.com yang dilansir dari Channel News Asia.

Baca: Maling Celana Dalam dan Bra hingga Sekarung, Duda Ini Dipergoki Adiknya dan Hampir Jadi Amukan Masa

Ilustrasi jemuran pakaian dalam. Seorang pria di Singapura telah ditangkap dan divonis bersalah karena tela mencuri puluhan bra dan celana dalam wanita.

So Chik Hwee mengaku bersalah atas tindak pidana tiga kali membobol apartemen dan mencuri pakaian dalam perempuan.

Laporan tersebut tidak menyebut apakah Chik Hwee mencuri pakaian dalam yang baru dicuci, yang belum dicuci, atau hantam kromo mengambil semua pakaian dalam yang dia bisa temukan, bersih atau kotor, baru atau rombeng. 

Dikutip dari Channel News Asia,  Chik Hwee dalam persidangan mengaku mulai mencuri lingerie atau pakaian dalam perempuan sejak 30 April 2019.

Baca: Kurang Modal, Maling Ini Gunakan Celana Dalam untuk Tutupi Mukanya saat Beraksi, Akhirnya Tertangkap

Entah mengapa, ia terinspirasi mencuri lingerie setelah melihat beberapa bra dan celana dalam dijemur di luar sebuah kamar apartemen.

Laporan yang dikutip dari Channel News Asia ini tidak menyebut ada barang lain yang dicuri selain pakaian dalam perempuan, yang menunjukkan Chik Hwee adalah seorang spesialis yang memiliki minat khusus dan dilengkapi bakat untuk menggapai minat tersebut.

Ilustrasi jemuran. Maling jemuran di Singapura ini mengkhususkan diri mengambil lingerie, yakni bra dan celana dalam wanita.

Untuk seorang maling jemuran yang memiliki fantasi seksual khusus, pemandangan yang berada di hadapannya, yaitu pakaian dalam yang dijemur berjejer rapi di balkon apartemen, melambai-lambai ditiup angin, adalah kode panggilan untuk berbuat jahat.

Chik Hwee mengamati dengan sangat serius kamar itu selama 10 menit, lalu mengendap-endap dan membobolnya ketika yakin tidak ada orang di dalam. 

Dia menyusup masuk dengan cara membuka jendela dan memasukkan tangannya untuk membuka pintu dari dalam.

Baca: Miris, Rumah Korban Sriwijaya Air Dibobol Maling, Dorongan Bayi hingga Tabung Gas Raib

Chik Hween lalu bergegas secara profesional, membongkar rumah dengan hati-hati, khusus untuk  mencari barang-barang incarannya di tumpukan cucian serta lemari.

Semua bra dan celana dalam yang dicurinya dimasukkan ke kantong plastik.

Namun pada satu kejadian, sebelum dia pergi, anak penghuni apartemen bersama pembantunya pulang.

Bergegas, Chik Hwee lalu menutup pintu kamar tidur dan bersembunyi di sana hingga keadaan dianggap aman, untuk kemudian menyelinap keluar bersama barang-barang curiannya.

Ilustrasi jemuran. Laporan medis dari Institute of Mental Health menemukan bahwa pelaku mengidap kelainan seksual yang bernama sexual fetish.

Pencurian kedua ia lakukan pada 25 Juni 2019, dengan naik lift ke lantai tertinggi dan berjalan menuruni tangga dari lantai ke lantai, untuk mencari sasaran.

Saat dia sampai di lantai 5, Chik Hwee melihat dua perempuan keluar kamar apartemen dan tidak mengunci kamarnya.

Ia lalu mengetuk pintu untuk memastikan tidak ada orang di dalam, dan setelah yakin tidak ada orang di dalam, dia kemudian masuk dan membongkar habis seluruh apartemen secara profesional. 

Hasilnya 26 bra, 11 pasang pakaian dalam, sepasang stoking, dan dua baju tidur atasan ludes dicuri Chik Hwee.

Laporan tersebut tidak menyebut apakah ada benda lain yang dicuri selain daleman perempuan, dan belum diketahui seberapa kesal perasaan korban pencurian Chik Hwee, mengingat mungkin di hari esok korban belum tentu memiliki pakaian dalam untuk digunakan.

Aksi ketiganya dilakukan pada Oktober 2020, setelah melihat pakaian dalam dijemur di lantai 6 apartemen.

Untuk sosok seperti Chik Hwee, pandangan yang menurutnya sangat indah itu tidak mampu dilawan.

Di sana Chik Hwee mencuri 3 bra dan 8 buah pakaian dalam.

Aparat kepolisian Singapura, seperti biasa, tidak pernah menganggap remeh setiap pengaduan kepada polisi, apalagi dari warga Singapura yang terkenal taat membayar pajak.

Setelah melakuan serangkaian penyelidikan profesional dengan seluruh prosedur dan peralatan milik kepolisian setempat, Chik Hwee berhasil diringkus akhir bulan itu.

Dokumen pengadilan tidak mengungkap bagaimana dia ditangkap, dan belum diketahui apakah Chik Hwe ditangkap secara dramatis atau secara biasa-biasa saja, dan belum diketahui bagaimana perasaan tetangga Chik Hwee, apalagi saudara dan handai taulan bila mengetahui perbuatan Chik Hwee. 

Saat diringkus, kepolisian menemukan Cik Hwee menyimpan 60 bra serta 44 celana dalam perempuan bekas pakai.

Belum didapat keterangan apakah Chik Hwee bisa menjelaskan dari mana asalnya, siapa pemiliknya, apakah dia mendapat izin pemilik pakaian dalam untuk menyimpannya, dan apakah Chik Hwee mencuci bersih pakaian dalam yang dia curi. 

Laporan medis dari Institute of Mental Health menemukan Chik Hwee mengidap kelainan seksual yang bernama sexual fetish.

Sexual Fetish adalah dorongan hasrat seksual kuat yang selalu muncul menggebu-gebu tak tertahankan setiap kali melihat pakaian dalam perempuan, khususnya bra dan celana dalam.

Tujuannya hanya satu, yaitu untuk mencapai kepuasan seksual.

Tidak ada motif lain, seperti motif ekonomi maupun motif sosial yang ditemukan selain motif tersebut.

Chik Hwee juga diketahui menyadari sepenuhnya kondisinya, dan mengaku bersalah.

Jaksa penuntut meminta hukuman 9 bulan penjara, tetapi pengacara So Wee Hong Shern meminta dikurangi menjadi 6 bulan, dan akhirnya diputuskan 7 bulan plus satu minggu penjara.

Pengacara beralasan, kliennya tidak memiliki riwayat penjara dan dipecat dari pekerjaan akibat kasus tersebut.

Di Singapura membobol rumah dan mencuri bisa dipenjara hingga 10 tahun. 

(tribunnewswiki.com/hr)



Editor: haerahr

Berita Populer