Sindrom Asperger

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sindrom Asperger adalah gangguan neurologis atau saraf yang tergolong ke dalam gangguan spektrum autisme


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sindrom Asperger adalah gangguan neurologis atau saraf yang tergolong ke dalam gangguan spektrum autisme.

Gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder) atau yang lebih dikenal dengan penyakit autisme merupakan gangguan pada sistem saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Sindrom Asperger memiliki gejala-gejala yang tidak terlalu berat dibandingkan dengan jenis penyakit autisme lainnya

Baca: Sindrom Antifosfolipid

  • Gejala


Sindrom Asperger memiliki gejala-gejala yang tidak terlalu berat dibandingkan dengan jenis penyakit autisme lainnya.

Di balik kecerdasan yang dimiliki pengidap sindrom ini, ada beberapa tanda atau gejala yang khas, yaitu:

Sulit berinteraksi. Pengidap sindrom Asperger mengalami kecanggungan dalam melakukan interaksi sosial, baik dengan keluarga maupun orang lain. Jangankan berkomunikasi, bahkan untuk melakukan kontak mata saja agak sulit.

Tidak ekspresif. Pengidap sindrom Asperger jarang menampilkan ekspresi wajah atau gerakan tubuh yang berkaitan dengan ungkapan Ketika bahagia, pengidap sindrom Asperger akan susah untuk tersenyum atau tidak bisa tertawa meskipun menerima suatu candaan yang lucu. Pengidap juga akan berbicara dengan nada yang datar-datar saja, tidak ubahnya seperti robot yang berbicara.

Kurang peka. Saat berinteraksi dengan orang lain, pengidap sindrom Asperger hanya berfokus menceritakan diri sendiri serta tidak punya ketertarikan dengan apa yang dimiliki oleh lawan bicara. Pengidap sindrom Asperger bisa menghabiskan waktu berjam-jam membahas hobi yang disenanginya, misalnya membicarakan tentang klub, pemain, dan pertandingan sepak bola yang disukainya kepada lawan bicara.

Obsesif, repetitif, dan kurang menyukai perubahan. Rutin melakukan hal yang sama secara berulang-ulang (repetitif) dan tidak menerima perubahan pada sekitarnya adalah ciri khas pengidap sindrom Asperger. Salah satu tanda yang paling terlihat adalah suka mengonsumsi jenis makanan yang sama selama beberapa waktu atau lebih suka berdiam diri di dalam kelas ketika jam istirahat berlangsung.

Gangguan motorik. Anak yang mengidap sindrom Asperger mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya, jika dibandingkan dengan anak seusianya. Oleh karena itu, mereka sering tampak kesulitan saat melakukan kegiatan-kegiatan biasa, seperti menangkap bola, mengendarai sepeda, atau memanjat pohon.

Gangguan fisik atau koordinasi. Kondisi fisik pengidap sindrom Asperger tergolong lemah. Salah satu tandanya adalah gaya berjalan pengidap cenderung kaku dan mudah goyah.

  • Penyebab


Penyebab sindrom Asperger disejajarkan dengan penyebab gangguan spektrum autisme.

Penyebab pastinya belum diketahui hingga saat ini, tetapi para ahli memercayai bahwa kelainan genetik yang diturunkan berperan dalam terjadinya gangguan spektrum autisme dan juga sindrom Asperger.

Baca: Sindrom Angelman

  • Pengobatan


Beberapa metode dapat digunakan untuk terapi sindrom Asperger, di antaranya dengan pendidikan khusus, modifikasi perilaku, terapi wicara, fisik, maupun keterampilan sosial.

Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mendukung terapi yang dilakukan.

Seperti autisme, terjadinya sindrom Asperger pada anak tidak bisa dicegah.

Akan tetapi, beberapa usaha masih bisa dilakukan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan pengidap.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Penyakit Sindrom Asperger


Faktor Risiko Infeksi saat kehamilan


Terpapar agen atau faktor yang menyebabkan perubahan bentuk pada janin


Sumber :


1. www.halodoc.com/kesehatan/sindrom-asperger


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer