Ia mengaku penasaran atas pernyataan dokter soal makanan kucing yang penuh nutrisi.
Dokter hewan itu mengatakan makanan kucing sudah diuji penuh kelezatan dan kegurihan.
Membuktikan pernyataan itu, akun @zeethecat22 pun mencoba makanan kucing.
"Penasaran ngga sih rasa makanan kucing kita sendiri? Nih kita coba makan pakai nasi yuk,"
"Kan kata dokter nih, sebelum dirilis dicobain dulu gurih enggak, enak enggak," katanya.
Dari video yang diunggahnya, ia membuka wadah makanan kucing dan mencoba satu biji.
Ia pun langsung memakannya.
Ia mengatakan makanan tersebut sangatlah renyah dan gurih.
Baca: Fakta Terbaru Jagal Kucing yang Viral: Kerja Pelaku Cuma Motong Kucing, Dijual Rp 70 Ribu Per Kilo
Baca: Viral Penjagalan Kucing di Medan, Tetangga Pelaku: Setiap Hari Potong Hewan
Akun tersebut juga mengungkapkan makanan kucing tersebut berasa seperti micin.
"Sumpah gurih banget asli enak," katanya di dalam video.
Tak sampai di situ, ia pun mencoba memakan makanan kucing itu dengan nasi.
Ia pun menyendok nasi di dalam mangkuk dan menuangkan beberapa biji makanan kucing.
Setelah itu ia pun menyuap makanan tersebut.
Video yang diunggah oleh akun @zeethecat22 pun viral setelah dibanjiri ribuan komentar.
Hingga Minggu (31/1/2021) video tersebut telah disukai sebanyak 209 ribu dan dibagika sebanyak 3 ribu kali.
"The real nasi kucing," tulis Eko Saputra.
"Bisa ngeong ya abis makan itu?" komentar Yogi.
"Gue pernah waktu SD makan whiskas, gua kira sama kaya phillow, karena penasara gua coba dan rasanya amis," tulis @cintai_yakultmu.
Baca: Seekor Kucing Terkunci di Dalam Kontainer, Bertahan Hidup 3 Minggu Tanpa Makan dan Minum
Baca: Viral Kisah Pembantaian Kucing di Medan, Hewan Diculik, Dipotong, Dagingnya Dimakan dan Dijual
Sebuah video TikTok yang menunjukkan leher kucing diikat dengan tali rapia viral di media sosial.
Pengguna TikTok bernama @rapalguna memperlihatkan seorang wanita diduga ODGJ membawa kucing berwarna putih oranye di badannya.
Terlihat pada video, leher si kucing terikat sebuah tali.
Lalu, terlihat adegan wanita ini menarik tali itu sampai si kucing terangkat.
Di sisi lain, kucing itu tak berusaha melarikan diri.
Kucing yang ditarik oleh wanita tersebut kemudian naik merayap ke arah badan wanita ODGJ tersebut.
"Orang ini selalu ditemenin kucing ini, dan memang kayaknya ada sedikit gangguan mental," tulis akun @rapalguna.
"Kucingnya di tali..menurut kalian apa memang kucingnya setia atau ga ada pilihan lain karena diikat?"
Hingga saat ini, Sabtu (30/1/2021), video tersebut telah ditonton sebanyak 3 juta viewers.
Viralnya video tersebut kemudian dipenuhi puluhan komentar dari warganet.
Bahkan sempat menuai pro kontra agar kucing tersebut diselamatkan.
Video yang beredar pun menunjukkan kucing tetap setia menemani sang wanita.
Ia bahkan tak mencoba lari atau merengek saat ditali oleh sang wanita.
Ternyata, kucing tersebut ternyata adalah hewan peliharaan sang wanita ODGJ.
Wanita tersebut merawat kucing yang ditalinya dari kecil.
Hal ini diungkapkan oleh pengunggah, yakni Anggara Palguna atau disapa Angga.
Angga kemudian menjawab pertanyaan warganet soal penyelamatan kucing itu.
"Kucingnya sudah ikut dari kecil, kucingnya tidak disiksa, ya memang kucing selalu nemenin dari kecil," kata Angga, Sabtu (30/1/2021).
Diketahui, Angga ini juga merupakan pecinta kucing atau cat lovers.
Menurutnya, kucing ini memang sudah terbiasa diikat memakai tali.
Ia pun mencari informasi mengenai sang wanita ODGJ.
"Kata tetangga, ketika pun tali ini dilepas, kucingnya akan balik lagi ke ibunya. Berarti kucing itu tidak disiksa," ujar Angga.
Baca: Viral di Instagram, Rapper Ini Lakukan Aksi Gila Pada Kucing Peliharaanya yang Sudah Mati
Baca: Alasan Oknum Polisi Cengkeram dan Lempar Anak Kucing ke Parit, Kesal Karena Makanannya Dicuri
Setelah merekam video TikTok itu, Angga mencoba untuk menyusuri rumah si wanita.
"Saya observasi ke beberapa tempat dan tanya ke orang-orang,"
"Ternyata memang tinggalnya dekat dengan rumah saya," ucap Angga.
Pria domisili Malang ini mengaku, sebelumnya, sudah beberapa kali melihat ibu ini.
Namun, ia tak sempat merekam dan berinteraksi, karena berpapasan jam berangkat kerjanya.
"Sudah beberapa kali ketemu, di daerah Sukun, Jl Ir Rais, Bandulan," kata Angga.