Petarung berjuluk The Notoriuous itu dinyatakan kalah melalui keputusan TKO pada ronde kedua.
Kaki McGregor sudah tak sanggup lagi menahan serangan bertubi-tubi dari Poirier.
Bahkan, dia terang-terangan mengeluhkan kuatnya tendangan lawan.
McGregor menyebut tendangan Poirier mampu membuat kakinya mati rasa.
Apa rahasia pelatih Dustin Poirier, sehingga bisa menghabisi petarung setangguh McGregor?
Dilansir Superball.id dari The Sun, pelatih Poirier, Dyah Davis, membeberkan strategi tim untuk menaklukkan McGregor.
"Jadi kami memulai dengan tendangan dan kemudian beberapa pukulan, itu akan menjatuhkan dia," ungkap Davis.
Davis mengaku sempat terkejut dengan ketenangan McGregor.
Hal itu masih tampak dalam ronde pertama duel.
"Padahal dia biasanya memulai pertandingan dengan begitu cepat," ujarnya.
Strategi Tebang Pohon
Baca: Dustin Poirier
Baca: KO dari Dustin Poirer, Peringkat Conor McGreor Merosot, Gaethje Sebut The Notorious Idiot
Dengan strategi tersebut, Dustin Poirier mengincar kaki McGregor sejak awal pertandingan.
Keinginan untuk segera menghentikan pergerakan McGregor, tampak dari gerak-geriknya.
Petarung AS itu terus melancarkan serangan bertubi-tubi.
Davis menyebutnya langkah Poirier seperti menebang pohon.
"Dia melakukannya seperti 'menebang pohon'," ungkap Davis, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari The Sun.
Strategi tersebut rupanya betul-betul ampuh.
Baca: Khabib Nurmagomedov Ingin Temui Presiden UFC, Berencana Genapkan 30 Laga Tanpa Kekalahan?
Baca: Setelah Khabib Nurmagomedov Pensiun, 5 Petarung Ini Bakal Berebut Posisi Terkuat di Kelas Ringan UFC
McGregor tidak hanya menerima kekalahan, tetapi juga harus mendapat skors selama enam bulan.
Dilaporkan DailyStar, McGregor, mendapat skorsing wajib 45 hari atas kekalahannya, dan skorsing 180 hari lebih lanjut karena cedera kaki yang dideritanya.
Total, berarti atlet Irlandia itu tak boleh ke Oktagon selama 7 bulan lebih.
Kendati demikian, dirinya diperbolehkan berlaga lebih cepat, apa bila menilai cederanya telah pulih.
Meskipun meninggalkan area pertandingan dengan bantuan kruk setelah rentetan tendangan kaki oleh Poirier, pelatihnya mendukung pertandingan ulang pada Mei mendatang.
"Dia sudah mengganggu semua orang untuk mendapatkan pertandingan ulang; dia akan menyukai pertandingan ulang itu dan saya tidak berpikir Dustin menentang itu," kata John Kavanagh kepada ESPN.
Keluhkan Tendangan Poirier
Baca: Penggemar Manga Naruto, Juara UFC Israel Adesanya Ingin Kalahkan Lawan dengan Jurus Karakter Sakura
Baca: Bukan Tanpa Alasan, Ini Asal-usul Julukan The Notorious yang Disandang Petarung UFC Conor McGregor
Petarung UFC Conor McGregor takluk dari Dustin Poirier pada UFC 257, di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (24/1/2021).
McGregor gugur lewat technical knock out (TKO) dari Poirier.
Setelah pertandingan, petarung itu mengeluhkan betapa kuatnya tendangan Poirier.
Dia menilai teknik tendangan Poirier mampu membuat kakinya seperti mati rasa.
Hal itu menjadikan dirinya tak bisa berbuat banyak sepanjang pertandingan.
"Kaki saya benar-benar seperti mati rasa, meski saya merasa sedang memeriksanya," ujar Conor McGregor, dikutip Kompas.com.
"Tendangan itu terasa seperti menusuk dalam di otot depan kaki saya dan itu sangat mengganggu saya," kata dia menjelaskan.
Dustin Glenn Poirier atau yang biasa dikenal dengan nama Dustin Porier lahir di Lafayette, Lousiana, Amerika Serikat, pada 19 Januari 1989.
Tidak banyak informasi mengenai masa kecil ataupun latar belakang keluarga Dustin Poirier.
Kini, Dustin Poirier dikenal sebagai atlet Mixed Martial Arts atau MMA.
Dustin Poirier diketahui melakoni pertarungan pertamanya pada tahun 2007.
Pada awalnya, Dustin Poirier lebih tertarik dengan olahraga tinju.
Namun pada akhirnya lebih memilih berlatih MMA di kota kelahirannya.
Dalam olahraga bela diri, Dustin Poirier merupakan pemegang sabuk coklat atau brown dalam Brazilian Jiu-Jitsu.
Tak hanya itu, Dustin Poirier juga memegang sabuk hitam Rex Kwon Do.
Dustin Poirier mulai menjadi atlet profesional pada tahun 2009.
Kala itu Poirier mengikuti pertarungan promosi regional, terutama yang diadakan di Lousiana dan Amerika Serikat bagian selatan.
Sementara itu, debutnya di promosi MMA dimulai dari World Extreme Cagefighting (WEC).
Kala itu, Poirier mengikuti WEC 50 pada 18 Agustus 2010.
Pada pertarungan tersebut, Dustin Poirier kalah dari Danny Castillo berdasarkan keputusan juri (unanimous decision).
Beberapa waktu kemudian, Dustin Poirier mengikuti WEC 52 pada 11 November 2010.
Pada pertarungan tersebut, Poirier berhasil mengalahkan Zach Micklewright dengan pukulan TKO di ronde pertama.
Pada Oktober 2010, WEC merger dengan Ultimate Fighting Championship (UFC).
Hal tersebut menyebabkan semua atlet atau petarung WEC ditansfer ke UFC, termasuk Dustin Poirier.
Porier mengawali debutnya di UFC 125.
Kala itu Jose Aldo dijadwalkan melawan Josh Grispi pada UFC 125.
Akan tetapi Jose Aldo harus mundur dari pertarungan akibat cedera yang diderita.
Poirier kemudian setuju untuk menjadi lawan Josh Grispi pada pertarungan tersebut.
Pada pertarungan yang digelar pada 1 Januari 2011 itu, Poirier memenangkan pertarungan dengan unanimous decision.