Petarung asal Irlandia itu tak mampu berbuat banyak setelah mendapat tendangan bertubi-tubi dari Poirier.
Bahkan, dia mendapatkan cedera dalam pertarungan kali ini.
Hal tersebut mengharuskan dirinya istirahat selama 180 hari.
Hasil ini kontras dengan kontroversi Conor McGregor, yang dikenal sering sesumbar.
Kekalahan ini jadi yang ketiga bagi McGregor selama berkarier di UFC, seperti diberitakan Kompas.com.
Sebelumnya, McGregor pernah tumbang di hadapan Khabib Nurmagomedov (Oktober 2018) dan Nate Diaz (Agustus 2016).
Saat in McGregor menempati peringkat keenam, di bawah Tony Ferguson (5) dan pendatang baru UFC, Michael Chandler (4).
Kekalahan Conor McGregor dari Dustin Poirieir di UFC 257 tentu membuat banyak pihak terkejut.
Baca: Gara-gara Tendangan Dustin Poirier, Conor McGregor Cedera, Tak Boleh Bertanding Selama 6 Bulan
Baca: Kalah, Conor McGregor Keluhkan Kuatnya Tendangan Dustin Poirier, Bikin Kaki Mati Rasa
Pasalnya,McGregor dihajar habis-habisan hingga akhirnya pertarungan dihentikan dengan keputusan TKO.
Kemenangan ini membuat Poirier berhasil balas dendam di mana dalam laga pertamanya, Poirier sempat dikalahkan McGregor.
Pasca pertandingan, McGregor masih bisa membahas soal gelar di mana dia akan melakukan laga ulang dengan Poirieir untuk membidik gelar di kelas ringan.
Hal tersebut langsung membuat petarung kelas ringan lainnya, Justin Gaethje naik pitam.
Dia mengatakan bahwa apa yang dibicarakan McGregor adalah sesuatu yang tidak mungkin, pasalnya dia berada di peringkat enam saat ini.
"Jika itu terjadi, saya tidak bakal bertarung lagi di UFC. Menurut saya, hal itu tidak masuk akal," tuturnya.
Baca: Khabib Nurmagomedov Bersedia ke Oktagon Lagi, Kuncinya Adalah Conor McGregor dan 3 Petarung Ini
Baca: Pernah Jadi Korban, McGregor Akui Kehebatan Khabib Nurmagomedov: Dia Seorang Grappler Fenomenal
Menurut Gaethje, McGregor terus diperlakukan istimewa oleh UFC namun gagal memanfaatkannya terus.
"Baginya untuk keluar dan mengatakan dia ingin merebut gelar berikutnya dalam pertandingan ulang dengan Poirier, dan pelatihnya, mereka benar-benar idiot," ucapnya.
"Dia diperlakukan istimewa berulang kali dan dia tidak memanfaatkan kesempatan ini," lanjutnya.
Gaethje kemudian menegaskan bahwa McGregor tidak bakal menghadapinya begitu juga dengan Gaethje.
Alasannya, Gaethje punya tendangan gledek yang dianggap paling mengerikan di kelas ringan.
"Dia tidak akan melawan saya, dia baru saja menghancurkan kakinya. Saya pun bisa menghancurkannya lagi karena tendangan saya lebih dari siapapun di UFC," ungkapnya.
Baca: Meski Pertarungan Diulang 10 Kali, Mike Tyson Sebut McGregor Tak Bakal Kalahkan Khabib Nurmagomedov
Baca: Khabib Nurmagomedov Ingin Temui Presiden UFC, Berencana Genapkan 30 Laga Tanpa Kekalahan?
Kemudian Gaethje mengatakan apa yang dilakukan oleh Dustin Poirier sudah benar dan dia senang McGregor yang mulutnya besar akhirnya dibantai.
"Saya senang untuk Poirier, saya senang dia menghajarnya," akunya.
"Saya suka melihat seorang mulut besar dihancurkan, ini ibarat sebuah kotoran yang dibuang," pungkasnya.
Gaethje sendiri masih belum menentukan ke mana rencananya setelah terakhir dikalahkan oleh Khabib Nurmagomedov.
Sebagian artikel ini telah tayang di Superball dengan judul Justin Gaethje Sebut McGregor Idiot Karena Hal Kurang Adil Ini