Seorang delegasi dari Burkina Faso, atas nama kelompok Afrika, menyatakan keprihatinan pada pertemuan tersebut bahwa beberapa negara telah “menyedot” sebagian besar persediaan vaksin Covid-19.
Para pengamat mengatakan bahwa pertemuan dewan tersebut, yang berlangsung hingga Selasa depan, adalah salah satu yang paling penting dalam sejarah badan kesehatan PBB lebih dari 70 tahun.
Selain itu, dapat membentuk perannya dalam kesehatan global dalam jangka waktu lama hingga setelah pandemi berakhir.
Baca: Dua Hal Ini Bisa Sebabkan Efektivitas Vaksin Covid-19 Menurun, Sering Dijumpai Sehari-hari
Agendanya adalah reformasi WHO serta sistem pembiayaannya, yang dinyatakan tidak memadai setelah donor terbesarnya, Amerika Serikat, mengumumkan penarikan diri pada 2020.
"WHO harus tetap relevan dan...harus keluar dari krisis ini dengan kekuatan lebih dari sebelumnya," kata Wakil Ketua Dewan Eksekutif WHO Bjoern Kuemmel dari Jerman dalam komentarnya pekan lalu.
Namun, dia mengharapkan resistensi dari beberapa negara terhadap tekanan untuk mendongkrak kontribusi keuangan WHO.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menlu: RI Bisa Dapat Vaksin Covid-19 Gratis hingga 20 Persen Penduduk dari Covax" dan "WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral" dalam Distribusi Vaksin Covid-19",