Dokter di Palembang Ditemukan Meninggal di dalam Mobilnya Sehari setelah Divaksin Covid-19

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jenazah. Seorang dokter di Palembang meninggal sehari setelah disuntik vaksin Covid-19. Satgas Covid-19 mengatakan penyebab kematiannya bukan vaksin Covid-19

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dokter JF (49) ditemukan meninggal di dalam mobilnya yang terparkir di minimarket di di Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (23/1/2021).

JF kemudian dibawa  ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.

Sehari sebelum ditemukan meninggal, JF dikabarkan sempat disuntik vaksin Covid-19.

Dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang Indra Nasution mengatakan ada bintik merah pendarahan pada area sekitar mata, wajah, tangan, dan dada JF yang disebabkan kekurangan oksigen.

Indra mengatakan JF diduga meninggal karena sakit jantung, bukan vaksin Covid-29.

"Memang sehari sebelumnya korban ini sempat disuntik vaksin," kata ujar Indra, Sabtu (23/1/2021).

Indra mengatakan penyuntikan vaksin dan kematian korban tidak ada hubungannya sama sekali.

Sebab, proses vaksinasi dilakukan melalui penyuntikan, sehingga apabila ada reaksi, maka akan timbul dengan cepat.

Baca: Vaksinasi Covid-19 Sudah Berjalan Lebih dari Sepekan, Belum Ada Laporan Efek Samping Serius

Ilustasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac. (AFP)

"Korban divaksin Kamis, meninggal diperkirakan Jumat. Kalau disuntik, pasti reaksinya lebih cepat. Kalau menurut saya, ini bukan karena vaksin, tapi jantung," ujar Indra.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan membenarkan bahwa JF disuntik vaksin Covid-19 pada Kamis (21/1/2021).

Menurut Yudhi, setelah disuntik vaksin, dokter JF tidak menunjukkan reaksi apa pun sehingga dipastikan aman.

"Setelah disuntik itu ditunggu 30 menit. Selama itu, korban ini tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga ini dipastikan bukan karena divaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin, karena kematiannya tidak ada hubungan sama sekali dengan vaksin," ujar Yudhi.

Baca: Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo Positif Terinfeksi Corona, BNPB: Belum Pernah Divaksin

Belum ada laporan efek samping serius akibat vaksinasi

Vaksinasi Covid-19 di tanah air sudah berlangsung lebih dari sepekan, dan belum ada laporan efek samping berbahaya yang muncul pada mereka yang disuntik vaksin.

Berdasarkan hasil penelitian, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19 masih wajar. 

Merujuk kepada Peraturan Menteri Kesehatan No.12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, KIPI adalah semua kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian, dan diduga berhubungan dengan imunisasi.

KIPI ada yang serius dan nonserius. Yang serius adalah setiap kejadian medis setelah imunisasi yang menyebabkan rawat inap, kecacatan, hingga kematian serta menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara itu, yang nonserius tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima vaksin.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021). (Dok Pemkab Sleman)

Dikutip dari keterangan tertulis di Covid19.go.id, Muhammad Fajri Adda’I, dokter dan tim penanganan Covid-19 yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama mengatakan dirinya tidak merasakan reaksi yang aneh. “Biasa saja,” ujarnya, Rabu (20/1).

Baca: Kemenkes: Sudah 132.000 Nakes yang Disuntik Vaksin, Ditargetkan Ada 1,48 Juta Nakes Divaksin

Fajri menyatakan masih ada yang meragukan dan mempertanyakan terkait vaksin Covid-19 dan KIPI atau efek sampingnya. Ini wajar saja, karena vaksin Covid-19 adalah hal baru.

Inda Mutiara, Kepala Puskesmas Kramatjati, mengungkapkan bahwa sejauh pengamatannya, lingkungan sekitarnya antusias dan tidak ada penolakan baik dari rekan tenaga Kesehatan (nakes) maupun masyarakat sekitar terhadap vaksin Covid-19.

Tidak adanya efek samping khusus pada Fajri setelah divaksin COVID-19 juga dirasakan oleh Inda.

“Saya tidak merasakan reaksi yang tidak wajar. Tidak sakit saat disuntik dan sampai sekarang juga normal-normal saja,” Sebelumnya saya pikir akan terasa nyeri, namun ternyata tidak terasa apa-apa,” katanya

Reaksi dan efek samping pasca suntik vaksin Covid-19 menurut Fajri bisa berbeda-beda pada tiap orang.

“Teman nakes lain ada yang mengalami demam, nyeri, lemas, ada yang jadi merasa lapar terus, hingga ngantuk. Reaksi ini wajar dan masuk dalam kategori ringan. Kalaupun ada demam itu wajar sebagai suatu reaksi dalam pembentukan imunitas dalam tubuh,” katanya.

Kepada masyarakat luas, Fajri berpesan agar tidak mendengarkan hoaks tentang vaksin Covid-19 dan efek sampingnya.

Baca: Bupati Sleman Positif Covid-19, Kemenkes: Kemungkinan Sudah Terpapar saat Disuntik Vaksin

“Saya melihat sendiri laporan terkait vaksin ini untuk mendapatkan kajian ilmiahnya. Dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) maupun yang dari Brazil menunjukkan bahwa relatif aman dengan KIPI di bawah 1 persen, rendah sekali. Kemudian dari pengalaman teman lain yang sudah disuntik juga aman,” katanya.

Reaksi alergi relatif kecil, di bawah satu persen, kecil sekali bila dibandingkan dengan yang tidak terkena KIPI.

“Jangan kita terlalu pusing dengan kemungkinan yang kecil ini. Petugas medis juga sudah paham bagaimana mengatasi KIPI ini. Dalam proses vaksinasi, saya juga tadi dijelaskan terkait KIPI dan bagaimana meresponnya jika ada reaksi,” kata Fajri.

(Tribunnewswiki/Tyo/Kompas/Aji YK Putra/Kontan/Lidya Yuniartha)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Seorang Dokter Ditemukan Tewas" dan Kontan.co.id dengan judul "Inilah efek samping pasca seminggu disuntik vaksin Covid-19"



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer