Perusahaan produksi King mengumumkan kematiannya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, (23/1/2021).
"Dengan kesedihan yang mendalam, Ora Media mengumumkan kematian salah satu pendiri, pembawa acara, dan teman kami Larry King, yang meninggal pagi ini pada usia 87 tahun di Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles," kata perusahaan itu, dikutip Daily Mail, Sabtu.
"Ora Media mengirimkan belasungkawa kami kepada anak-anaknya yang masih hidup Larry, Jr., Chance, Cannon, dan seluruh keluarga King."
Tidak ada penyebab kematian yang diberikan.
Tapi, bagaimanapun, kematian King terjadi tiga minggu setelah King dirawat di rumah sakit karena virus corona.
Dia dilaporkan telah dipindahkan dari ICU pada 4 Januari setelah 10 hari, tetapi tetap di rumah sakit untuk perawatan.
Baca: Cara Inggris Tekan Laju Virus Covid-19: Hadiri Pesta Denda Rp15 Juta, Bikin Pesta Rp190 Juta
King diduga tertular virus dari petugas kesehatan yang mengunjungi rumahnya, kata sebuah sumber kepada NBC.
Salah seorang putranya, yang belum disebutkan namanya, juga dinyatakan positif, kata mereka.
Usia lanjut dan kesehatannya yang buruk menjadi perhatian dan menempatkannya pada risiko yang tinggi.
Dia menderita banyak masalah kesehatan di masa lalu, termasuk serangan jantung, prostat dan kanker paru-paru, stroke, dan diabetes tipe dua.
Meskipun kesehatannya sakit, dia terus menjadi host talk show mingguan, Politicking with Larry King,, hingga kematiannya.
"Selama 63 tahun dan di seluruh platform radio, televisi, dan media digital, ribuan wawancara, penghargaan, dan pengakuan global Larry berdiri sebagai bukti bakatnya yang unik dan abadi sebagai penyiar," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
"Larry selalu memandang subjek wawancaranya sebagai bintang sebenarnya dari programnya, dan dirinya sendiri hanya sebagai penghubung yang tidak bias antara tamu dan penonton. Apakah dia sedang mewawancarai presiden AS, pemimpin asing, selebriti, tokoh yang sarat skandal, atau orang biasa, Larry suka mengajukan pertanyaan singkat, langsung, dan tidak rumit. Dia percaya pertanyaan singkat biasanya memberikan jawaban terbaik, dan dia tidak salah dalam keyakinan itu."
"Pengaturan pemakaman dan upacara peringatan akan diumumkan kemudian dalam koordinasi dengan keluarga Raja, yang meminta privasi mereka saat ini."
Digambarkan sebagai 'Muhammad Ali dari wawancara siaran;' King melakukan lebih dari 50.000 pembicaraan profil tinggi dengan presiden, pemimpin dunia, keluarga kerajaan Hollywood, dan bintang olahraga selama kariernya yang berlangsung selama lebih dari enam dekade.
Bretel yang menjadi ciri khasnya dan suaranya yang tak salah lagi ada di mana-mana di jutaan ruang keluarga di seluruh dunia yang menonton untuk menonton acara bincang-bincang malamnya di CNN, Larry King Live.
Gaya percakapan santai Larry King membuatnya duduk di depan setiap Presiden Amerika dan Ibu Negara sejak Richard Nixon.
Kemampuannya untuk, seperti yang dikatakan Frank Sinatra, 'membuat kamera menghilang' membuatnya diwawancarai dengan tokoh-tokoh paling cemerlang dan paling berpengaruh di dunia.
Sebut saja beberapa di antaranya: Dalai Lama, Mikhail Gorbachev, Eleanor Roosevelt, Bill Gates, Vladimir Putin dan Margaret Thatcher hingga Marlon Brando.