Dia sempat menjadi sorotan publik karena berpose tanpa busana, menunjukkan alat vitalnya, di Masjid Hagia Sophia.
Karena tindakannya, model bernama Marisa Papen itu dikecam publik Turki, seperti diberitakan DailyStar, Kamis (21/1/2021).
Berdasarkan penelusuran TribunnewsWiki.com, foto-foto tanpa busana Marisa Papen di Hagia Sophia mulai tersebar lagi ke publik sejak pertengahan 2020.
Kemudian kasus yang sama juga sempat jadi perbincangan di akhir tahun 2020.
Lalu kapan foto itu diambil?
Rupanya, Marisa Papen melakukan pemotretan jauh sebelumnya, yakni pada 2018.
Kala itu, dirinya langsung dikecam.
Pasalnya, Hagia Sophia merupakan landmark penting bagi Turki, yang berdiri sejak 537 Masehi.
Apa lagi mengingat saat ini status Hagia Sophia adalah masjid, tempat beribadah umat muslim.
Kendati demikain, bintang Belgia itu tidak melihat ada yang salah dengan jepretannya.
Sebut Agama adalah Tirani
Baca: Wakil Ulama Kota Banda Aceh Dukung Kebijakan Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Baca: Salat Jumat Pertama di Hagia Sophia, Ornamen Kristiani Tetap Dipajang Namun akan Ditutup Tirai
Dalam sebuah posting blog, dia menyiratkan tindakannya sebagai protes terhadap tirani agama.
Dia berkata: "Ini semua tentang pesan, dan pesannya adalah tentang membuat orang berpikir sendiri melalui citra kita."
Dia menambahkan: “Kami mencoba untuk membantu orang-orang membebaskan diri dari pemenjaraan mental mereka oleh pemerintah dan agama di planet ini.
“Kami semua menjadi begitu buta dan bodoh sehingga kami menerimanya.
“Kami tidak mempertanyakan apapun lagi. Semuanya dikontrol, dimanipulasi. "
Minta Maaf
Baca: Beralih Fungsi Jadi Masjid, Hagia Sophia Gelar Salat Jumat Perdana sejak 86 Tahun Silam
Baca: Kisah Kucing Gli yang Tinggal di Hagia Sophia selama 14 Tahun, Pernah Dielus Presiden Obama
Sementara Marisa tampak kurang penyesalan dua tahun lalu, sejak itu dia berubah pikiran.
Barangkali hal ini pula yang membuat foto itu kembali menjadi perbincangan.
Model tersebut baru-baru ini mengeluarkan permintaan maaf kepada rakyat Turki.
Dia berkata: “Saya ingin meluangkan waktu sejenak untuk menjelaskan alasan dan filosofi saya.
"Saat saya berkunjung ke Turki pada 2018, itu dalam semangat cinta, didorong oleh mimpi persatuan.
"Pekerjaan saya sering dilihat sebagai kontroversial, tetapi sebenarnya hanya tubuh manusia yang berdiri untuk kesetaraan dan kebebasan.
“Saya menciptakan beberapa citra yang mengungkapkan pemisahan antara mengikuti dan kebebasan.
“Niat saya adalah untuk menginspirasi perubahan positif, untuk menutup celah dan untuk menerangi apa yang tersembunyi atau tertekan dalam bayang-bayang masyarakat.
"Kepada orang-orang yang mungkin saya sakiti dengan pernyataan artistik saya, saya minta maaf."
Baca: Tak Hanya Indonesia, Polemik Kebijakan Baru Whatsapp juga Dikecam Negara India dan Turki
Baca: Dibanding Turki dan Brazil, Tingkat Kemanjuran Vaksin Sinovac di Indonesia Paling Rendah
Pernyataan maaf itu penting, mengingat Turki secara resmi telah mengubah status Hagia Sophia dari sebuah museum menjadi masjid.
Bangunan bersejarah ini memang memiliki keterkaitan dengan beragam budaya.
Dari simbol Kristen setelah didirikan oleh kaisar Bizantium Justinian I pada abad keenam, hingga lambang pengaruh luas Kekaisaran Ottoman Muslim.
Sejak saat itu Hagia Sophia telah menjadi jantung dari pertempuran ideologis dan politik berabad-abad yang lalu.
Setelah Fatih Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 dan membawa kota, yang kemudian dikenal sebagai Istanbul, ke dalam wilayah Islam, ia mengubah Hagia Sophia dari katedral jadi masjid.
Selama ratusan tahun, umat Muslim dari seluruh dunia berbondong-bondong untuk beribadah di sana.
Tetapi pada awal 1930-an, Mustafa Kemal Ataturk, pendiri republik Turki modern, menutup masjid dan mengubah bangunan itu menjadi museum sebagai bagian dari upayanya untuk mensekulerkan dan memodernisasi negara.
Nama Hagia Sophia juga diganti, kemudian dikenal sebagai Ayasofya.
Sejak saat itu dorongan untuk mengembalikan Hagia Sohpia jadi masjid sejak terus meningkat.
Baca: Putri Bungsu Steve Jobs Debut sebagai Model: Ibunya Larang Eve Warisi Harta Jobs Rp 496 Trilliun
Baca: Wanita Ini Dulunya Rohaniawan, Putuskan Jadi Model Telanjang Gegara Khotbahnya soal Biseksual Diedit
Meskipun pemotretan telanjangnya telah banyak dikritik di masa lalu, Marisa tidak berencana untuk menghentikan pemotretan dalam waktu dekat.
Dia menambahkan: “Gambaran yang lebih besar ada di luar tabir."
“Saya sangat berkomitmen untuk menormalkan dan merayakan tubuh manusia.
“Alangkah baiknya jika Anda mau bergabung!”