Model Berfoto Tanpa Busana di Masjid Hagia Sophia, Tunjukkan Bagian Sensitif, Bikin Turki Naik Pitam

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Foto udara ini diambil pada 28 Juni 2020 di Istanbul menunjukkan Masjid Hagia Sophia di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama.

Berita Pagi, TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang model Playboy meminta maaf pada publik Turki karena telah melakukan tindakan tak senonoh.

Dia sempat menjadi sorotan publik karena berpose tanpa busana, menunjukkan alat vitalnya, di Masjid Hagia Sophia.

Karena tindakannya, model bernama Marisa Papen itu dikecam publik Turki, seperti diberitakan DailyStar, Kamis (21/1/2021).

Berdasarkan penelusuran TribunnewsWiki.com, foto-foto tanpa busana Marisa Papen di Hagia Sophia mulai tersebar lagi ke publik sejak pertengahan 2020.

Kemudian kasus yang sama juga sempat jadi perbincangan di akhir tahun 2020.

Lalu kapan foto itu diambil?

Rupanya, Marisa Papen melakukan pemotretan jauh sebelumnya, yakni pada 2018.

Kala itu, dirinya langsung dikecam.

Pasalnya, Hagia Sophia merupakan landmark penting bagi Turki, yang berdiri sejak 537 Masehi.

Apa lagi mengingat saat ini status Hagia Sophia adalah masjid, tempat beribadah umat muslim.

Kendati demikain, bintang Belgia itu tidak melihat ada yang salah dengan jepretannya.

Sebut Agama adalah Tirani

ILUSTRASI - Orang-orang mengunjungi museum Hagia Sophia pada 26 Juni 2020 di Istanbul. Pengadilan tinggi Turki dijadwalkan pada 2 Juli 2020 untuk memberikan vonis kritis pada status landmark landmark Istanbul yang menjadi museum masjid yang berubah menjadi masjid, Hagia Sophia, sebuah keputusan yang dapat mengobarkan ketegangan terutama dengan negara tetangga Yunani. Gedung abad keenam - sebuah magnet bagi para wisatawan di seluruh dunia dengan arsitekturnya yang menakjubkan - telah berfungsi sebagai museum sekuler sejak tahun 1930-an yang menjadikannya terbuka bagi umat beragama dari semua agama. (Ozan KOSE / AFP)

Baca: Wakil Ulama Kota Banda Aceh Dukung Kebijakan Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid

Baca: Salat Jumat Pertama di Hagia Sophia, Ornamen Kristiani Tetap Dipajang Namun akan Ditutup Tirai

Dalam sebuah posting blog, dia menyiratkan tindakannya sebagai protes terhadap tirani agama.

Dia berkata: "Ini semua tentang pesan, dan pesannya adalah tentang membuat orang berpikir sendiri melalui citra kita."

Dia menambahkan: “Kami mencoba untuk membantu orang-orang membebaskan diri dari pemenjaraan mental mereka oleh pemerintah dan agama di planet ini.

“Kami semua menjadi begitu buta dan bodoh sehingga kami menerimanya.

“Kami tidak mempertanyakan apapun lagi. Semuanya dikontrol, dimanipulasi. "

Minta Maaf

FOTO: Hagia Sophia, warisan situs budaya UNESCO (Ozan KOSE / AFP)

Baca: Beralih Fungsi Jadi Masjid, Hagia Sophia Gelar Salat Jumat Perdana sejak 86 Tahun Silam

Baca: Kisah Kucing Gli yang Tinggal di Hagia Sophia selama 14 Tahun, Pernah Dielus Presiden Obama

Sementara Marisa tampak kurang penyesalan dua tahun lalu, sejak itu dia berubah pikiran.

Barangkali hal ini pula yang membuat foto itu kembali menjadi perbincangan.

Model tersebut baru-baru ini mengeluarkan permintaan maaf kepada rakyat Turki.

Dia berkata: “Saya ingin meluangkan waktu sejenak untuk menjelaskan alasan dan filosofi saya.

"Saat saya berkunjung ke Turki pada 2018, itu dalam semangat cinta, didorong oleh mimpi persatuan.

"Pekerjaan saya sering dilihat sebagai kontroversial, tetapi sebenarnya hanya tubuh manusia yang berdiri untuk kesetaraan dan kebebasan.

“Saya menciptakan beberapa citra yang mengungkapkan pemisahan antara mengikuti dan kebebasan.

“Niat saya adalah untuk menginspirasi perubahan positif, untuk menutup celah dan untuk menerangi apa yang tersembunyi atau tertekan dalam bayang-bayang masyarakat.

"Kepada orang-orang yang mungkin saya sakiti dengan pernyataan artistik saya, saya minta maaf."

Baca: Tak Hanya Indonesia, Polemik Kebijakan Baru Whatsapp juga Dikecam Negara India dan Turki

Baca: Dibanding Turki dan Brazil, Tingkat Kemanjuran Vaksin Sinovac di Indonesia Paling Rendah

Pernyataan maaf itu penting, mengingat Turki secara resmi telah mengubah status Hagia Sophia dari sebuah museum menjadi masjid.

Bangunan bersejarah ini memang memiliki keterkaitan dengan beragam budaya.

Dari simbol Kristen setelah didirikan oleh kaisar Bizantium Justinian I pada abad keenam, hingga lambang pengaruh luas Kekaisaran Ottoman Muslim.

Sejak saat itu Hagia Sophia telah menjadi jantung dari pertempuran ideologis dan politik berabad-abad yang lalu.

Setelah Fatih Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 dan membawa kota, yang kemudian dikenal sebagai Istanbul, ke dalam wilayah Islam, ia mengubah Hagia Sophia dari katedral jadi masjid.

Selama ratusan tahun, umat Muslim dari seluruh dunia berbondong-bondong untuk beribadah di sana.

Tetapi pada awal 1930-an, Mustafa Kemal Ataturk, pendiri republik Turki modern, menutup masjid dan mengubah bangunan itu menjadi museum sebagai bagian dari upayanya untuk mensekulerkan dan memodernisasi negara.

Nama Hagia Sophia juga diganti, kemudian dikenal sebagai Ayasofya.

Sejak saat itu dorongan untuk mengembalikan Hagia Sohpia jadi masjid sejak terus meningkat.

Baca: Putri Bungsu Steve Jobs Debut sebagai Model: Ibunya Larang Eve Warisi Harta Jobs Rp 496 Trilliun

Baca: Wanita Ini Dulunya Rohaniawan, Putuskan Jadi Model Telanjang Gegara Khotbahnya soal Biseksual Diedit

Tak Berencana Hentikan Pemotretan Serupa

Meskipun pemotretan telanjangnya telah banyak dikritik di masa lalu, Marisa tidak berencana untuk menghentikan pemotretan dalam waktu dekat.

Dia menambahkan: “Gambaran yang lebih besar ada di luar tabir."

“Saya sangat berkomitmen untuk menormalkan dan merayakan tubuh manusia.

“Alangkah baiknya jika Anda mau bergabung!”

(TribunnewsWiki.com/nr)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer