IDI Buka Suara Terkait Kabar Vaksinasi Presiden Jokowi Gagal: Tidak Benar

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi disuntik Vaksin Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Akhirnya Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) buka suara terkait kabar soal tentang vaksinasi Covid-19 presiden Jokowi gagal.

Sebelumnya pesan berantai itu tertera nama dr. Taufiq Muhibbuddin Waly Sp.PD.

Dalam pesan tersebut terdapat uraian, injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot) sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat).

Kemudian juga disampaikan tentang vaksin yang diterima Presiden Joko Widodo tidak menembus otot sehingga tidak masuk ke dalam darah.

“Suntikan vaksin yang dilakukan pada Anda hanyalah sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan). Itu berarti vaksin tidak masuk ke darah,” tulis Taufiq dalam pesan berantai tersebut.

Bahkan, tulisan tersebut juga menyinggung risiko terjadinya Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.

Baca: Vaksin Covid-19 Jokowi Dikabarkan Gagal, IDI: yang Dilakukan Dokter Kepresidenan Sudah Benar

Baca: Meski Sudah Divaksin, Bisakah Tularkan Virus Ke Orang lain? Ini Penjelasannya

Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021) pagi. Vaksin yang disuntikkan kepada Presiden Jokowi adalah vaksin CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co Ltd yang bekerja sama dengan PT Bio Farma (Persero). Sebelum disuntik vaksin, Presiden Jokowi terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data, serta penapisan kesehatan, antara lain pengukuran suhu tubuh dan tekanan darah. Vaksinasi tersebut menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi nasional di Indonesia sebagai salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19. (Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

Hingga berita ini turun, pihak Tribunnewswiki juga masih menyeidiki terkait pesan dr. Taufiq tersebut.

Lantas, hal ini langsung dijawab oleh Zubairi Djoerban selaku Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Zubairi mencoba menjawab hal tersebut melalui cuitan twitternya Senin (18/1/2021).

Dalam unggahannya, dia menuliskan, isu dimulai dari injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot) sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat) seperti yang tertulis dari pesan seorang dokter di Cirebon.

Zubairi membantah dengan menjawab hal tersebut tidak benar.

Baca: Daftar Vaksinasi Covid-19 Bisa Lewat Chatbot WhatsApp, Begini Caranya

Baca: Anggota DPR Minta Vaksinasi Mandiri Bebas dari Muatan Bisnis Jika Telah Disahkan

"Apakah benar? Jawabannya tidak benar. Sebab, menyuntik itu tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular. Itu pemahaman lama alias usang dan jelas sekali kepustakaannya. Bisa Anda lihat di penelitian berjudul "Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat”," tulis Zubairi.

Hasil penelitian yang memperkuat pandangannya bahwa suntikan vaksinasi terhadap orang nomor satu di Indonesia itu sudah sesuai dan benar juga dilampirkan oleh Zubairi.

"Penelitian itu ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma, yang diterbitkan di National Library of Medicine pada edisi Januari-Februari 2000. Intinya, persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular itu tidak realistis," kata Zubairi.

"Pasalnya, trigonometri menunjukkan, suntikan yang diberikan pada 72 derajat, hasilnya itu mencapai 95 persen dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90. Artinya, apa yang dilakukan Profesor Abdul Muthalib sudah benar. Tidak diragukan," sambung Zubairi.

Kemudian masalah lain yang juga ikut diusik adalah tentang risiko yang terjadi Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.

"Jawabannya: kan tidak terbukti di uji klinis satu, dua dan tiga bahwa ADE itu terjadi pada vaksin Sinovac. Dulu pernah diduga terjadi pada vaksin demam berdarah. Saya enggak tahu bagaimana perkembangannya lagi. Silakan dicek," ujarnya.

Zubairi juga menyebut dokterlah yang dapatmenentukan ukuran jarum suntik yang digunakan dalam proses vaksinasi.

"Apakah tubuh kurus dan tidak punya pengaruh dengan ukuran jarum suntik? Ya kalau obesitas berlebihan tentu jaringan lemaknya banyak. Jadi untuk masuk ke otot jadi lebih sulit. Dokter yang nantinya bisa menilai ukuran jarum suntik itu ketika akan divaksin," urai Zubairi.

Presiden Jokowi menjadi pertama yang disuntik vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden - Laily Rachev)

Baca: HOAKS Mayor Sugeng Dikabarkan Meninggal Setelah Disuntik Vaksin, Polisi Bakal Lakukan Penyelidikan

Baca: Sempat Trending Hadiri Pesta Setelah Divaksin, Polisi Sebut Raffi Ahmad Tak Langgar Aturan

Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19, Tangan Dokter Sempat Gemetar

Vaksinasi Covid-19 perdana disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta pada Rabu (13/1/2021).

Jokowi disuntik vaksin oleh Wakil Dokter Kepresidenan dr Abdul Muthalib.

Dalam proses penyuntikkan vaksin, Muthalib terlihat gemetar bahkan ketika jarum mulai disuntikkan ke lengan Jokowi.

Hal ini, mengingat orang yang disuntik vaksin perdana adalah orang nomor satu di Indonesia.

Muthalib mengatakan, ia sempat deg-degan ketika menyuntik lengan Presiden Jokowi.

"Menyuntik orang pertama di indonesia tentunya ada rasa gugup," terang Muthalib.

"Pada waktu menyuntikkannya tidak masalah. Tidak gemetaran lagi waktu menyuntikkannya. Pertamanya saja agak gemetaran," jelas Abdul Muthalib.

Proses vaksinasi terhadap Presiden Jokowi berjalan lancar, bahkan Muthalib menuturkan tidak ada pendarahan di bekas suntikan.

"Semua berjalan baik dan lancar, enggak ada masalah. Bahkan tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya. Sekarang masih menunggu 30 menit ke depan," tambahnya.

Jokowi Disuntik, Tidak Rasakan Sakit

Tak lama setelah disuntik, Presiden Jokowi sontak mengeluarkan pernyataan spontan.

"Oh enggak berasa sama sekali," kata Jokowi sembari tertawa.

Hal itu disampaikan setelah dokter selesai menyuntikkan vaksin asal China, Sinovac, dan lengan kirinya akan dibersihkan lalu diberi plester.

Berdasarkan pemeriksaan dokter, sebelum disuntik suhu tubuh Presiden asal Surakarta ini 36,3 derajat Celcius dengan tekanan darah 130/67.

Jokowi juga memastikan ia tidak memiliki penyakit jantung, penyakit komorbid, serta belum pernah positif Covid-19.

Baca: Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 Tetap Bisa Diberi Vaksin, Tak Akan Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Baca: Daftar Vaksinasi Covid-19 Bisa Lewat Chatbot WhatsApp, Begini Caranya

Usai divaksin, Jokowi Harus Tunggu 30 Menit

Setelah dilakukan penyuntikkan vaksin Covid-19, Presiden Jokowi masih harus menunggu selama 30 menit.

Hal ini merupakan bagian dari tahapan usai pasien menjalankan vaksinasi yakni memantau reaksi tubuh dari seseorang setelah disuntik vaksin Covid-19.

Dilansir Kompas.TV, ada empat tahap yang harus dilakukan Presiden Jokowi untuk melakukan vaksin.

Pertama, Jokowi melakukan pendaftaran dan verifikasi data.

Kedua, dilakukannya proses pemeriksaan kesehatan atau tes fisik sederhana seperti tekanan darah.

Setelah kondisi Presiden Jokowi dianggap dalam keadaaan sehat saat memeriksa vaksin.

Tahapan selanjutnya, Presiden Jokowi baru bisa menerima penyuntikkan vaksin Covid-19.

Terakhir, dengan proses pencatatan Presiden Jokowi harus menunggu selama 30 menit.

Presiden Jokowi tampak bugar usai menerima vaksin Covid-19 tersebut.

Vaksinasi terhadap Presiden Jokowi diikuti oleh sejumlah pejabat negara hingga influencer.

Setelah itu, hari berikutnya Kamis (14/1/2021) penyuntikkan vaksin akan dilanjutkan di seluruh Indonesia dengan prioritas jajaran tenaga medis.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya/KaTRIBUNNEWS.COM)

Artikel ini telah tayang di TRIBUNNEWS dengan judul Beredar Info Vaksinasi Jokowi Gagal, Ini Jawaban IDI



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer