Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, dan berpusat di 6 kilometer laut Kabupaten Majene dengan koordinat 2,98 LS-118,94 BT.
Akibat gempa susulan ini, gedung-gedung dan rumah sakit pun rusak.
Baca: Mensos Tri Rismaharini Siapkan Santunan Rp 15 Juta bagi Keluarga Korban Meninggal Gempa Sulbar
Baca: 189 Korban Gempa di Mamuju Alami Luka Berat dan Dirawat, Bantuan TNI Masih Dalam Perjalanan
Dalam sebuah video, terlihat warga mendatangi Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang rusak parah.
“Kantor Gubernur Sulbar ambruk. Hancur. Alhamdulillah masih diberi keselamatan. Hotel Matos (Mamuju), hancur,” kata warga yang merekam gambar yang tersiar pada Jumat (15/1/2021) dini hari, seperti ditulis Tribun-Timur.com.
Kantor Gubernur Sulbar yang berlokasi di Jalan Abd Malik Pattana Endeng, Mamuju nampak ambruk dan menyisakan reruntuhan bangunan.
Sementara, dua orang terjebak dalam runtuhan bangunan kantor gubernur tersebut.
Bangunan kantor gubernur Sulbar sebagian besar ambruk di bagian depan.
Selain kantor gubernur, RS Mitra Manakarra juga ambruk.
Diketahui enam orang terjebak dalam reruntuhan bangunan rumah sakit.
Berdasarkan pantauan media seperti dilansir Tribun-Timur.com, puluhan bangunan beserta rumah Kadis PUPR Kabupaten Mamuju Salihin Saleh juga ambruk.
Karena takut adanya gempa susulan yang lebih besar, ribuan warga diungsikan ke dataran tinggi.
Berdasarkan hasil data sementara hingga saat ini, dilaporkan tiga orang meninggal akibat tertimpa reruntuhan dan 24 orang luka-luka.
Berpusat di Majene, gempa bumi juga dirasakan di wilayah Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Polewali Mandar, Pinrang, Pare-pare, Mamasa, Makassar, dan Gowa.
Baca: Gempa Susulan di Majene Sulawesi Barat, Tak Berpotensi Tsunami
Baca: Update Gempa Sulbar: Kantor Gubernur Ambruk, Pasien Covid-19 Panik dan Lari Keluar Rumah Sakit
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Raditya Jati melaporkan, ada 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat.
"189 orang tersebut di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M 6,2 yang terjadi pada Jum'at (15/1/2021)," ungkap Raditya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu.
"Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian," tambahnya.
Selain itu, dikabarkan 42 orang meninggal akibat gempa susulan tersebut.
Yakni 34 orang meninggal dunia di kabupaten Mamuju dan 8 orang di Kabupaten Majene.