Dua korban diketahui masih terjebak reruntuhan bangunan.
Diberitakan Kompas.com dari Kompas TV, keduanya masih dalam keadaan hidup.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju, Saidar Rahmanjaya mengatakan, saat ini tim sedang mendatangkan alat berat untuk membongkar puing reruntuhan.
Proses evakuasi terkendala banyaknya puing, mengingat hampir 85 persen bangunan ambruk.
Menurut Saidar, kendala utama yang sulit dievakuasi adalah bagian tiang beton.
“Bagian tiang beton kantor gubernur ini yang sulit dievakuasi karena gedung ini konstruksi lama jadi gedungnya begitu ketat, tiangnya yang menimbun posisi korban,” ujar Saidar di Kompas TV, Jumat (15/1/2021).
Rumah Sakit Roboh
Baca: Selain Majene, Wilayah Tobelo, Kebumen dan Banyumas juga Diguncang Gempa, Dipicu Sesar Aktif
Gempa magnitudo 6,2 guncang Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) sekira pukul 02.30 Wita.
Akibatnya, RS Mitra Manakkara ambruk dan menyebabkan enam orang terjebak reruntuhan.
Selain itu, bangunan hotel juga mengalami kerusakan parah.
Gempa tersebut berpusat di Majene dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa dirasaka di Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, Polewali Mandar, Pinrang, Pare-pare, Mamasa, Makassar dan Gowa.
Baca: Gempa Majene, 3 Warga Meninggal, 2000 Orang Mengungsi, Sejumlah Bangunan Rusak
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 13 Januari 1915: Gempa Dahsyat di Avezzano Menewaskan 30.000 Penduduk
Dampak gempa banyak bangunan rumah dan dan perkantoran yang ambruk.
Termasuk RS Mitra Manakarra hampir rata dengan tanah. Hotel Matos Mamuju juga mengalami rusak parah dan Alfa Midi Jalan Pababari ambruk rata dengan tanah.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Timur ada enam warga terjebak diruntuhan Rumah Sakit Mitra Manakarra.
Warga berhamburan ke jalan dan tanah kosong menyelamatkan diri dan keluarga.
Kantor Gubernur Sulbar dilaporkan ambruk akibat gempa tersebut.
Hingga saat ini awak Tribun Timur berusahan menghubungi sumber resmi, termasuk BPBD namun belum memberikan respon.
Pasein Covid-19 Panik dan Lari