Raffi Ahmad Berikan Klarifikasi Terkait Polemik Langgar Protokol Kesehatan, Ini Komentar dr. Tirta

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raffi Ahmad kedapatan keluyuran dan berkerumun dengan rekan-rekan artisnya tanpa menggunakan masker beberapa jam usai divaksin covid-19 di istana. Hal itu diketahui dari tangkapan layar IG Stories Anya Geraldine yang dibagikan warganet.

TRIBUNNEWSWIKI.COM, - Artis kenamaan Raffi Ahmad belakangan menjadi sorotan publik.

Pasalnya, setelah menjalankan vaksinasi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rabu (14/1/2021), Raffi dikabarkan melanggar protokol kesehatan saat menghadiri sebuah acara.

Raffi diundang untuk vaksinasi bersama Presiden Jokowi, karena dinilai memberi pengaruh untuk meyakinkan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19 yang disediakan pemerintah.

Sejumlah foto yang menunjukkan Raffi sedang berkerumun di sebuah acara pun ramai beredar di media sosial.

Unggahannya tersebut memicu polemik dan komentar negatif dari masyarakat.

Tidak hanya itu, dilansir Kompas.com pada Jumat (15/1/2021), dokter sekaligus influencer dr.Tirta Mandira Hudhi juga ikut berkomentar terkait perbuatan Raffi ini.

Menurut dr.Tirta, setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19, Raffi seharusnya membatasi kegiatannya.

Pembatasan tersebut katanya, paling tidak selama dua minggu.

"Jadi habis vaksin tuh harusnya dua minggu emang kegiatannya diminimalisir karena vaksin yang efektif itu kalau dilakukan dua kali dalam waktu dua minggu, booster namanya," jelas dr.Tirta kepada Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

dr.Tirta memaparkan, mengenai beredarnya foto Raffi yang tidak menggunakan masker saat berada dalam kerumunan, terjadi akibat kurangnya pengarahan dari pihak pemerintah.

Tirta Mandira Hudhi (Instagram/@dr.tirta)


Baca: Raffi Ahmad Hadiri Pesta Tertutup, Polisi: Enggak Boleh Ada Kerumunan meski Private Party

Evaluasi Pemilihan Influencer untuk Vaksin

dr. Tirta memberi saran kepada pemerintah untuk mengevaluasi terkait siapa influencer yang seharusnya mendapatkan vaksin.

"Satgas Covid harus mengevaluasi pemilihan-pemilihan influencer agar tidak terjadi mispersepsi di masyarakat," tegasnya.

"Jadi seolah-olah dapat vaksin terus bisa seenaknya. tapi ya itulah, terjadi miss komunikasi," terangnya.

Dicky Budiman Epidemiolog Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith Universiti Australia juga mengatakan hal serupa.

Menurutnya, pemilihan pihak untuk divaksinasi seharusnya menggunakan data yang melibatkan ahli pandemi.

"Jadi pemilihan orang yang menjadi simbil kampanye itu ya harus didasarkan pada data ilmiah dna empiris untuk dlaam kaitan wabah. Kalau tidak, ya kacau," papar Dicky saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Baca: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Dimulai Hari Ini, Penolak Vaksin Bisa Didenda Maksimal Rp 100 Juta

Dicky berujar, jika pemilihan influencer dilakukan tanpa menggunakan data ilmiah, maka akan menimbulkan kontradiktif.

Sementara, Dicky menyebutkan di Australia, dimana tempat ia tinggal saat ini, telah melakukan cara yang ia sampaikan tadi.

"Riset itu menyimpulkan hanya ada dua untuk kaitan vaksin Covid-19 saat ini. hanya dua public figure yang bisa jadi semacam public campaign untuk kaitannya dengan vaksinasi," jelasnya.

Tokoh tersebut yakni tokoh politik atau politisi dan tokoh kesehatan.

Dicky mengatakan, tokoh politik ini berasal dari figur seperti presiden, menteri, pejabat, kepala daerah, dan politisi.

"Kedua adalah tokoh kesehatan. Tokoh ini juga di level sederhana sekalipun," tegasnya.

"Katakanlah dokter puskesmas. Masyarakat kan pasti akan melihat, oh pak dokter sudah divaksin, tidak apa-apa," tambah Dicky.

Baca: Sejarah Baru! Jokowi Jadi Yang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19, Raffi Ahmad Perwakilan Milenial

Alasan Pemerintah pilih Raffi Ahmad

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementrian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan alasan mengapa Raffi Ahmad terpilih sebagai duta vaksin Covid-19.

"Karena mewakili anak muda, kemudian juga sebagai influencer," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, kamis (14/1/2021).

Nadia menegaskan jika penunjukkan Raffi tersebut tidak dilakukan sepihak oleh Kemenkes.

"Ini bukan hanya keputusan Kemenkes tapi bersama KPC-PEN ya," ungkap Nadia.

Sementara itu, Nadia meminta seharusnya Raffi tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Seharusnya tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebab walau sudah divaksinasi, itu tidak cukup melindungi kta," tandasnya.

"Sehingga harus tetap menjalankan protokol kesehatan. tetap memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan pakai sabun," lanjutnya.

Klarifikasi Raffi Ahmad

Terkait polemik tersebut, Raffi pun lantas buka suara.

Dalam unggahan resminya @raffinagita1717, Raffi meminta maaf kepada Presiden Jokowi, Sekretariat Presiden, Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dan masyarakat Indonesia.

"Permohonan maaf dan klarifikasi terkait peristiwa tadi malam. Di mana saya terlihat berkumpul dengan teman-teman tanpa memakai masker dan tanpa jaga jarak," kata Raffi.

"Pertama saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia bapak Jokowi, Sekretariat Presiden, KPC PEN, dan juga kepada seluruh masyarakat Indonesia atas peristiwa tersebut," tegasnya.

Suami Nagita Slavina tersebut juga mengaku bahwa kejadian tersebut murni atas keteledorannya.

Raffi lantas berjanji akan lebih menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

Raffi pun mengaku salah atas perilakunya.

"Saya juga berharap teman-teman dan seluruh masyarakat Indonesia agar terus menjalankan protokol kesehatan, meskipun vaksinasi sedang berjalan. Vaksin dan protokol kesehatan adalah satu kesatuan," ungkap Raffi.

"Terima kasih banyak untuk teman2 yang sudah mengingatkan dan saya harap kita terus saling koreksi demi kesehatan kita, orang2 yg kita sayangi, dan buat Indonesia," tutupnya. 

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya Suci Pertiwi, KOMPAS.COM/Rakhmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polemik Pemilihan Raffi Ahmad sebagai Duta Vaksin Covid-19"



Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer