2 Orang Diduga Tertimbun Tiang Beton di Kantor Gubernur Sulbar, Petugas Kerahkan Alat Berat

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat ambruk akibat gempa kuat susulan yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari pukul 01.20 WITA.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dua warga diduga terjebak di reruntuhan Kantor Gubernur Sulawesi Barat di Kota Mamuju yang ambruk karena gempa.

Hingga kini, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat masih berusaha mengevakuasi dua warga yang belum diketahui kondisinya tersebut.

Petugas juga akan mendatangkan alat berat guna mempercepat proses evakuasi.

Dilansir oleh Kompas.com, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju Saidar Rahmanjaya mengatakan, kedua korban diduga berada di bawah tiang-tiang beton yang ada di lantai bawah.

“Bagian tiang beton kantor gubernur ini yang sulit dievakuasi karena gedung ini konstruksi lama jadi gedungnya begitu ketat, tiangnya yang menimbun posisi korban,” ujar Saidar di Kompas TV, Jumat (15/1/2021).

Baca: Belum Aman, Sulbar Masih Bisa Digoyang Gempa Susulan, Berpotensi Tsunami Jika Hal Ini Terjadi

Baca: Gempa Majene, 3 Warga Meninggal, 2000 Orang Mengungsi, Sejumlah Bangunan Rusak

Suasana halaman rumah sakit RSU Regional Sulbar pasca gempabumi. Para pasien dievakuasi keluar gedung bersama tempat tidur dan ventilator. (TRIBUN TIMUR/NURHADI)

Sementara itu, Kepala BPBD Sulbar Darno Majid mengaku belum tahu pasti kondisi kedua yang tertimpa puing-puing reruntuhan bangunan tersebut.

"Kantor Gubernur Mamuju rusak berat dan sementara kami mengeluarkan orang yang tertimbun di bawah yang kita tidak tahu (apakah) selamat atau tidak," kata Darno kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat siang.

Saat ini petugas SAR tampak berusaha membersihkan puing-puing bangunan.

"Sementara sekarang ini kami angkat puing cuma terbatasnya kemampuan eskavator, dan bangak juga tempat lain yang ambruk jadi harapan kita cuma itu," ujar Darno.

Baca: Update Gempa Sulbar: Kantor Gubernur Ambruk, Pasien Covid-19 Panik dan Lari Keluar Rumah Sakit

Baca: Selain Majene, Wilayah Tobelo, Kebumen dan Banyumas juga Diguncang Gempa, Dipicu Sesar Aktif

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Majene dan sekitarnya.

Selain kantor Gubernur Sulbar, hotel Maleo dan pusat perbelanjaan Maleo Towns Square di Kota Mamuju mengalami kerusakan yang cukup berat.

8 orang tewas

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com hingga Jumat (15/1/2021) pukul 11.10 WIB tercatat 8 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka akibat gempa.

Selain itu terdapat 16.000 orang mengungsi.

Gempa tektonik 5,9 sr guncang majene dan daerah sekitarnya, gunung longsor hingga gedung ambruk dilaporkan rusak (KOMPAS.COM/JUNAEDI)

Kemudian, ada 10 titik pengungsian di antaranya Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua.

Desa itu tersebar di di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda, dan Kecamatan Sendana.

Baca: Viral Video Oknum TNI Todongkan Pistol ke Polisi di Majene, Gara-gara Anak Kena Tilang?

Baca: Momen Penyelamatan Korban Gempa Turki: Cerita Petugas saat Selamatkan Balita Tiga Tahun

Untuk kerugian materiil di Kabupaten Mamuju yaitu gempa mengakibatkan kerusakan di Hotel Maleo rusak berat, Kantor Gubernur Sulbar rusak berat, rumah warga rusak (pendataan), RSUD Mamuju rusak berat, 1 unit minimarket rusak berat. Kemudian, jaringan listrik padam, dan komunikasi selular dikabarkan terputus-putus atau tidak stabil.

Selain itu, terjadi juga longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus).

Kemudian 300 unit rumah rusak (Pendataan), 1 unit Puskesmas rusak berat, 1 Kantor Danramil Malunda rusak berat.

Saat ini, sejumlah upaya telah dikerahkan seperti BPBD Kabupaten Majene, Kabupate Mamuju. dan Kabupaten Polewali Mandar melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

Lalu BPBD setempat berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait lainnya.

Adapun kebutuhan mendesak di antaranya Sembako, Selimut dan Tikar, Tenda Pengungsi, Pelayanan Medis, Terpal, Alat Berat/Excavator, Alat Komunikasi, Makanan Pokok/Siap Saji, Masker , Obat-obatan dan Vitamin, dan lain-lain.

(Tribunnewswiki.com, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kantor Gubernur Sulbar Ambruk Diguncang Gempa, 2 Warga Diduga Tertimbun Tiang Beton" dan artikel dengan judul "UPDATE: 8 Meninggal Dunia, 637 Luka-luka akibat Gempa Majene"



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer