Setelah orang jaman dahulu sering mendebatkan antara Pele dan Maradona, di era saat ini, para pecinta sepak bola mengkomparasikan sosok Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Kebetulan, pemain berjuluk CR7 dan La Pulga memang seakan tak terhentikan dan memecahkan rekor demi rekor di dunia sepak bola.
Kini, usia Ronaldo dan Messi memang tak lagi muda.
Aksi-aksi brilian atau saling gantian memecahkan rekor di antara keduanya kini sudah semakin sulit kembali terjadi.
Meski begitu, memasuki usia 35 tahun tak menjadi halangan bagi Cristiano Ronaldo masih terus melanjutkan pencapaian rekor fenomenal.
Mengawali tahun 2021, Ronaldo membuka cerita indah kariernya dengan sangat cemerlang.
Cristiano Ronaldo menambah koleksi rekornya ketika membantu klubnya, Juventus membungkam kuda hitam Sassuolo pada laga pekan ke-17 Liga Italia musim 2020-2021.
Satu gol dari Cristiano Ronaldo mewarnai kemenangan 3-1 Juventus atas Sassuolo di Allianz Stadium, Minggu (10/1/2021).
Baca: Tak Terima Dikalahkan Cristiano Ronaldo, Pele Ngotot Jumlah Gol-nya Dicetaknya Lebih 1.000
Eks pemain Manchester United itu menyumbang gol penutup Si Nyonya Tua pada menit ke-90.
Torehan ke gawang Sassuolo sekaligus membawa Ronaldo kepada rekor baru yang penting.
Menurut data dari statistik sepak bola Squawka, Ronaldo kini menyamai pencapaian Josef Bican sebagai pencetak gol laga resmi terbanyak di dunia.
Mereka berdua sama-sama mengoleksi total 759 gol di level klub dan internasional.
Bican butuh waktu 20 tahun untuk mengumpulkan gol sebanyak itu (1931-1951).
Adapun waktu yang dihabiskan Ronaldo sedikit lebih singkat, 19 tahun.
Ronaldo pun semakin jauh meninggalkan catatan gol Pele (757).
Baca: Hasil Autopsi: Maradona Alami Kesakitan Parah Berjam-jam Sebelum Meninggal, Dugaan Malpraktik?
Mengingat musim ini masih panjang, terbuka peluang besar bagi Ronaldo untuk jadi satu-satunya pemain dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah sepak bola.
Peluang terdekat Ronaldo untuk melewati rekor Bican akan tersaji saat Juventus menjamu Genoa dalam ajang Coppa Italia, Rabu (13/1/2021).
Empat hari berselang, Ronaldo bakal dihadapkan pada Inter Milan di ajang Liga Italia.
Cristiano Ronaldo berhasil melampaui gol Pele usai mencetak dua gol saat Juventus menang 4-1 atas Udinese pada laga lanjutan Liga Italia di Allianz Stadium, Senin 4 Januari lalu.
Dengan tambahan dua gol, jumlah gol Cristiano Ronaldo sepanjang sejarah kini menjadi 758.
Sementara Pele mengoleksi 757 dalam laga resmi.
Cristiano Ronaldo memang belum menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah.
Peringkat pertama masih ditempati oleh striker legendaris Austria, Josef Bican yang mencetak 805 gol.
Kini setelah Cristiano Ronaldo melewati torehan golnya, Pele seolah tak merestuinya.
Baca: Semakin Memanas, Perawat Diego Maradona Sebut Kematian Sang Legenda Disebabkan Dokter Pribadinya
Menurut ESPN, legenda asal Brasil berusia 80 tahun tersebut mengupdate bio di akun instagramnya.
Pele mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah dengan jumlah 1.283 gol.
Dengan begitu, Pele tidak hanya mencegah Cristiano Ronaldo melampai rekornya, tetapi juga sekaligus mengkalim dirinya melewati Josef Bican.
Sanggahan Pele ini juga pernah menimpa Lionel Messi beberapa hari sebelumnya.
Lionel Messi mencetak gol ke gawang Real Valladolid pada pekan kelima belas Liga Spanyol 2020-2021, Selasa (22/12/2020).
Gol itu jadi gol ke-644 La Pulga bersama Barcelona, yang sekaligus melewati catatan Pele untuk Santos yang mencetak 643 gol.
Lionel Messi pun resmi dinobatkan sebagai pemain dengan gol terbanyak untuk satu klub sepanjang kariernya.
Namun, Santos FC merilis pernyataan resmi jika torehan gol Lionel Messi belum melewati rekor Pele.
Malahan, Messi diklaim masih tertinggal jauh dari rekor gol yang dicetak oleh Pele untuk Santos FC.
Pihak Santos FC menyampaikan kalau jumlah gol yang dicetak oleh Pele selama kariernya bukan 643 gol, melainkan 1091 gol.
Menurut Santos FC, gol yang dicetak Pele dalam laga persahabatan juga perlu dihitung.
Selama laga persahabatan yang dilakoni Santos FC, Pele telah mencetak 448 gol ke gawang berbagai klub, termasuk klub-klub besar Eropa.
Pele bahkan juga mencetak empat gol ke gawang Barcelona dan delapan gol ke gawang Inter Milan.
"Dalam beberapa hari terakhir, banyak yang telah dikatakan di pers dan di media sosial tentang jumlah gol yang dicetak oleh Pelé dengan kaus Santos Futebol Clube," bunyi pernyataan resmi Santos.
"Menurut beberapa ahli statistik, pemain Argentina Lionel Messi (Barcelona) menjadi pemain dengan gol terbanyak untuk klub yang sama, mencapai 644 gol untuk klub Catalan, tidak termasuk pertandingan persahabatan, yang oleh beberapa orang disebut sebagai gol resmi."
Baca: Di Tengah Dugaan Kasus Pembunuhan, Dokter Pribadi Sampaikan Testimoni Diego Maradona Menjelang Wafat
"Namun, sebagian dari pers melaporkan prestasi bersejarah tersebut, mengabaikan rekor terbesar dari semua, total gol di klub."
"Pelé mencetak 1.091 gol untuk Santos. Dalam akun pers khusus, Raja Sepakbola mencetak 643 gol dalam kompetisi resmi dan 448 gol yang dicetak dalam pertandingan dan kompetisi persahabatan dikucilkan, seolah-olah mereka memiliki nilai yang lebih rendah dari yang lain."
"448 gol yang hari ini coba didiskualifikasi, dicetak melawan klub dan tim utama musim ini. América (Meksiko) dan Colo Colo (Chile) masing-masing menderita sembilan gol dari Pelé."
"Internazionale Milan, salah satu tim terbaik di Eropa pada 1960-an, menderita delapan gol lagi dari Raja."
"Daftarnya sangat banyak dan dengan klub besar, seperti: River Plate, Boca Juniors, Racing, Universidad de Chile, Real Madrid, Juventus, Lazio, Napoli, Benfica dan Anderlecht."
"Barcelona sendiri, tempat Messi sekarang bermain, juga menjadi korban Pelé, empat gol, dicetak dalam empat pertandingan," lanjut pernyataan resmi Santos FC.
Kini, Ronaldo pun menjadi korban rasa narsistik dari Pele, yang entah memang disengaja oleh dirinya atau oleh tim humasnya.Kengototan Pele mengutak-atik angka versi sendiri demi menjaga rekornya pun menambah noktah yang membuat publik sepak bola mengernyitkan dahi.
Entah, mengapa Pele bisa bersikap demikian. Apakah Pele ingin merasa menjadi yang terbaik di dunia selamanya atau orang-orang disekelilingnya lah yang mengonsepkan tindakannya selama ini.
Namun yang jelas, dirinya memang kerap membuat sikap atau opini yang tak terbukti dikemudian hari.
Selain narsis terkait rekor-rekor pribadi demi gelar "Greatest of All Time" atau GOAT, Pele juga kerap kali menjadi publik dunia ketika berbicara sepak bola.
Berkali-kali ramalan Pele terkait potensi hebat seorang pemain bola, acap kali terjadi sebaliknya.
Pele pernah meramal eks pemain Liverpool, Nick Barmby akan menjadi pemain hebat, ternyata meleset jauh.
Ramalan Pele tampak akan menjadi nyata ketika meramal Robson de Souza alias Robinho akan menjadi bintang bola dunia.
Winger asal Brasil itu pun sempat bermain di Real Madrid dan AC Milan, namun performnya tak konsisten, meski dibekali dengan talenta yang sangat luar biasa dan skill yahud hampir menyamai level bintang seperti Neymar.
Selain itu, Pele pernag meramal China akan ke Piala Dunia 2002, ternyata gagal dan menyatakan Brasil, negaranya sendiri kesulitan di Piala Dunia 2002, meski kenyataanya Selecao menjadi juara.
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Resmi, Cristiano Ronaldo Samai Rekor Manusia Tertajam di Bumi