Jadi Dalang Kerusuhan di Gedung Capitol, Pemimpin Bisnis AS Desak Pence Usir Trump dari Gedung Putih

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden National Association of Manufacturers (NAM), Jay Timmons, mendesak Wakil Presiden Mike Pence dan kabinet untuk mengusir Donald Trump dari kantornya di Gedung Putih.

Jay menyebut Donald Trump adalah sumber kerusuhan di Gedung Capitol, Rabu sore (6/1/2020) waktu setempat.

Ia mengatakan mengatakan Trump “menghasut kekerasan dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaan, dan setiap pemimpin terpilih yang membelanya melanggar sumpah mereka kepada Konstitusi dan menolak demokrasi demi anarki… Wakil Presiden (Mike) Pence, yang telah dievakuasi dari Capitol, harus secara serius mempertimbangkan untuk bekerja dengan Kabinet untuk meminta Amandemen ke-25 untuk melestarikan demokrasi. "

NAM sendiri merupakan grup bisnis penting yang menaungi 14.000 perusahaan, termasuk Exxon Mobil Corp, Pfizer Inc, dan Toyota Motor Corp.

Baca: Pendukung Trump Tewas Tertembak di Gedung Capitol, Joe Biden: Ini Bukan Protes, Ini Pemberontakan

ILUSTRASI - "Saya juga ada di sana. Tapi saya tidak menganggap diri saya sebagai penanggap pertama, tapi saya ada di sana," kata Trump soal klaimnya turut menjadi perespon pertama dalam upaya menolong korban serangan WTC 11 September 2001. (Al Drago / Getty Images / AFP)

Diberitakan Al Jazeera, grup bisnis lain juga mengatakan hal senada.

Business Roundtable, sebuah asosiasi kepala eksekutif dari beberapa perusahaan terbesar AS, mengatakan, "Kekacauan yang terjadi di ibu kota negara adalah hasil dari upaya melanggar hukum untuk membatalkan hasil yang sah dari pemilihan demokratis."

Mereka meminta Trump dan semua pejabat terkait untuk mengakhiri kekacauan dan memfasilitasi transisi kekuasaan secara damai.

Massa Pendukung Trump Rusuh di Gedung Capitol, Garda Nasional AS Diaktifkan

WASHINGTON, DC - 06 JANUARI: Anggota Garda Nasional dan polisi Washington D.C. menjauhkan sekelompok kecil demonstran dari Capitol AS pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Massa pro-Trump menyerbu Capitol sebelumnya, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota negara untuk memprotes ratifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam pemilu 2020. Spencer Platt / Getty Images / AFP (PLATT SPENCER / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)

Baca: Demo Pendukung Trump Rusuh, Kuasai Gedung Capitol: Wanita Pro-Trump Ditembak Mati

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di Gedung Capitol, Washington DC pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat. Kerusuhan itu terjadi antara massa pendukung Presiden Donald Trump dengan aparat keamanan.

Bahkan akibat kerusuhan itu, satu orang perempuan dilaporkan tewas tertembak di bagian dada.

Sumber dari penegak hukum mengungkapkan, wanita itu tewas beberapa jam kemudian.

Tak diketahui siapa yang menembaknya.

Selain adanya korban tewas, banyak orang terluka termasuk dari sisi pihak berwenang, di mana massa pro-Trump berusaha menerobos masuk Gedung Capitol.

Adapun massa merangsek masuk Gedung Capitol dalam upayanya untuk menggagalkan kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS.

Baca: Donald Trump Telepon Sekretaris Negara Bagian Georgia, Minta 11 Ribu Suara Tambahan

WASHINGTON, DC - 06 JANUARI: Anggota Garda Nasional dan polisi Washington D.C. menjauhkan sekelompok kecil demonstran dari Capitol AS pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Massa pro-Trump menyerbu Capitol sebelumnya, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota negara untuk memprotes ratifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam pemilu 2020. Spencer Platt / Getty Images / AFP (PLATT SPENCER / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP)

Untuk mengendalikan situasi, AS mengaktifkan Garda Nasional.

Apalagi polisi dilaporkan menemukan bahan peledak di dekat Gedung Kongres AS.

Polisi menyatakan mereka memberlakukan jam malam pukul 18.00 di seluruh DC, dengan kerusuhan merembet ke seantero AS.

Saat pengunjuk rasa berupaya menduduki gedung parlemen, Biden menyerukan kepada massa agar mundur dan menyatakan mereka sudah termakan hasutan.

Sejumlah pejabat seperti Wakil Presiden Mike Pence dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi langsung diungsikan begitu massa menembus Rotunda.

Sementara politisi yang berada di House Chamber (DPR AS) diminta memakai masker gas, karena aparat menembakkan gas air mata.

Suasana yang begitu kacau tergambar ketika pasukan keamanan terpaksa mengacungkan senjata merek guna menghalau pemrotes.

Baca: Daftar 32 Kata dan Frasa yang Paling Sering Dipakai Presiden AS Donald Trump dalam 5 Tahun Terakhir

Baca: Ayahnya Dibunuh Atas Perintah Donald Trump, Putri Qasem Soleimani: Joe Biden Tidak Ada Bedanya

"Trump memenangkan pemilihan!" teriak salah satu demonstran.

Beberapa dari mereka ada yang masuk ke kantor Pelosi dan duduk di mejanya.

Dilansir Daily Mail, kekacauan ini terjadi setelah Trump menyerukan kepada pendukungnya agar bergerak dan berdemo ke Gedung Capitol.

Setelah pengunjuk rasa mulai bentrok dengan kepolisian, si presiden berkicau di Twitter meminta massa untuk tenang.

"Tolong dukunglah Kepolisian Capitol dan penegak hukum. Mereka benar-benar memihak negara ini. Tetaplah damai," kata dia.

Begitu kericuhan membesar, Joe Biden menggelar konferensi pers mengecam aksi tersebut dan meminta agar ketertiban dipulihkan.

Dia menahan diri untuk tak sampai mengatakan Trump melakukan pengkhianatan, namun menuturkan insiden ini memicu perpecahan.

"Komentar yang dibuat dari presiden pada saat terbaik bias menggugah semangat. Namun di saat terburuk bisa memicu kerusuhan," kata Biden.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Massa Pendukung Trump Menerobos Masuk Gedung Capitol, 1 Tewas Ditembak"

(TribunnewsWiki.com/Nur) (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer