Jadi Dalang Kerusuhan di Gedung Capitol, Pemimpin Bisnis AS Desak Pence Usir Trump dari Gedung Putih

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Dalam sebuah wawancara via telepon, Minggu (29/11/2020), yang pertama kalinya Donald Trump lakukan sejak hari pemilihan, Trump memberi tuduhan baru yang menyatakan bahwa FBI dan Departemen Kehakiman AS terlibat dalam kecurangan Pilpres AS yang menguntungkan saingannya, Joe Biden.

Suasana yang begitu kacau tergambar ketika pasukan keamanan terpaksa mengacungkan senjata merek guna menghalau pemrotes.

Baca: Daftar 32 Kata dan Frasa yang Paling Sering Dipakai Presiden AS Donald Trump dalam 5 Tahun Terakhir

Baca: Ayahnya Dibunuh Atas Perintah Donald Trump, Putri Qasem Soleimani: Joe Biden Tidak Ada Bedanya

"Trump memenangkan pemilihan!" teriak salah satu demonstran.

Beberapa dari mereka ada yang masuk ke kantor Pelosi dan duduk di mejanya.

Dilansir Daily Mail, kekacauan ini terjadi setelah Trump menyerukan kepada pendukungnya agar bergerak dan berdemo ke Gedung Capitol.

Setelah pengunjuk rasa mulai bentrok dengan kepolisian, si presiden berkicau di Twitter meminta massa untuk tenang.

"Tolong dukunglah Kepolisian Capitol dan penegak hukum. Mereka benar-benar memihak negara ini. Tetaplah damai," kata dia.

Begitu kericuhan membesar, Joe Biden menggelar konferensi pers mengecam aksi tersebut dan meminta agar ketertiban dipulihkan.

Dia menahan diri untuk tak sampai mengatakan Trump melakukan pengkhianatan, namun menuturkan insiden ini memicu perpecahan.

"Komentar yang dibuat dari presiden pada saat terbaik bias menggugah semangat. Namun di saat terburuk bisa memicu kerusuhan," kata Biden.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Massa Pendukung Trump Menerobos Masuk Gedung Capitol, 1 Tewas Ditembak"

(TribunnewsWiki.com/Nur) (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer