Anemia Hemolitik

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi demam. Anemia hemolitik adalah anemia yang disebabkan oleh kondisi ketika sel darah merah hancur sebelum waktunya.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pada tubuh yang sehat, sel darah merah memiliki waktu hidup sekitar 120 hari sebelum akhirnya hancur dan digantikan oleh sel darah merah baru.

Anemia hemolitik adalah anemia yang disebabkan oleh kondisi ketika sel darah merah hancur sebelum waktunya.

Pada keadaan awal, sumsum tulang belakang akan berusaha mengatasi kekurangan darah merah dengan menghasilkan sel darah merah dengan lebih cepat.

Ilustrasi mengantuk, salah satu gejala anemia (4-u.info)

Namun, jika kondisi hancurnya sel darah merah berlangsung terus-menerus, usaha kompensasi dari sumsum tulang akan gagal dan terjadilah anemia.

Kondisi anemia hemolitik dapat merupakan kondisi yang ringan, tetapi dapat pula berat dan mengancam nyawa.

Baca: Alergi Susu

  • Penyebab


Anemia hemolitik bisa terbagi berdasarkan penyebabnya, yaitu menurun (herediter) dan didapat.

Hemolisis atau hancurnya sel darah merah pada anemia hemolitik herediter biasanya disebabkan karena gangguan atau kerusakan membran, kerusakan enzim, ataupun hemoglobin yang tidak normal.

Berbagai penyebab anemia hemolitik herediter, antara lain:

  • Defisiensi glukosa 6 fosfat dehidrogenase.
  • Talasemia.
  • Sferositosis herediter.
  • Anemia sel sabit (sickle cell anemia).

Sedangkan penyebab hemolisis didapat, antara lain:

  • Gangguan sistem imun, misalnya pada penyakit Lupus Eritematosus.
  • Zat kimia dan obat-obatan (misalnya penisilin, metildopa, ribavirin).
  • Infeksi.
  • Transfusi darah yang tidak cocok.
  • Eritroblastosis fetalis.

  • Gejala


Anemia hemolitik yang ringan dapat tidak menimbulkan gejala.

Pada fase selanjutnya, beratnya keluhan sejalan dengan jumlah kekurangan sel darah merah di dalam tubuh.

Berikut adalah gejala yang cenderung umum dialami banyak orang dengan anemia hemolitik, seperti:

  • Pucat.
  • Lemas.
  • Pusing.
  • Mudah merasa lelah.
  • Tekanan darah rendah.
  • Demam.
  • Detak jantung cepat.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Nyeri perut.
  • Perubahan warna kulit.
  • Warna urine yang menjadi lebih gelap.
  • Pembesaran hati.
  • Pembesaran limpa.
  • Luka pada kaki.

  • Pengobatan


Terapi anemia hemolitik dapat dilakukan tergantung dari beberapa faktor, seperti berapa usia pengidap dan kesehatan secara keseluruhan dan riwayat medis.

Selain itu, pengobatan diberikan sesuai dengan penyebabnya.

Beberapa hal yang akan  dipertimbangkan oleh dokter untuk memilih jenis terapi adalah tingkat dan penyebab kondisi serta toleransi untuk obat, prosedur, dan terapi.

Pada beberapa kasus, individu yang memiliki tingkat anemia hemolitik dengan keparahan yang tinggi memerlukan rawat inap dan perawatan sebagai berikut:

Transfusi darah. Terapi ini biasanya diberikan kepada pengidap anemia hemolitik berat atau dengan gangguan jantung/paru, penyakit talasemia atau penyakit sel sabit. Salah satu efek samping dari terapi ini adalah penumpukan besi di dalam tubuh akibat transfusi berulang. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan terapi kelasi besi.

Operasi pengangkatan limpa. Tindakan ini dilakukan sebagai pilihan dalam kasus-kasus hemolisis yang tidak merespon kortikosteroid dan imunosupresan.

Untuk kondisi anemia hemolitik yang diturunkan dari orang tua tidak dapat dicegah.

Namun, hal tersebut memiliki pengecualian, seperti kekurangan glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).

Jika terlahir dengan defisiensi G6PD, dapat menghindari zat yang dapat memicu kondisi tersebut.

Misalnya, hindari kacang fava, naftalena (zat yang ditemukan di beberapa ngengat), kamper, dan obat-obatan tertentu.

Ada juga beberapa jenis anemia hemolitik yang dapat dicegah, seperti reaksi terhadap transfusi darah yang dapat menyebabkan anemia hemolitik.

Ini membutuhkan pencocokan tipe-tipe darah yang seksama antara donor darah dan penerima.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Penyakit Anemia Hemolitik


Faktor Risiko Bayi baru lahir


Memiliki riwayat penyakit autoimun


Penyebab Defisiensi glukosa 6 fosfat dehidrogenase


Sumber :


1. www.halodoc.com/kesehatan/anemia-hemolitik


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer