Disindir Warga Soal Macet di Depan Rumah Dinas Wali Kota, Pemkot Jambi: Itu Acara Takziyah

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sepanjang Jalan Sri Soedewi Maschun Sjofwan dioenuhi parkiran mobil plat merah. Ternyata itu parkiran yang meluber dari rumah dinas wali kota Jambi, pada Rabu (30/12/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Warga Jambi mengaku bingung dan pertanyaan kebijakan pemerintah soal acara di malam tahun baru 2021.

Pasalnya, sepanjang Jalan Sri Soedewi Maschun Sjofwan macet karena dipenuhi mobil berpelat merah yang diparkir di pinggir jalan.

Ternyata, mobil tersebut berasal dari keramaian di rumah dinas Wali Kota Jambi, yang datang untuk merayaka acara pada Rabu (30/12/2020).

Selain menimbulkan macet, acara tersebut juga disebut-sebut membuat kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Padahal diketahui jika acara di malam tahun baru 2021 dilarang untuk menghindari penyebaran virus corona.

Baca: Acara di Rumah Dinas Bikin Macet dan Kena Sindir: Warung Kecil Tutup, Pejabat Boleh Ramai-ramai

Klarifikasi Pemkot

Menanggapi komentar warga soal kemacetan itu, Kabag Humas Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar akhirnya angkat bicara

Ia mengatakan, pada malam ada acara takziah mengenang 100 hari wafatnya anak Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Suasana malam tahun baru di Kota Jambi, Kamis (31/12/2020). Malam Tahun Baru 2021, Kota Jambi Seperti 'Kota Tidur' Pukul 22.00 Suasana Sepi. (tribunjambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Meski pada acara itu dihadiri ratusan tamu, namun ia menjelaskan sudah menerapkan protokol kesehatan dan dilakukan di luar ruangan.

"Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan," katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (31/12/2020).

"Undangan dibatasi. Kapasitas ruang (area) cuma diisi 10 persen dari kapasitas ruang. Cuma diisi 150 orang," tambahnya.

Sedangkan soal kendaraan dinas yang banyak diparkir di pinggir jalan raya, ia menjelaskan mobil itu sebelumnya berada di dalam area rumah dinas.

Namun, karena lokasinya saat itu digunakan untuk acara takziah maka mobil itu untuk sementara diparkir di pinggir jalan raya.

Sebelumnya, warga sekitar pun mengaku kecewa soal adanya cara di Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Salah satu warga bernama Hani mengatakan, malam tahun baru ada kebijakan tak boleh ada acara.

Namun pemerintah malah membuat kerumunan massa.

"Giliran warung-warung kecil disuruh tutup. Giliran mereka (pejabat) bikin acara boleh ramai-ramai," kata Hani di sekitar lokasi, Rabu (30/12/2020).

Baca: Pecah Kerumunan Massa di Malam Tahun Baru, Jalan Malioboro Dibuka Untuk Kendaraan

Baca: Shopee Kembali Gelar Kampanye New Year Sale untuk Sambut Tahun Baru 2021

Hani mengatakan, keramaian itu sudah terlihat sejak pukul 17.00 WIB.

Acara di rumah dinas wali kota itu bubar sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat acara bubar, lalu lintas di Jalan Sri Soedewi Maschun Sjofwan sempat padat.

Sebagai warga setempat dia bingung dengan sikap pemerintah. Pemerintah melarang kerumunan namun mereka sendiri melanggar.

Komentar yang sama juga dilontarkan Nurdin, warga lainnya yang melintas di jalan tersebut.

Meskipun tidak tahu acara yang dilakukan, namun, ia menyayangkan sikap dari pejabat pemerintah daerah setempat.

Bahkan, ia menuding banyaknya mobil dinas di acara itu dianggap merupakan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.

"O, penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi," katanya.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Jaka Hendra Baittiri)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Warung Kecil Disuruh Tutup, Giliran Pejabat Boleh Bikin Acara Ramai-ramai""

 


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer