Hari Ini dalam Sejarah 26 Desember: Jack Johnson Meraih Gelar Juara Dunia Tinju Kelas Berat

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jack Johnson, juara dunia tinju kelas berat


Daftar Isi


  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jack Johnson meraih gelar juara dunia tinju kelas berat pada 26 Desember 1908 atau tepat 112 tahun silam.

Pencapaian Jack Johnson ini merupakan sejarah baru karena dia adalah kulit hitam Amerika pertama yang meraih gelar tersebut.

Pada hari itu Jack Johnson menang KO atas petinju Kanada, Tommy Burns, pada ronde ke-14 dalam pertandingan kejuaraan di Australia.

Jack Johnson mempertahankan gelar juara tinju kelas berat hingga tahun 1915.[1]

James J. Jeffries melawan Jack Johnson tahun 1910. (Wikimedia Commons)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Bangunan Lain Hancur, Masjid Rahmatullah Masih Kokoh saat Tsunami Aceh

  • Karier awal


Jack Johnson lahir di Galveston, Texas, tahun 1878.

Dia keluar dari sekolah setelah kelas lima dan kemudian bekerja di dermaga.

Jack memutuskan menjadi petinju profesional dan berhasil menunjukkan dirinya sebagai petinju yang kuat.

Namun, pada masa itu jarang petinju kulit putih yang bersedia melawan penantang kulit hitam.

Hal ini membatasi kesempatannya bertarung di dalam ring. Pada tahun 1903 dia memenangkan “Colored Heavyweight Championship of the World”.

Setahun setelahnya, dia mengeluarkan tantangan kepada Jim Jeffries, petinju kulit putih Amerika yang saat itu memegang gelar dunia.

Sayangnya, Jeffries menolak bertarung dengan kulit hitam calon pemegang gelar juara dunia itu.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 24 Desember: Kebakaran di US Library of Congress Hanguskan 35.000 Buku

  • Menjadi juara dunia


Pada tahun 1908 Jack akhirnya mendapat kesempatan untuk melawan Tommy Burns, seorang kulit putih asal Kanada, dalam perebutan gelar juara dunia tinju kelas berat.

Mereka berdua bertemu di Sydey tanggal 26 Desember 1908 dan disaksikan 20.000 penonton.

Dalam pertandingan itu Jack berhasil mendominasi dan meng-KO Burns pada ronde ke-14.

Dia disambut hangat ketika kembali ke Amerika Serikat. Namun, pernikahannya dengan seorang wanita kulit putih mengejutkan para rasis.

Jack menolak untuk tetap rendah hati dalam menghadapi kritik terhadap warna kulit dan sikapnya.

Dia justru semakin flamboyan dan bergaya hidup mewah. Hal ini membuat adanya seruan untuk mengembalikan gelar juara dunia ke tangan kulit putih.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah : Voyager Jadi Pesawat Pertama yang Terbang Nonstop Mengelilingi Bumi

  • Mempertahankan gelar


Pada tahun 1910 Jack akhirnya melawan Jeffries, dan dia berhasil menang KO.

Saat itu Jeffries dianggap petinju yang diharapkan dapat merampas gelar juara dunia dari Jack.

Dua tahun kemudian dia mendapat masalah. Dia dituduh mengirim seorang wanita lajang melewati garis perbatasan negara bagian untuk "tujuan tidak bermoral".

Dia dijatuhi pidana penjara satu tahun, dan dibebaskan dengan jaminan.

Jack sempat lari ke Kanada. Dia kemudian pergi ke Eropa dan menjadi buron selama tujuh tahun.

Petinju ini mempertahankan gelarnya sebanyak tiga kali di Paris sebelum setuju untuk melawan Willard di Kuba.

Beberapa pengamat berpikir bahwa Jack percaya tuduhan terhadapnya akan dihentikan apabila dia menyerahkan gelar juara kepada seorang kulit putih.

Hal ini membuatnya sengaja kalah dari Willard. Jack kembali ke AS tahun 1920 dan kemudian dipenjara selama satu tahun.

Setelah dibebaskan, dia kembali bertinju. Dari tahun 1897 hingga 1928 Jack bertarung sebanyak 114 kali.

Dia menang sebanyak 80 kali, 45 di antaranya menang KO. Jack meninggal tahun 1946 karena kecelakaan mobil.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 23 Desember: Menderita Depresi, Vincent van Gogh Memotong Telinganya

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Jack Johnson meraih gelar juara dunia tinju kelas berat


Tanggal 26 Desember 1908


Sumber :


1. www.history.com
2. www.britannica.com


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer