Natal

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi perayaan natal


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Natal adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember.

Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi.

Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman, dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas. (1)

Baca: 20 Kumpulan Ucapan Natal dalam Bahasa Inggris, Cocok Dikirim ke Media Sosial

  • Etimologi


Natal berasal dari bahasa Latin Natalis, yakni Dies Natalis, yang berarti Hari Lahir.

Masyarakat dalam Imperium Romawi dahulu menggunakan istilah ini untuk kelahiran dewa Sang Surya; dies natalis invicti yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan.

Pengertiannya dihubungkan pula dengan penyembahan kaisar sebagai dewa seperti matahari.

Dan demi kehormatannya sendiri sebagai ‘tuhan’ maka pada abad ke – 3, kaisar menetapkan perayaan hari kelahirannya pada 25 Desember.

Upacara menyalakan pohon natal oleh Asosiasi Pemuda Kristen (YMCA) di Gaza (AL JAZEERA/WALID MAHMOUD)

Di kemudian hari, ketika seluruh Imperium Romawi dikristenkan, makna dan tanggal tersebut diambil alih dan diisi dengan makna baru, yaitu sebagai Dies Natalis Yesus Kristus.

Dalam hal ini Yesus dipahami sebagai Matahari Kebenaran, Terang dunia yang sebenarnya, Raja Alam semesta, Tuhan yang sanggup turun dari takhta-Nya. (2)

  • Sejarah


Perayaan Natal sendiri pernah menjadi perdebatan panjang.

Sejak abad ke-3 hingga abad ke-15 Natal dirayakan tanpa pergunjingan.

Baru di masa pasca reformasi gereja, satu gerakan keagamaan melarang perayaan Natal.

Tahun 1600-an, Natal sempat dilarang di Inggris, Jerman dan Amerika oleh kelompok yang menamakan dirinya Puritan.

Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir).

Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April.

Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember.

Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5.

Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. (1)

  • Kelahiran Yesus menurut Alkitab


Cerita kelahiran Yesus dalam Injil Perjanjian Baru ditulis dalam kitab Matius (Matius 1:18-2:23) dan Lukas (Lukas 2:1-21).

Menurut Lukas, Maria mengetahui dari seorang malaikat bahwa dia telah mengandung dari Roh Kudus tanpa persetubuhan.

Setelah itu dia dan suaminya Yusuf meninggalkan rumah mereka di Nazaret untuk berjalan ke kota Betlehem untuk mendaftar dalam sensus yang diperintahkan oleh Agustus, Kaisar Romawi pada saat itu.

Karena mereka tidak mendapat tempat untuk menginap di kota itu, bayi Yesus dibaringkan di sebuah palungan (malaf).

Kelahiran Kristus di Betlehem Efrata, Yudea, di kampung halaman Daud, nenek moyang Yusuf, memenuhi nubuat nabi Mikha (Mikha 5:1-2).

(Di Israel purba mereka mengenal ada dua kota Betlehem, kota Betlehem satunya lagi berada di tanah Zebulon.)

Matius mencatat silsilah dan kelahiran Yesus dari seorang perawan, dan kemudian beralih ke kedatangan orang-orang majus dari Timur—yang diduga adalah Arabia atau Persia—untuk melihat Yesus yang baru dilahirkan.

Orang-orang bijak tersebut mula-mula tiba di Yerusalem dan melaporkan kepada raja Yudea, Herodes Agung, bahwa mereka telah melihat sebuah bintang—yang sekarang disebut Bintang Betlehem—menyambut kelahiran seorang raja.

Penelitian lebih lanjut memandu mereka ke Betlehem Yudea dan rumah Maria dan Yusuf.

Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada bayi Yesus.

Ketika bermalam, orang-orang majus itu mendapatkan mimpi yang berisi peringatan bahwa Raja Herodes merencanakan pembunuhan terhadap anak tersebut.

Karena itu mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa memberitahu Herodes suksesnya misi mereka.

Matius kemudian melaporkan bahwa keluarga Yesus kabur ke Mesir untuk menghindari tindakan Raja Herodes yang memutuskan untuk membunuh semua anak di bawah dua tahun di Betlehem untuk menghilangkan saingan terhadap kekuasaannya.

Setelah kematian Herodes, Yesus dan keluarga kembali dari Mesir, tetapi untuk menghindar dari raja Yudea baru (anak Herodes Agung, yakni Herodes Arkhelaus) mereka pergi ke Galilea dan tinggal di Nazaret.

Sisi lain dari cerita kelahiran Yesus yang disampaikan oleh kitab Injil Lukas adalah penyampaian berita itu oleh para malaikat kepada para gembala.

Dalam Injil Matius dicatat bahwa ada orang-orang Majus dari Timur datang ke Yudea karena melihat sebuah bintang yang besar bersinar di atas wilayah Yerusalem.

Mereka mengikuti bintang itu hingga ke kota Betlehem, tempat kelahiran Yesus.

Beberapa astronom dan sejarawan telah berusaha menjelaskan gabungan sejumlah peristiwa angkasa yang dapat ditelusuri yang mungkin dapat menerangkan penampakan bintang raksasa yang tidak pernah dilihat sebelumnya itu, pendapat yang paling kuat adalah dari Johannes Kepler, yang menerangkan bahwa Bintang Natal atau Bintang Betlehem itu secara astronomik adalah konjungsi planet Jupiter dan Saturnus pada konstalasi Pisces.

Dan konjungsi ini memang benar terjadi pada bulan Desember tahun 7 SM. Mula-mula orang-orang Majus itu bertanya-tanya kepada penduduk Yerusalem, kemudian mereka dibawa menghadap raja Herodes.

Raja Herodes bertanya kepada ahli kitab, di mana Mesias akan dilahirkan.

Berdasarkan Alkitab, Mesias akan dilahirkan di Betlehem dan informasi ini dipakai untuk membantu para orang majus mengetahui letak di mana Yesus dilahirkan.

Herodes minta akan setelah bertemu bayi itu agar mereka kemudian dapat melaporkan kepada Herodes.

Tetapi karena mengetahui niat Herodes yang jahat, para orang majus tidak kembali melaporkan kepada Herodes. (1)(3)

Baca: 50 Ucapan Natal dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya, Cocok Dibagikan via Whatsapp, Facebook & IG

  • Tradisi


Banyak tradisi perayaan Natal di barat yang merupakan pengembangan kemudian dengan menyerap unsur berbagai kebudayaan.

Pohon natal di gereja atau di rumah-rumah mungkin berhubungan dengan tradisi Mesir, atau Ibrani kuno.

Ada pula yang menghubungkannya dengan pohon khusus di taman Eden (lihat Kejadian 2:9).

Tetapi dalam kehidupan pra-Kristen Eropa memang ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu.

Ilustrasi perayaan Natal (Kompas.com)

Tradisi “Pohon Terang” modern berkembang dari Jerman pada abad ke-18.

Terdapat pula tradisi mengirim Kartu Natal, yang dimulai pada tahun 1843 oleh John Calcott Horsley dari Inggris.

Biasanya dengan gambar yang berhubungan dengan kisah kelahiran Yesus Kristus dan disertai tulisan: Selamat Hari Natal dan Tahun Baru.

Dewasa ini orang memakai teknologi informasi (email) berkirim kartu Natal elektronik.

Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda.

Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, sekarang dikenal dengan Santa Claus (atau Sint Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. (4)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)



Informasi


Hari Raya Natal


Dirayakan Mayoritas umat Kristen


Makna Merayakan kelahiran Yesus (Isa Almasih)


Perayaan kebaktian gereja, berkumpul dengan keluarga, memberi hadiah


Tanggal 25 Desember


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.gpibkelapagading.org/index.php/berita-dan-artikel/artikel/129-natal
3. alkitab.sabda.org
4. natal.sabda.org


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer