Hari Ini dalam Sejarah 18 Desember: Hoaks Penemuan Fosil Manusia Purba Piltdown

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Replika dan rekonstruksi tengkorak Piltdown Man


Daftar Isi


  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Charles Dawson, arkeolog amatir asal Inggris, pada 18 Desember 1912 atau tepat 108 tahun silam mengumumkan penemuan fosil Manusia Piltdown atau Piltdown Man.

Ditemukan bersama sejumlah artefak, fosil itu disebut oleh Charles Dawson sebagai milik hominid primitif dan leluhur manusia.

Mayoritas komunitas keilmuan pada waktu itu memuji fosil itu dan menyebutnya sebagai rantai evolusi yang hilang atau missing link antara kera dan manusia.

Namun, pada tahun 1953 Piltdown Man dinyatakan sebagai penipuan. Fosil itu ternyata terbuat dari tengkorak manusia modern yang diberi rahang dan gigi orangutan dan simpanse.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 17 Desember 1903: Terbangnya Pesawat Pertama yang Bisa Dikendalikan

Lukisan yang menggambarkan pemeriksaan fosil Piltdown Man (Wikimedia Commons)

  • Penemuan fosil


Charles Dawson, seorang pengacara dan geolog amatir dari Inggris, melakukan serangkaian ekskavasi tahun 1910-1912.

Dia menemukan sesuatu yang tampak seperti fragmen fosil tengkorak, tulang rahang, dan spesimen lain di dalam formasi batu kerikil di Piltdown Common, Sussex.

Dawson membawa spesimen itu kepada Arthur Smith Woodward, pengawas bagian paleontologi British Museum.

Mereka kemudian mengumumkan penemuan itu pada pertemuan Geological Socisety of London 18 Desember 1912.

Dia mengatakan fosil itu menggambarkan spesies hominin tak diketahui belum diketahui sebelumnya dan bisa menjadi rantai evolusi yang hilang antara kera dan manusia awal.

Klaimnya didukung beberapa ilmuwan kenamaan Inggris.

Hal ini mungkin untuk menunjukkan bahwa fosil dari Piltdown itu menjadi bukti bahwa Inggris adalah situs penting pada masa awal evolusi manusia.

Ekskavasi tambahan di situs Piltdown tahun 1913-1914 menghasilkan penemuan artefak batu, fragmen hewan, dan lempengan tulang yang diukir.

Sebelum Dawson meninggal tahun 1916, dia memberi tahu Woodward bahwa dia menemukan fosil tambahan (sebuah gigi dan tulang yang tampaknya berasal dari manusia yang sama).[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 15 Desember: Adolf Eichmann, Arsitek Holocaust, Dijatuhi Hukuman Mati

  • Penipuan


Selama beberapa dekade kemudian, para ilmuawan menganggap fosil itu sebagai Eoanthropus dawsoni dan bukti teori evolusi manusia milik Darwin yang masih jadi kontriversi.

Namun, pada tahun 1920-an dan 1930-an ilmuwan mendapati bahwa situs tempat ditemukan fosil itu ternyata tidak setua yang dipercaya.

Selain itu, pada tahun 1949 teknologi baru penentuan umur menggunakan tes fluorin juga mengonfirmasinya.

Seorang geolog bernama Dr. Kenneth Oakley mendapati bahwa situs Piltdown hanya berumur 50.000 tahun.

Seorang antropolog dan ahli anatomi manusia juga membantu Okley untuk melakukan eksperimen lain dalam menentukan umur fosil itu.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa fragmen tengkorak dan rahang itu ternyata berasal dari dua spesies berbeda, seorang manusia dan seekor kera, kemungkinan orangutan.

Goresan pada permukaan gigi dapat dilihat menggunakan miskroskop dan menunjukkan bahwa gigi itu telah dikikis agar terlihat seperti gigi manusia.

Selain itu, sebagian besar temuan dari situs Piltdown telah diwarnai agar sesuai dengan warna batu kerikil lokal.

Pada tahun 1953, dalam kongres paleontolog internasional, Manusia Piltdown dinyatakan sebagai penipuan.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Desember: Banjir St. Lucia di Belanda dan Jerman, Tewaskan 50.000 Orang

  • Alasan penipuan


Orang yang mengatur penipuan itu tidak pernah muncul.

Namun, pada tahun 1996 ditemukan koper berisi fosil yang diperlakukan dengan cara yang sama dengan fosil Piltdown.

Koper itu memiliki inisial M.A.C.H dan kemungkinan milik Martin A.C. seorang relamawan British Musem tahun 1912.

Orang yang kemudian menjadi kurator zoologi itu kemungkinan adalah pelakunya.

Beberapa orang menganggap dia berusaha mempermalukan Woordward karena Woorward telah menolak perimntaannya menaikkan gaji mingguan.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Desember: Roald Amundsen Jadi Manusia Pertama yang Mencapai Kutub Selatan

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Hoaks penemuan fosil manusia purba Piltdown


Tanggal 18 Desember 2020


Sumber :


1. www.britannica.com
2. www.history.com
3. www.nhm.ac.uk


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer