Yaitu bagi pelanggan golongan bisnis skala kecil B1/450 VA dan industri skala kecil I1450 VA.
Sebelumnya PLN juga telah memberikan listrik gratis untuk seluruh pelanggan golongan 450 VA.
Pelanggan dengan daya 900 VA golongan subsidi juga mendapatkan diskon tarif listrik hingga 50 persen.
Seperti informasi yang diunggah dalam akun Instagram PLN Sabtu, (2/5/2020) program tersebut merupakan bentuk dukungan PLN dan pemerintah.
Terutama untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak pandemi corona.
Sehingga para pelaku bisnis dan industri skala kecil tetap bertahan di tengah masa sulit saat pandemi corona.
Stimulus Covid-19 yang diberikan PLN kepada pelanggan bisnis dan industri skala kecil selama 6 bulan.
Tepatnya dihitung sejak Mei hingga Oktober 2020 mendatang.
Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut, maka pelanggan pascabayar golongan tersebut secara otomatis akan mendapatkan tagihan pemakaian listrik sebanyak Rp. 0.
Selengkapnya KLIK DI SINI
BLT Rp 600 Ribu Untuk Karyawan Swasta, Apakah Anda Dapat? Berikut Cara Periksa Status Bantuan BPJSTK
Pemerintah menilai, bantuan langsung tunai untuk karyawan swasta atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) merupakan langkah tepat.
Minimnya daya beli masyarakat dan sektor konsumsi jasa yang terlanjur menjadi sektor utama penopang ekonomi negara membuat pemerintah mengambil langkah.
Dengan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) berupa uang tunai, diharapkan masyarakat menggunakan uang tersebut untuk dibelanjakan atau spend.
Dengan begini, pemerintah berharap roda ekonomi kembali berputar lebih cepat dan pertumbuhan ekonomi tidak terlalu terkontraksi.
Pemerintah menyatakan, Bantuan Subsidi Upah (BSU) itu akan diberikan kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp 5 juta.
Rencananya, bantuan langsung tunai Rp 600.000 perbulan ini akan diberikan sebanyak 4 kali hingga bulan Desember.
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, bantuan tersebut akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan ada penyalahgunaan.
Dengan demikian, setiap karyawan akan dua kali menerima transfer dari pemerintah dengan nominal Rp 1,2 juta.
Selengkapnya KLIK DI SINI
Rusia Berhasil Temukan Vaksin Virus Corona, Disebut Anti Virus Covid-19 Paling Menjanjikan di Dunia
Rusia akhirnya berhasil menemukan vaksin untuk virus corona dan kini sedang diuji coba.
Setelah pengembangan pengobatan virus corona tersebu, kini Rusia telah mengirimnya ke Arab Saudi untuk diuji coba para ahli kesehatan.
Hal tersebut dilakukan karena Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), dana kekayaan negara yang telah berkolaborasi dengan Kerajaan pada banyak proyek investasi.
Obat untuk virus corona tersebut adalah Avifavir yang rencananya akan diluncurkan pada konferensi pers virtual di Moskow pada Senin (1/6/2020).
RDIF mengatakan obat itu telah menunjukkan kemajuan tinggi dalam merawat pasien virus Corona selama uji klinis.
Bahkan, telah menerima sertifikat pendaftaran dari Kementerian Kesehatan Rusia.
Baca: Gelombang Penolakan Meluas, Otoritas Brasil Pertanyakan Transparansi Vaksin Sinovac, Ini Alasannya
Kirill Dmitriev, Kepala Eksekutif RDIF, mengatakan kepada Arab News, Minggu (31/5/2020):
“Kami sedang dalam pembicaraan dengan mitra Saudi tentang kemungkinan pasokan Avifavir ke Arab Saudi.”
“Kami juga berbagi hasil positif dari uji klinis di Rusia.”
“Mitra kami menyatakan minatnya untuk memulai uji klinis Avifavir di Kerajaan.”
Selengkapnya KLIK DI SINI
8. Pemerintah Merinci Daftar 6 Kelompok yang Diprioritaskan Mendapat Vaksin Covid-19
Saat ini vaksin Covid-19 masih diuji klinis tahap 3, tetapi pemerintah optimistis vaksin tersebut dapat disalurkan mulai Januari tahun depan.
Ada enam kelompok yang diprioritaskan prioritas vaksin Covid-19 pada tahap awal.
Pada tahap awal ini direncanakan ada sebanyak 102,45 juta orang yang disuntik vaksin Covid-19.
Hal ini terinci dalam dokumen presentasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (28/9/2020).
Mereka yang berada di barisan terdepan dalam menangani pandemi akan menjadi kelompok pertama atau paling diprioritaskan.
Pada kelompok ini, ada total 1,31 juta orang yang akan diberi vaksin.
Kelompok Kedua, orang yang memiliki kontak erat dengan pasien covid-19. Targetnya ada 50.000 orang.
Kelompok Ketiga, orang yang bertugas di bidang pelayanan publik dengan sasaran 715.000 orang.
Untuk pelayanan publik, pemerintah akan mendistribusikan vaksin dalam empat tahap.
Perinciannya: Tahap pertama untuk 344 ribu orang, tahap kedua 94 ribu orang, tahap ketiga sebanyak 159 ribu orang, dan tahap keempat 118 ribu orang.
Selengkapnya KLIK DI SINI