Pandemi Covid-19 yang bermula dengan merebak dari Wuhan, China, kini telah memakan banyak korban jiwa di berbagao belahan dunia.
Lockdown dan berbagai macam cara dilakukan oleh otoritas negara-negara dunia demi menanggulangi pandemi Covid-19 secara global.
Dari sisi pencegahan dan dan pengobatan, belum adanya vaksin efektif yang sanggup menangkal Covid-19 membuat banyak negara atau lembaga kesehatan berlomba berlomba melakukan riset vaksin.
Negara besar seperti China, Amerika Serikat hingga Jerman kini sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan formula vaksin Covid-19 yang efektif dan cepat bisa menangkal pandemi saat ini.
Meski begitu, salah satu vaksin Covid-19 produksi Sinovach Biotech yang dikembangkan dari China, kini mendapat sorotan tersendiri.
Vaksin CoronaVac yang produksi Sinovac Biotech sudah datang di banyak negara berkembang, seperti di Indonesia, Brasil, hingga Turki.
Meski vaksin Sinovac sudah mendarat dan disebut siap untuk dipakai, ahli medis di Amerika Serikat khawatir dengan rekam jejak perusahaan asal China tersebut.
Menurut keterangan Washington Post, Sinovac ternyata memiliki sejarah penyuapan di China.
Baca: 1,2 Juta Vaksin Sinovac Tak Bisa Langsung Digunakan di Indonesia, Ini Kata Presiden Jokowi
Persoalan suap ini memang bukan di era vaksin Covid-19.
Skandal penyuapan terungkap pada 2016 silam, di mana Sinovac menyuap Badan Pengawas Obat dan Makanan China.
Dan teernyata suap tersebut ternyata terkait dengan izin pengembangan vaksin SARS pada 2003 dan flu babi pada 2009.
Sinovac juga mengakui kasus suap yang melibatkan pemimpinnya, Weidong Yin.
Perusahaan menyebutkan tak bisa menolak permintaan sejumlah uang dari pejabat saat itu sehingga mau tidak mau terjadilah penyuapan.
Yin yang juga merupakan pendiri dan kepala eksekutif perusahaan juga mengaku telah membayar suap lebih dari US$ 83.000 periode 2002-2011.
Sebagai imbalannya, pejabat regulasi akan mengupayakan sertifikasi vaksin Sinovac untuk SARS, flu burung, dan flu babi.
Baca: Amnesty International Khawatir Banyak Negara Kaya Berlomba Riset & Belanja Vaksin Covid-19, Ada Apa?
Rekam jejak penyuapan ini pun banyak disoroti, terlebih diketahui bahwa Sinovac belum mengumumkan kadar kemanjuran dari vaksin yang mereka kembangkan.
Berbeda dengan dua produsn lainnya seperti Moderna dan Pfize yang menyebutkan lebih dari 90% vaksin mereka efektif dalam analisis awal.
Menurut pakar medis, Sinovac memang tidak pernah terlibat dalam skandal keamanan soal vaksin.
Perusahaan ini juga tidak terbukti bahwa salah satu vaksin yang disetujui dalam kasus penyuapan adalah salah.