Ia sebelumnya dituduh membawa sejumlah uang untuk diberikan kepada Rizieq.
Tak hanya itu, ia pun membantah isu yang menyebutkan jika ia membantu kepulangan Rizieq untuk memuluskan langkah politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilpres 2024.
Tudingan itu muncul lantaran Kalla berkunjung ke Arab Saudi tak berselang lama sebelum kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Ketua Umum PMI itu mengaku ke Arab Saudi untuk menandatangani kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW.
"Maksud saya ke Mekkah adalah ibadah saja. Sepulang dari Vatikan. Di samping singgah di Riyadh untuk tanda tangan, kita ibadah malah dituduh macam-macam," kata Kalla dalam wawancara eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Berita Satu Claudius Boekan di kanal YouTube Berita Satu, Jumat (4/12/2020).
Terkait dengan sejumlah uang yang dibawanya untuk membayar berbagai keperluan Rizieq untuk pulang ke Indonesia, ia pun dengan tegas membantah.
Baca: Berani Lapor Praktik Money Politics? Polres Trenggalek Siapkan Hadiah Uang Rp 10 Juta untuk Warga
Baca: Blak-Blakan, Jusuf Kalla Ungkap HRS Pernah Tawarkan Dukungan pada Pilpres 2009: Ada Syaratnya
Kata Kalla, tak masuk akal seseorang bisa membawa uang tunai dalam jumlah besar dan tidak tertangkap petugas Imigrasi.
Pasalnya, hampir setiap Imigrasi di semua negara mewajibkan penumpang pesawat mendeklarasikan barang bawaannya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Jika seseorang membawa uang tunai dalam jumlah besar tanpa tujuan jelas maka akan dicurigai Imigrasi sebagai upaya pencucian uang.
"Jadi tidak masuk akal. Orang sekarang kalau kirim duit tidak pakai koper lagi," ujar Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu.
Sebelumnya diberitakan, Kalla diisukan di dunia maya bahwa ia terlibat dalam pemulangan Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia.
Isu Kalla membantu kepulangan Rizieq muncul setelah eks kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pemerhati sosial Rudi S Kamri menyebut "seseorang dengan sosok Chaplin membawa uang sekoper ke Arab Saudi untuk memuluskan kepentingan politik pada tahun 2022 dan 2024".
Kendati tak menyebut sosok Kalla secara langsung, warganet mengasosiasikan tokoh yang disebut Ferdinand dan Rudi sebagai Jusuf Kalla.
Nama Kalla sempat menjadi trending topic di Twitter dan dituding berada di balik kepulangan Rizieq ke Indonesia.
Baca: Jusuf Kalla Jawab Isu Bawa Uang Sekoper untuk Pulangkan Rizieq Shihab : Tak Masuk Akal
Baca: Sebut Soal Demokrasi Jalanan, Jusuf Kalla: Kenapa Mereka Tak Percaya DPR tapi Percaya Habib Rizieq?
Akibatnya, putri Kalla, Muswirah Kalla, pun melaporkan Ferdinand dan Rudi pada Kamis (3/12/2020) ke Bareskrim Polri.
Salah satu yang dijadikan bukti ialah cuitan Ferdinand yang berbunyi: Hebat juga si caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua.
Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal.
Tampaknya presiden akan sangat disibukkan oleh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan.
Ferdinand dan Rudi dilaporkan dengan merujuk Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jusuf Kalla Bantah Bantu Pulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia"