Karni Ilyas

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Luncurkan Buku: Wartawan senior Karni Ilyas paparkan perjuangan kehidupan sebelum sukses menjadi wartawan saat peluncuran buku 40 Tahun Jadi Wartawan-Lahir Untuk Berita di Toko Buku Gramedia, jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jateng, Rabu (29/05/2013). Buku yang ditulis Fenty Effendy ini menceritakan sosok Karni Ilyas yang lahir dari perkampungan hingga menjadi seorang wartawan. Buku terbitan Kompas Gramedia dengan 396 halaman yang dijual dengan harga Rp 96 ribu per buku.


Daftar Isi


  • Informasi Pribadi


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sukarni Ilyas atau yang sering disapa Karni Ilyas merupakan tokoh pers Indonesia.

Karni Ilyas lahir pada 25 September 1952 di Balingka, Agam, Sumatera Barat.

Orangtuanya berasal dari Minangkabau yang bernama Ilyas Sultan Nagari dan Smsinar.

Dulunya, sang ayah bekerja sebagai penjahit di pasar.

Kakeknya dari pihak ibu bernama Datuk Basa (Angku Datuak) merupakan seorang pedagang kain partai besar dan salah satu pendiri Diniyah School.

Ketika muda pun Karni bekerja sebagai penjual koran.

Sambil berjualan, dia membaca informasi di koran tersebut.

Karena hal itulah dia bercita-cita ingin menjadi wartawan.(1)

Karni aktif di berbagai organisasi wartawan.

Ia juga menjadi Presiden Jakarta Lawyer Club, Ketua Umum ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia), serta Anggota Komisi Kepolisian Nasional.

Pada 1999 Karni Ilyas mendapat penghargaan Bintang Mahaputra dari Pemerintah RI.

Baca: Duduk Perkara Sengketa Tanah yang Menyerat Karni Ilyas dan Gories Mere, Ini Faktanya

  • Karier


Karni Ilyas dikenal sebagai wartawan senior yang konsen di bidang hokum dan politik.

Kiprahnya di dunia jurnalistik dimulai saat dia menjadi wartawan media milik Partai Golkar, harian Suara Karya pada 1972.

Enam tahun bekerja di sana, dia mulai merintis kariernya di majalah Tempo pada 1978.

Dalam majalah Tempo, dia memegang bidang huum dan nasional yang digawanginya.

Perannya sukses membuat pemberitaan majalah Tempo menjadi acuan pembaca.

Posisi puncak sebagai redaktur pe,aksana dijalaninya hingga kemudian dia berpindah ke majalah Fprum Keadilan pada kurun waktu 1991-1999.

Dibawah arahannya, Forum Keadilan menjadi salah satu referensi permbaca khusunya dalam kasus-kasus hokum.

Akibat kepiawaiannya dia sempat memegang posisi sebagai komisaris majalah tersebut.

Puas di media cetak, Karni pun hijrah ke televisi.

Awalnya dia bergabung dengan stasiun televisi SCTV pada 1999-2005.

Meski SCTV bukanlah stasiun televisi khusus berita, Karni mampu membawa Program Liputan 6 sebagai program berita yang mampu bersaing dengan Metro TV yang lahir pada tahun 2000.

Dengan tagline 'Aktual Tajam Terpercaya', beberapa karya jurnalistik Liputan 6 SCTV mendapat penghargaan bergengsi dan menjadi program berita terkemuka di Tanah Air.(2)

Pada tahun 2005 Karni pindah ke ANTV.

Di bawah naungannya, banyak tayangan eksklusif.

Sering kali dalam liputan-liputannya itu, Karnilah yang menjadi reporternya.

Berkat akses dan hubungan dekat yang dibangunnya dengan Polri, banyak tayangan-tayangan eksklusif terutama penggerebekan teroris menarik pemirsa.

Yang paling dikenang ketika penangkapan gembong teroris Dr Azahari di Jalan Flamboyan Batu Malang pada tahun 2005.

Label eksklusif yang menjadi jualan Karni Ilyas, begitu memikat para pemirsa.

Tayangan tembak-tembakan dan diakhiri ledakan di sebuah rumah yang menjadi tempat persembunyian Dr Azahari menjadi capaian puncak Karni di ANTV.

Dua tahun di ANTV, dia dipercaya untuk memegang TV One pada 2007 yang baru saja diambil alih Keluarga Bakrie.

Pada stasiun televisi ini namanya cukup berkibar, terutama setelah memandu acara "Indonesia Lawyers Club".

Di TV One, Karni menjabat sebagai Direktur Pemberitaan atau Pemimpin Redaksi News dan Sports.

Pada tahun 2012, ia meraih Panasonic Gobel Awards, untuk kategori "Life Time Achievement".(3)

Karni Ilyas pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TVOne (KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Instagram@presidenilc)

Baca: Putra Nababan

  • Riwayat Karier


Suara Karya, 1972

Tempo, 1978

Forum Keadilan, 1991-1999

SCTV, 1996

ANTV, 2005

tvOne, 2008- sekarang

Baca: Najwa Shihab

  • Penghargaan


Menang - Panasonic Gobel Awards 2013 kategori Presenter Talkshow Berita & Informasi

Nominasi - Panasonic Gobel Awards 2014 kategori Presenter Berita & Talkshow Berita

Nominasi - Panasonic Gobel Awards 2015 kategori Presenter Talkshow Berita & Informasi

Menang - Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2015 kategori Presenter Pria Terfavorit

Menang - Panasonic Gobel Awards 20156 kategori Presenter Talkshow Terfavorit

Nominasi - Panasonic Gobel Awards 2017 kategori Presenter Talkshow Current Affairs & News

Menang - Panasonic Gobel Awards 2018 kategori Presenter Talkshow Berita.(4)

(Tribunnewswiki.com/SO)



Nama Sukarni Ilyas


Lahir Balingka, Agam, Sumatra Barat, 25 September 1952


Riwayat Karir Tokoh Pers


Pendidikan Universitas Indonesia


Tahun aktif 1972—sekarang


Orang tua Ilyas Sutan Nagari (ayah) dan Syamsinar (ibu)


Instagram @presidenilc


Sumber :


1. www.suara.com/news/2020/12/05/130829/profil-karni-ilyas-presenter-indonesia-lawyers-club?page=2
2. www.merdeka.com/sukarni-ilyas/profil/
3. id.wikipedia.org
4. makassar.tribunnews.com


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer