Pedagang bakso tersebut adalah Pak Nasib.
Pria yang lebih dikenal dengan nama Bakso Pak Nasib ini mengaku trauma setelah mendapatkan perlakuan kasar dari si pembeli itu.
Setelah kejadian tak bermoral yang dilakukan oleh pembeli bermobil merah itu, Pak Nasib tidak lagi berani berjualan di lokasi di Mayang Mangurai, di dekat RSUD Abdul Manap, Kota Jambi.
Pak Nasib mendapatkan perlakuan tersebut di depan Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi.
"Iya, saya tidak berani lagi mas, karena dia juga tinggal tidak jauh dari tempat saya tinggal, biasalah mas kita kan pendatang," ujar Pak Nasib, seperti yang dikutip dari Tribun Jambi.
Pak Nasib lebih memilih tempat lain untuk mencari rejeki, untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari, dan keluarganya yang saat ini berada di Kota Bandung.
Baca: Tukang Bakso di Pondok Aren Dilaporkan ke Polisi, Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pelanggan
Baca: Dokter Pribadi Bantah Bertanggung Jawab Atas Kematian Maradona: Mereka Mencari Kambing Hitam
Pak Nasib pun juga tidak berniat untuk melaporkan pembeli yang sudah kasar padanya itu ke pihak kepolisian.
"Saya sudah ikhlas dan pasrah mas, yang sudah berlalu biarlah, saya tidak mau perpanjang masalah mas," kata Pak Nasib.
Meski tak berniat melaporkan hal tersebut, Pihak Kepolisian Sektor Kotabaru mengaku akan menelusuri pelaku tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Kotabaru, AKP Afrito Marbaro Macan, saat dikonfirmasi via Whatsaap, Rabu (2/13/2020) sore.
"Kita akan selidiki identitas pelaku," kata AKP Afrito Marbaro Macan.
Seorang tukang bakso ditendang di dadanya oleh pembeli hingga terpental.
Pelaku yakni seorang pria yang tak dikenal yang tak lain adalah pembelinya.
Dikutip TRibunnewswiki dari Tribun Jambi, tukang bakso ini bernama Pak Nasib.
Pedagang bakso keliling ini harus menahan sakit, karena memperoleh perlakuan kasar dari pembelinya, Sabtu (28/11/2020) siang.
Pembeli yang tega menendang laki-laki kurus ini adalah seorang laki-laki yang mengenakan baju hitam, celana jeans.
Bahkan rekaman CCTV adegan yang dilakukan pembeli tersebut viral di media sosial.
Sontak saja, netizen mulai mengutuk pembeli kasar tersebut dan ramai-ramai bersimpati pada Pak Nasib.
Video itu menampilkan laki-laki turun dari dalam sebuah mobil pribadi warna merah.
Pelaku ini sempat menunjuk Mas Nasib diikuti dengan dua kali tendangan di bagian kaki.
Sampai akhirnya malah menendang dengan memutar badan ke bagian dada Mas Nasib.
Tak ayal, tubuh Pak Nasib langsung terpental ke belakang, tanpa perlawanan sama sekali.
Baca: Viral Kampus Gelar Wisuda Online di Puncak Gunung, STIKBA Jambi Dapat Rekor Muri
Baca: Nenek-nenek di Jambi Ngamuk Rumahnya Kena Gas Air Mata: Aku Tuntut Kalian, Polisi!
Pedagang bakso ini ternyata merupakan seorang perantau asal Bandung yang rela mengadu nasib ke Jambi dengan berdagang bakso keliling.
Menurut keterangan Pak Nasib, kekerasan yang dialaminya tersebut berawal saat laki-laki tersebut membeli baksonya sebanyak 4 porsi.
Bakso ini akan dimakan di dalam mobil pelaku.
Kemudian, Mas Nasib punya inisiatif untuk menggabungkan empat porsi baksonya ke dalam dua mangkuk bakso.
Yaitu dengan takaran porsi yang sama, empat porsi.
Pak Nasib, saat ditemui di sekitaran, Jalan Multatuli, Mayang Mangurai, Kotabaru, Rabu (2/12/2020) sore menjelaskan kronologi kejadiannya.
"Dia pesannya 4 porsi mas, jadi ya saya buat di dua mangkuk tetapi porsinya tetap 4, dan harga satu mangkuknya itu Rp10 ribu" kata Pak Nasib.
Pelaku hanya membayar Mas Nasip sebesar Rp20 ribu, yang seharusnya Rp 40 ribu setelah mencicipi bakso tersebut.
"Saya minta kurangnya, dia langsung marah tidak jelas, ngancam bilang jangan macam-macam sama saya, dan dia langsung tendang dada saya," ujar pak Nasib.
Pak Nasib hanya bisa pasrah tidak melakukan perlawanan.
Pedagang bakso keliling ini ngaku pasrah, dan tidak ingin memperpanjang maslah tersebut.
Hal ini dikarenakan statusnya sebagai pendatang dan baru tiga bulan berada di Kota Jambi.
Artikel ini telah tayang di Tibun Jambi dengan judul Inilah Identitas Tukang Bakso yang Ditendang Pria tak Dikenal di Mayang, Trauma Tak Berani Mangkal