Kali ini, Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic yang dinyatakan positif mengidap virus corona.
Kasus baru ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara Pemerintah Kroasia Marko Milic.
Milic mengatakan Plenkovic baik-baik saja dan akan bekerja dari rumah untuk sementara waktu.
Pengumuman terjangkitnya virus corona hadir setelah istri Plenkovic dinyatakan mengidap virus pada akhir pekan.
Baca: Ada Keluarga Positif Covid-19, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi
Baca: Kepala BPPTKG Sebut Aktivitas Gunung Merapi Menunjukkan ke Arah Terjadinya Erupsi
Meski tes awal Plenkovic menunjukkan negatif, tetapi tes ulang yang dilakukan pada Senin (30/11) menunjukkan dirinya positif.
Kasus baru Plenkovic menambah lonjakan infeksi baru negara Kroasia.
Tetangga Hungaria ini mengalami lonjakan kasus pada minggu-minggu terakhir.
Pada Senin (30/11), Kroasia melaporkan adanya 74 orang warga meninggal akibat virus dan 1.830 infeksi baru dalam 24 jam terakhir.
Merespons hal ini, pemerintah pada hari yang sama memperketat pembatasan perjalanan meski oleh orang yang hasil tesnya menunjukkan negatif.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 Desember: Revolusi Desembris, Manuel Dorrego Dikudeta Juan Lavalle
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 1 Desember: Kasus Rosa Parks Memicu Aksi Boikot Bus di Amerika Serikat
Berita mengenai terinfeksinya pejabat publik datang dari negara Austria.
Menteri Pertahanan Austria dilaporkan terjangkit virus corona.
Klaudia Tanner, menjadi orang kedua dalam kabinet yang terinfeksi.
Dikonfirmasi Associated Press, pada Minggu (29/11/2020), Tanner menyebut dirinya baik-baik saja dan akan bekerja dari rumah.
Sebelumnya, ia diketahui telah melakukan karantina selama 10 hari semenjak melakukan kontak dengan orang lain yang dinyatakan positif.
Publik mengenal Klaudia Tanner yang diketahui pernah saling berkirim surat sekaligus bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto untuk membicarakan rencana pembelian pesawat tempur Eurofighter Typhoon pada Oktober 2020.
Baca: Sandiaga Uno Cocok Jadi Menteri KKP, Disebut Tak Mungkin Korupsi karena Sudah Terlanjur Kaya
Baca: Kasus Aktif Covid-19 Naik, Anggota DPR Soroti Protokol Kesehatan, Jokowi: Semua Memburuk
Adapun keduanya membahas perihal hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam urusan pertahanan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan Austria, Kota Wina, Selasa (20/10/2020) waktu setempat, Prabowo didampingi Dubes RI untuk Austria Darmansjah Djumala dan anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra DPR Sugiono.
Pertemuan tersebut merupakan momen kali pertama bagi Prabowo dan Klaudia melakukan pembicaraan tatap muka setelah sebelumnya hanya berkomunikasi melalui surat dalam rangka pembelian jet tempur Eurofighter.
Diketahui, pemerintah Austria mengumumkan siap melepas 15 pesawat tempur Eurofighter Typhoon bekas milik angkatan udaranya kepada Indonesia.
Rencana Pemerintah Austria melepas 15 Typhoon itu sebagaimana dilaporkan media Austria, Kronen Zeitung pada Senin (7/9/2020).
Baca: Tuding Pemerintah Prancis Tebang Pilih, Pemimpin Umat Agama Kritik Aturan Pembatasan Tempat Ibadah
Baca: Baru Saja Menikah, Intip Potret Apartemen Mewah Nikita Willy & Indra Priawan, Ada Hal Unik di Dapur
Laporan tersebut menyatakan, Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner siap membuka pintu negosiasi untuk melepas jet tempur bekas tersebut kepada Indonesia.
Pernyataan Tanner tersebut juga sekaligus sebagai respon atas surat penawaran pembelian 15 Typhoon Austria yang dilayangkan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto pada 10 Juli 2020 lalu.
Anggota kabinet Austria pertama yang terinfeksi corona adalah Menteri Luar Negeri Alexander Schallenberg pada medio Oktober, dan kembali lagi ke kantor pada akhir bulan setelah tidak menunjukkan gejala.
Seperti diketahui, Austria telah memulai pengketatan kebijakan lockdown sebagai upaya memperlambat laju penyebaran virus pada 17 November.
Baca: Disney Ganti Opening Black Panther Sebagai Penghormatan pada Aktor Chadwick Boseman
Baca: Irak Berlakukan Rotasi Belajar-Mengajar, Siswa Bergantian Datang ke Sekolah Sekali dalam Seminggu
Diperkirakan kebijakan tersebut akan diperpanjang hingga 6 Desember.
Meski secara total tingkat infeksi menurun, Kanselir Austria Sebastian Kurz menyebut negaranya harus bisa menyesuaikan kebijakan pembatasan.