Kabar ini mengundang duka di dunia sepak bola, tak terkecuali bagi Napoli.
Pasalnya, Maradona adalah sosok penting dalam klub tersebut.
Diberitakan Kompas.com, Napoli berencana mengubah nama stadion San Paolo sebagai bentuk penghormatan kepada Maradona.
Menurut jurnalis kenamaan Fabrizio Romano, pihak Napoli akan mengganti identitas stadion San Paolo dengan menyertakan nama Diego Armando Maradona.
Romano menyatakan bahwa upaya perubahan nama stadion sedang dalam proses dan pihak pemerintah setempat sudah menyepakatinya.
Baca: Diego Maradona Meninggal Dunia: Messi, Ronaldo, Pele, Deretan Bintang Dunia Beri Penghormatan
Penggemar Napoli sebenarnya sudah pernah mengajukan nama Maradona untuk identitas stadion mereka.
Upaya perubahan nama stadion pernah dilakukan dengan membuat petisi resmi kepada pemerintah Italia.
Namun, dalam undang-undang Italia, terdapat aturan bahwa penamaan seseorang terhadap bangunan publik baru bisa dilakukan jika sosok bersangkutan telah meninggal dunia.
Kini, perubahan nama stadion San Paolo tampaknya tinggal menunggu waktu pasca-wafatnya Maradona.
Pahlawan Napoli Bagi Napoli, Maradona merupakan legenda yang sangat dihormati mengingat sosok tersebut pernah mempersembahkan prestasi membanggakan.
Baca: Meluas, Ternyata Lionel Messi Juga Simpan Konflik dengan Banyak Pemain Barcelona Selain Griezmann
Maradona tercatat memperkuat Napoli selama tujuh musim, tepatnya pada medio 1984 hingga 1991. Ia direkrut Napoli dari Barcelona dengan banderol 6,97 juta euro, atau kini setara dengan Rp 117 miliar.
Maradona sangat dikenang setelah sukses membawa Napoli juara Liga Italia Serie A untuk kali pertama pada musim 1986-1987.
Ia kemudian kembali mengantarkan Napoli menjuarai kasta tertinggi sepak bola Italia pada musim 1989-1990.
Bersama Napoli, Maradona juga pernah mempersembahkan satu gelar juara Coppa Italia, satu kali juara Supercoppa Italiana, dan Piala UEFA pada 1988-1989.
Kiprah Maradona di Napoli
Baca: Para Pesepak Bola yang Dulu Bergelimang Harta, tetapi Kini Bangkrut, dari Ronaldinho sampai Maradona
Tiba di kota Naples dengan rekor 6,9 juta poundsterling (lagi-lagi termahal kala itu), Diego Maradona dipuja bak sang juru selamat di sana dengan sambutan 75 ribu fans di Stadion San Paolo.
Meski Napoli adalah tim menengah kala itu, ternyata kehadiran Maradona mampu mengerek klub berjuluk Partenopei tersebut ke papan atas Serie A Italia.
Diego Maradona pun diberi amanat sebagai kapten tim dan langsung menjadi idola dalam dan luar lapangan.
Selang dua musim, tepatnya pada 1986-1987, Diego Maradona mampu membuka tirai sejarah Napoli untuk meraih scudetto pertama kali.
Kemenangan klub asal Italia selatan itu sangatlah mengharukan terutama bagi masyarakat setempat.
Ketimpangan ekonomi dan pembangunan antara Italia utara dan selatan memang sangat kentara dan kebetulan klub-klub asal Italia utara kala itu seperti Juventus, AC Milan atau Inter sedang mendominasi Serie A.
Maka, kemenangan Napoli diibaratkan sebuah kemenangan penuh pembuktian dari masyarakat Italia selatan.
Diego Maradona yang berperan besar dengan gol dan aksi-aksi yahudnya semakin dikultuskan oleh masyarakat Italia, terkhusus orang Naples.
Dua kali scudetto hingga mengantar Napoli juara UEFA Cup (sekarang Liga Europa) adalah bukti sahih prestasi Maradona di sana.
Meski bermain sebagai gelandang serang, Diego Maradona mampu meraih gelar top skor liga pada 1987-1988 dengan 15 gol.
Saking murninya kualitas seorang Diego Maradona, bek legendaris Italia Paolo Maldini bahkan memuji pemain berjuluk El Pibe del Oro itu sebagai manusia tak terhentikan dan lawan tersulit yang pernah dihadapi.
Baca: Diego Jr Sebut Maradona Dewa Sepak Bola, Messi Juga Hebat tapi Masih dari Kalangan Manusia
Namun karier Diego Maradona bersama Napoli tak selamanya berjalan mulus.
Diego Maradona sering kali terkena kasus seperti penggunana kokain, tak tertib aturan klub, skandal anak di luar nikah dan dugaan kedekatan dengan mafia.
Musim 1990-1991 menjadi akhir cerita yang memilukan bagi Diego Maradona, kontraknya berakhir, nomor punggung 10 miliknya dipensiunkan dan terkena hukuman larangan bermain 15 bulan karena penggunaan kokain.
Setelah selesai menjalani hukuman, musim 1992-1993 Diego Maradona memulai hidup kembali di Sevilla namun berlangsung sementara hingga akhirnya melanglang buana ke klub lain seperti Newell’s Old Boys dan klub lamanya, Boca Juniors.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Napoli Akan Sematkan Maradona sebagai Nama Baru"