Chamimah, warga Jalan Genteng Muhammadiyah, dinyatakan lulus dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Selasa (24/11/2020).
Selama empat tahun, nenek Chamimah menyelesaikan kuliahnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Chamimah menyelesikan tugas akhir yang berjudul "Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini Kelompok A TK Masa Putra Bhakti Surabaya Tahun Pelajaran 2019-2020".
Perempuan yang mengaku adik mantan Wakil Presiden Try Sutrisno tersebut mengajar di TK Masa Putra Bhakti sejak 1963 dan telah menjadi guru TK selama 57 tahun.
Chamimah mengaku bersyukur bisa menyelesaikan perkuliahan selama empat tahun.
Selama kuliah, ia mengaku tak pernah bolos kuliah.
Baca: Nenek Pengemis Berakting Cacat Ternyata Kaya Raya, Punya 5 Gedung dan Simpanan Rp 3 Miliar di Bank
Baca: Nenek Berusia 70 Tahun Berhasil Wisuda di Jurusan Perhotelan, Ingin Seperti 10 Anaknya yang Sarjana
Ia hanya akan izin tidak masuk kelas saat tak enak badan.
"Saya tidak pernah bolos kuliah, tidak masuk saat saya merasa tidak enak badan saja," ujar dia.
Walaupun sudah berusia lanjut, Chamimah bercerita jika ia senang menjalani kuliah walaupun rekan kuliah seusia cucunya.
Menurutnya, rekan kuliah di kampus selalu menyemangati Chamimah untuk kuliah tepat waktu.
"Justru mereka yang memotivasi saya untuk terus belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu," kata Chamimah.
Baginya, menuntut ilmu tidak terhalang usia.
"Selama kita bersungguh-sungguh, tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu," ujar dia.
Dia merasa nyaman berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya karena ditunjang dengan sarana dan dosen-dosen yang sabar dan mumpuni.
Baca: Miliki 12 Juta Subscriber Youtube Calon Sarjana Curi Konten Youber Luar? Berikut Cerita Selengkapnya
Baca: Nenek di Jambi Marahi Polisi karena Tembak Gas Air Mata ke Pemukiman: Kami Tak Salah Apa-apa
Sementara itu saat dikonfirmasi pada Rabu (25/11/2020), Humas Universitas Muhammadiyah Surabaya Radius Setiawan membenarkan bahwa dalam wisuda ke-46 kemarin pihaknya mewisuda sarjana berusia 78 tahun.
"Kami secara inklusif membuka kesempatan belajar bagi siapa pun selama memiliki tekad dan ikhtiar yang kuat dalam menuntut ilmu," kata Radius.
Kemudian saat ditanyai mengenai alasannya menempuh ilmu di umur yang sudah tua, Chamimah mengaku ingin kuliah agar lebih mengetahui ilmu.
Meskipun sudah pensiun, Chamimah yang memiliki anak buah sarjana, ingin mengejar ilmu mengenai pendidikan.
"Pertama, saya harus bisa mengenai pendidikan, karena anak buah saya sudah S1 semua. Kalau saya tidak meraih itu, kan malu, jadi saya tetap kuliah," tuturnya yang dikutip TribunnewsWiki dari Instagram TV Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Meski berkeinginan kuat menambah ilmunya, Chamimah mengaku masih mendapat olokan dari teman-temannya.
"Katanya teman-teman saya untuk apa kuliah gitu, kan sudah pensiun, nggak apa-apa, kata saya gitu,"
Sebelum berkuliah di jurusan Pendidikan, Chamimah pun bercerita jika dirinya sudah puluhan tahun mengajar sebagai guru.
"Saya mulai mengajar TK itu mulai tahun 1963, kemudian tahun 1977 saya diangkat ke SD," tutur Chamimah saat diwawancarai.
Dari situ Chamimah mengaku jika kesehariannya mengajar TK dan SD.
Pagi hari Chamimah menjadi guru TK, lalu siang harinya diteruskan sebagai guru SD.
"Tahun 2002 saya pensiun dari SD, tapi TK saya lanjutkan sampai sekarang,"
Chamimah menuturkan dirinya sudah menjadi guru TK selama 57 tahun.
Bahkan sampai ia diwisuda pada Selasa (24/11/2020) ia masih berstatus sebagai guru TK.
Diketahui, Chamimah kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya selama 4 tahun.
Nenek yang berprofesi sebagai guru TK itu menyelesaikan tugas akhir yang berjudul "Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini Kelompok A TK Masa Putra Bhakti Surabaya Tahun Pelajaran 2019-2020".
Chamimah juga merupakan adik dari mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengajar di TK Selama 57 Tahun, Nenek Chamimah Jadi Sarjana di Usia 78 Tahun, Ini Kisahnya"