Diana (40) meluapkan emosi dengan menebang pohon peneduh pinggir jalan pada Senin (23/11/2020) malam di Jl Suparjan Mangun Wijaya, Kota Kediri.
Menurut penuturan warga sekitar rumahnya, Diana depresi usai bercerai dengan suaminya.
Kabid Trantibum Satpol-PP Kota Kediri Nur Khamid juga mengatakan hal serupa.
Saat ini, ujar Nur Khamid, Diana diamankan di Kantor Satpol-PP Kota Kediri.
Akibat ulah Diana ini, pohon yang ditebangnya kini tumbang dan tersangkut kabel.
Setelahnya, warga mengamankan pohon tumbang tesebut.
Baca: Wanita di Toraja Diduga Depresi hingga Bunuh Diri setelah Tahu Pacarnya Mati Gantung Diri Pekan Lalu
Baca: 5 Zodiak Ini Suka Memendam Masalahnya hingga Alami Stres dan Depresi, Kamu Termasuk?
Bahkan ulah Diana ini sempat direkam masyarakat melalui dengan kamera HP.
Masalah ini diketahui petugas lantaran adanya laporan warga tentang perempuan yang menebang pohon malam hari.
Petugas mendapati Diana sudah menebang pohon tersebut saat para petugas datang ke lokasi.
Nur Khamid menjelaskan, Diana mempunyai seorang anak, namun perempuan ini tinggal sendirian.
"Informasinya yang bersangkutan tinggal sendirian di rumah, seorang anaknya sekarang ikut neneknya," terang Nur Khamid.
Ternyata Diana merupakan sosok yang emosional dan perilaku perempuan yang diduga depresi ini pun membahayakan keluarganya.
Dikutip Tribunewswiki dari Kompas.com, Diana juga pernah mengancam ibu dan adik kandungnya dengan pisau.
Tindakan Diana ini membuat ibu dan adiknya takut.
Hingga membuat sang ibu dan adiknya mengungsi ke rumah keluarga lainnya.
Sebelumnya mereka tinggal serumah dengan Diana.
Ia membuat onar sampai bertikai dengan para santri dan memaksa bertemu dengan H. Uci Turtusi, namun dihalang-halangi.
Pria dengan inisial S (30) itu diketahui telah berperilaku aneh sejak dua pekan terakhir.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan kalau S ini diduga depresi lantaran terkena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) beberapa pekan lalu.
"Bekerja sebagai kurir di perusahaan pengiriman barang JNE Cikupa. Namun setelah bekerja kurang lebih kurang dua minggu saudara S diberhentikan," jelas Ade saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2020).
Namun, lanjut dia, menurut keterangan istri pelaku kalau S ini sudah berperilaku aneh sejak bekerja di JNE.
Ade menjelaskan kalau sebelumnya S pada tahun lalu bekerja di PT. Surta di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang dan berhenti pada bulan September 2019.
Lalu pada awal bulan September 2020 ia kembali bekerja di JNE walau hanya bertahan selama 14 hari karena diberhentikan.
Baca: 6 Zodiak Ini Sangat Rentan Mengalami Depresi, Cek Zodiakmu dan Temanmu!
Baca: Remaja 14 Tahun Gantung Diri, Diduga Depresi setelah Bertengkar dan Buat Adiknya Menangis
"Sejak seminggu ke belakang ada tanda-tanda keanehan pada perikalu suaminya yaitu sering berbicara sendiri dan ngelantur," kata Ade.
Sehingga, ia mengatakan kalau S memang diduga mengalami depresi dan mendapatkan bisikan dari leluhur untuk disampaikan kepada KH. Uci Turtusi.
"Dari keterangan yang bersangkutan, dia mendapat bisikan dari leluhur dan harus disampaikan langsung pesan tersebut," tutur Ade.
S sudah diamankan di Mapolsek Pasar Kemis karena menimbulkan kegaduhan dan sedang menjalani pemeriksaan mendalam.
Lanjut Ade, berdasarkan keterangan istri pelaku, S memang sudah berperilaku aneh sejak dirinya menderita Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) imbas dari pandemi Covid-19.
"Penjelasan dari istri yang bersangkutan memang S berkelakuan aneh sejak di-PHK dari perusahaan jasa pengiriman barang," kata dia.
Sementara, Kapolsek Pasar Kemis, AKP Fikri Ardiansyah menerangkan awalnya pelaku datang secara tiba-tiba saat pondok pesantren di atas sedang melaksanakan pengajian.
Pasalnya, S memaksa masuk untuk bertemu KH. Uci Kurtusi.
"Pelaku ingin masuk, namun dicegah oleh santri. Kemudian pelaku keluar dari lingkungan pondok pesantren dengan menggeber sepeda motor," jelaz Fikri saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Minggu (27/8/2020).
Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niat S untuk bertemu dengan KH. Uci Kurtusi.
Lantaran, S yang diduga depresi tersebut kembali menyambangi Pondok Pondok Pesantren Al'istiqlalia sekira pukul 19.00 WIB.
"Kali ini dia (S) masuk ingin bertemu KH. Uci namun, terlihat gelagat yang kurang baik, pelaku dibawa ke kantor sekretariat ponpes," jelas Fikri.
Saat mediasi di kantor sekretariat, S justru mengamuk dan tetap memaksa untuk bertemu KH. Uci.
Keributan antara S dan santri Pondok Pesantren Al'istiqlalia pun tak terelakan lagi sehingga membuat anggota Polsek Pasar Kemis harus turun tangan.
"Pelaku yang diduga depresi tersebut mengamuk sehingga terjadi insiden keributan dengan santri yang ada di lokasi sekretariat ponpes," sambung Fikri.
Kini, menurutnya, S sudah diamankan di Mapolsek Pasar Kemis untuk dimintai keterangan mendalam soal kejadian yang meresahkan warga tersebut.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Ditinggal Sang Suami, Perempuan Kediri Ini Ngamuk Tebang Pohon di Dekat Rumahnya