Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nekrosis avaskular adalah kondisi medis yang serius dimana terdapat area-area kematian tulang.
Penyebab kematian tulang adalah terganggunya aliran darah ke area tulang dikarenakan beberapa alasan.
Salah satu penyebab yang paling sering dari nekrosis avaskular di usia muda adalah konsumsi kortikosteroid (merupakan obat yang digunakan untuk psoriasis, SLE, atau artritis reumatoid).
Pengidap-pengidap lain yang memiliki penyakit ini bisa juga mengalami riwayat kekerasan karena konsumsi alkohol atau sedang mendapat pengobatan dengan imunosupresan dosis tinggi (misalnya, pengidap kanker).
Pada kasus yang parah, tulang rawan yang melapisi tulang dapat runtuh, sehingga mengakibatkan kerusakan parah dan artritis pada sendi yang terkena.
Baca: Neuropati Perifer
Penyebab
Gangguan ini dapat terjadi saat tulang atau sendi tidak menerima pasokan darah yang cukup.
Ini dapat terjadi karena:
1. Gangguan pembuluh darah — Pembuluh darah dapat menyempit karena penumpukan lemak. Mereka juga dapat tersumbat oleh bekuan darah. Kedua kondisi tersebut dapat menghalangi sejumlah darah yang melintasi pembuluh darah.
2. Trauma tulang berat — Tulang yang tergelincir atau patah dapat mengganggu aliran darah normal.
3. Artritis — Artritis membuat sendi membengkak. Penyakit arthritis yang dikaitkan dengan nekrosis avaskular adalah gout, osteoartritis, dan artritis reumatoid.
Gejala
Pada awalnya, gangguan ini tidak menyebabkan gejala apa pun.
Namun, ketika mulai memburuk, nyeri akan timbul saat memberi beban atau tekanan pada tulang atau sendi yang sakit.
Biasanya, nyeri akan mereda ketika penderita istirahat.
Namun jika tidak diobati, nyeri dapat dirasakan bahkan saat pengidap istirahat.
Baca: Neurofibromatosis Tipe 1
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan untuk pengidap nekrosis avaskular berbeda-beda, tergantung pada usia, penyebab penyakit, bagian tulang yang rusak, dan tingkat kerusakannya.
Untuk mengobati nekrosis avaskular dalam tahap awal, terapi, dan pengobatan yang disarankan dokter meliputi:
1. Obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat-obatan seperti ibuprofen atau diclofenac bisa mengurangi tanda peradangan, seperti nyeri akibat nekrosis avaskular.
2. Obat penurun kolesterol. Penurunan kadar lemak dalam darah bisa membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah yang bisa memicu nekrosis avaskular.
3. Antikoagulan. Jenis obat antikoagulan, seperti warfarin, akan disarankan untuk mencegah penggumpalan darah.
4. Obat bifosfonat. Pada sebagian kasus, obat bifosfonat, seperti alendronate bisa memperlambat perkembangan penyakit nekrosis avaskular. Namun, terdapat laporan, bifosfonat justru malah bisa menyebabkan nekrosis avaskular pada tulang rahang.
Jika mengalami kondisi nekrosis avaskular, sebaiknya tidak banyak melakukan kegiatan yang bisa membebani bagian tulang yang sakit.
Di saat yang sama, bisa juga melakukan fisioterapi untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi sendi yang rusak.
Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari konsumsi alkohol dan menjaga kadar kolesterol tetap normal.
Jika kamu menggunakan kortikosteroid, pastikan bicarakan dengan dokter untuk memantau penggunaannya.
Kerusakan tulang bisa bertambah parah jika diiringi dengan penggunaan kortikosteroid.
Sedangkan untuk mencegah nekrosis avaskular pada rahang, kamu dianjurkan untuk rutin membersihkan gigi dan mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan dan perawatan gigi, terutama bagi yang menjalani pengobatan dengan bifosfonat.