Ketiganya diketahui dibuang dan ditinggal di kolong jembatan.
Dari informasi yang didapat, ketiganya menolak memakai narkoba dan tak mau disuruh mencuri.
"Dia disuruh ngelem, mabuk-mabuk minum, terus disuruh ngemis, nyolong gitu. Menurut pengakuan si anak, dia enggak mau, terus ditinggal sama si anak remaja itu," ujar Koordinator Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Amirullah, Rabu (11/11/2020).
Saat ditemukan oleh petugas PPSU, 3 anak itu tak bisa memberi keterangan apa pun karena tak berhenti menangis.
Petugas PPSU kemudian membawa ketiganya ke Kelurahan Roa Malaka. Keesokan harinya, ketika anak-anak tersebut sudah lebih tenang, barulah petugas mendapatkan keterangan kejadian.
"Tadi udah mulai komunikasi. Katanya orangtuanya di Kemayoran. Emang si anak ini belum tahu alamat lengkapnya, cuma dia tahu arah jalannya. Makanya nanti kami mau antar," kata Amir.
Amir menjelaskan bahwa ketiga anak tersebut akan diantarkan ke kediaman mereka.
Baca: Disekap dan Dirantai di Dalam Kios, Bocah di Kendari Jadi Korban Anaiaya Tantenya
Baca: Seharian Cari Sampah untuk Hidupi Diri Sendiri, Bocah Pemulung Ini Diangkat Anak oleh Dedi Mulyadi
Ketiga bocah tersebut sebelumnya sempat dibawa ke GOR Cengkareng untuk diawasi oleh Sudinsos Jakarta Barat.
Seorang bocah perempuan berumur 5 tahun harus dilarikan ke rumah sakit lantaran tertembak di bagian dada akibat terkena peluru dari bandar narkoba bernama Andi (42).
Andi sebelumnya tewas ditembak petugas, lantaran menyerang polisi dengan menggunakan senjata api rakitan serta senjata tajam.
Pelaku mencoba melawan ketika ditangkap di kediamannya yang berada di Desa Tanjung Agung Utara, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin ( Muba), Sumatera Selatan pada Sabtu (7/11/2020) kemarin.
Baca: Disekap dan Dirantai di Dalam Kios, Bocah di Kendari Jadi Korban Anaiaya Tantenya
Baca: Bocah di Kendari Dipaksa Jadi Buruh oleh Tantenya, Setiap Hari Dipaksa Setor Rp 50 Ribu
Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, bocah perempuan yang terkena tembakan itu berinisial P.
Saat kejadian berlangsung, korban sedang bermain di teras rumah.
Naasnya, tembakan yang diarahkan Andi ke arah polisi ketika akan ditangkap ternyata menyasar ke korban hingga ia pun tersungkur bersimbah darah.
Menurut Erlin, anggota polisi juga mengalami luka akibat diserang senjata tajam oleh beberapa orang yang diduga merupakan keluarga dari Andi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ogah Disuruh Mencuri, Tiga Bocah Ditelantarkan di Kolong Jembatan di Tambora"